Selasa, 11 Desember 2018 | 10:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Aktual Pemilu

Presiden ajak ulama pandai-pandai pilih pemimpin

Rabu, 11 Juli 2018 - 06:46 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Presiden Jokowi dalam acara Halal Bihalal dan Silaturrahim Nasional Ulama Muda Indonesia, Selasa (11/7). Sumber foto: https://bit.ly/2ua0Wb6
Presiden Jokowi dalam acara Halal Bihalal dan Silaturrahim Nasional Ulama Muda Indonesia, Selasa (11/7). Sumber foto: https://bit.ly/2ua0Wb6

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para ulama agar bisa mendidik masyarakat untuk pandai-pandai memilih pemimpin di tahun politik yang semakin memanas.

"Tahun ini kita memasuki tahun politik, tahun depan adalah tahun politik, kita harus mengajak masyarakat masuk tahun politik pandai memilih pemimpin," kata Presiden Jokowi dalam acara Halal Bihalal dan Silaturrahim Nasional Ulama Muda Indonesia yang tergabung dalam Solidaritas Ulama Muda Jokowi (SAMAWI), di Sentul International Convention Centre (SICC), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/7).

Dalam forum yang dihadiri 15.000 ulama muda dari berbagai provinsi itu, Presiden berpesan agar ulama memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, tetangga, teman, saudara, teman sedaerah, dan siapapun sesuai fakta dan bukti yang ada.

Presiden ingin agar ulama tidak terjebak untuk ikut serta mengabarkan berita bohong, hoax, terutama di media sosial. 

"Ini harus kita jaga. Dalam pilih pemimpin sampaikan kepada teman dilihat rekam jejak seperti apa, track recordnya, prestasinya apa, kinerjanya apa, jangan sampai mudah masyarakat dihasut, jangan diberi kabar tidak betul, fakta tidak betul," katanya, dikutip Antara.

Menurut Presiden Jokowi, memang masyarakat di Tanah Air diberi kebebasan berekspresi, berpendapat, tapi tetap saja ada batasan, tata krama, sopan santun, dan etikanya. 

"Jangan sampai diberi kebebasan gampang mudah mencela, gampang cemooh orang lain, itu bukan nilai Islami yang diajarkan Rasulullah," tandasnya. 

Oleh karena itu, Presiden mengajak seluruh masyarakat khususnya ulama untuk berpikir penuh kecintaan, ke arah positif, dengan prasangka baik.

"Inilah yang akan menjadikan bangsa ini besar, kuat," pungkasnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 10:35 WIB

Granat Sumut: Pelajar diselamatkan dari pengaruh narkoba

Asia Pasific | 11 Desember 2018 - 10:26 WIB

Pendatang ilegal Yahudi serbu kompleks Masjid Al-Aqsha

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 10:17 WIB

Jadi prioritas, perbaikan jalan Padang-Pekanbaru yang putus

Musibah | 11 Desember 2018 - 10:08 WIB

Lokasi longsor di Jalan Jati Padang dipasang cerucuk

Musibah | 11 Desember 2018 - 09:59 WIB

Banjir genangi ruas jalan di Padang

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para ulama agar bisa mendidik masyarakat untuk pandai-pandai memilih pemimpin di tahun politik yang semakin memanas.

"Tahun ini kita memasuki tahun politik, tahun depan adalah tahun politik, kita harus mengajak masyarakat masuk tahun politik pandai memilih pemimpin," kata Presiden Jokowi dalam acara Halal Bihalal dan Silaturrahim Nasional Ulama Muda Indonesia yang tergabung dalam Solidaritas Ulama Muda Jokowi (SAMAWI), di Sentul International Convention Centre (SICC), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/7).

Dalam forum yang dihadiri 15.000 ulama muda dari berbagai provinsi itu, Presiden berpesan agar ulama memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, tetangga, teman, saudara, teman sedaerah, dan siapapun sesuai fakta dan bukti yang ada.

Presiden ingin agar ulama tidak terjebak untuk ikut serta mengabarkan berita bohong, hoax, terutama di media sosial. 

"Ini harus kita jaga. Dalam pilih pemimpin sampaikan kepada teman dilihat rekam jejak seperti apa, track recordnya, prestasinya apa, kinerjanya apa, jangan sampai mudah masyarakat dihasut, jangan diberi kabar tidak betul, fakta tidak betul," katanya, dikutip Antara.

Menurut Presiden Jokowi, memang masyarakat di Tanah Air diberi kebebasan berekspresi, berpendapat, tapi tetap saja ada batasan, tata krama, sopan santun, dan etikanya. 

"Jangan sampai diberi kebebasan gampang mudah mencela, gampang cemooh orang lain, itu bukan nilai Islami yang diajarkan Rasulullah," tandasnya. 

Oleh karena itu, Presiden mengajak seluruh masyarakat khususnya ulama untuk berpikir penuh kecintaan, ke arah positif, dengan prasangka baik.

"Inilah yang akan menjadikan bangsa ini besar, kuat," pungkasnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Senin, 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Senin, 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Senin, 10 Desember 2018 - 19:54 WIB

Wapres imbau pengawas Pemilu harus independen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com