Rabu, 26 September 2018 | 14:48 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

Pemilu / Aktual Pemilu

Presiden ajak ulama pandai-pandai pilih pemimpin

Rabu, 11 Juli 2018 - 06:46 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Presiden Jokowi dalam acara Halal Bihalal dan Silaturrahim Nasional Ulama Muda Indonesia, Selasa (11/7). Sumber foto: https://bit.ly/2ua0Wb6
Presiden Jokowi dalam acara Halal Bihalal dan Silaturrahim Nasional Ulama Muda Indonesia, Selasa (11/7). Sumber foto: https://bit.ly/2ua0Wb6

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para ulama agar bisa mendidik masyarakat untuk pandai-pandai memilih pemimpin di tahun politik yang semakin memanas.

"Tahun ini kita memasuki tahun politik, tahun depan adalah tahun politik, kita harus mengajak masyarakat masuk tahun politik pandai memilih pemimpin," kata Presiden Jokowi dalam acara Halal Bihalal dan Silaturrahim Nasional Ulama Muda Indonesia yang tergabung dalam Solidaritas Ulama Muda Jokowi (SAMAWI), di Sentul International Convention Centre (SICC), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/7).

Dalam forum yang dihadiri 15.000 ulama muda dari berbagai provinsi itu, Presiden berpesan agar ulama memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, tetangga, teman, saudara, teman sedaerah, dan siapapun sesuai fakta dan bukti yang ada.

Presiden ingin agar ulama tidak terjebak untuk ikut serta mengabarkan berita bohong, hoax, terutama di media sosial. 

"Ini harus kita jaga. Dalam pilih pemimpin sampaikan kepada teman dilihat rekam jejak seperti apa, track recordnya, prestasinya apa, kinerjanya apa, jangan sampai mudah masyarakat dihasut, jangan diberi kabar tidak betul, fakta tidak betul," katanya, dikutip Antara.

Menurut Presiden Jokowi, memang masyarakat di Tanah Air diberi kebebasan berekspresi, berpendapat, tapi tetap saja ada batasan, tata krama, sopan santun, dan etikanya. 

"Jangan sampai diberi kebebasan gampang mudah mencela, gampang cemooh orang lain, itu bukan nilai Islami yang diajarkan Rasulullah," tandasnya. 

Oleh karena itu, Presiden mengajak seluruh masyarakat khususnya ulama untuk berpikir penuh kecintaan, ke arah positif, dengan prasangka baik.

"Inilah yang akan menjadikan bangsa ini besar, kuat," pungkasnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 14:42 WIB

Penarik bentor siap wujudkan Pemilu damai

Kriminalitas | 26 September 2018 - 14:34 WIB

Tahun 2018, kasus narkoba di Kudus meningkat

Pemilihan Presiden 2019 | 26 September 2018 - 14:25 WIB

Sandiaga tegaskan fokus pada isu ekonomi

Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 14:03 WIB

Presiden ingatkan Pemilu tidak jadi alasan perpecahan

Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 13:54 WIB

Mendagri temui Ombudsman klarifikasi persoalan Ibu Kota Maybrat

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 26 September 2018 - 14:25 WIB

Sandiaga tegaskan fokus pada isu ekonomi

Rabu, 26 September 2018 - 13:35 WIB

Sandiaga: Jangan `baper` soal laman `Skandal Sandiaga`

Rabu, 26 September 2018 - 12:50 WIB

Bawaslu akan awasi iklan kampanye Pemilu 2019

Rabu, 26 September 2018 - 12:06 WIB

Politisi Golkar sebut Yenny Wahid akan dukung Jokowi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com