Senin, 23 Juli 2018 | 12:59 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Saat Presiden `uji` ulama muda hafalan Pancasila

Rabu, 11 Juli 2018 - 07:05 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Presiden Jokowi dalam acara Halal Bihalal dan Silaturrahim Nasional Ulama Muda Indonesia, Selasa (11/7). Sumber foto: https://bit.ly/2JgyfxI
Presiden Jokowi dalam acara Halal Bihalal dan Silaturrahim Nasional Ulama Muda Indonesia, Selasa (11/7). Sumber foto: https://bit.ly/2JgyfxI

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang seorang ulama muda untuk naik ke panggung dan menguji hafalan Pancasila, di hadapan 15.000 orang yang hadir di Sentul International Convention Centre (SICC), Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/7), dalam acara Halal Bihalal dan Silaturrahim Nasional Ulama Muda Indonesia yang tergabung dalam Solidaritas Ulama Muda Jokowi (SAMAWI).

"Malam ini saya minta satu orang saja maju ke depan yang hafal Pancasila. Saya ingin menguji jangan-jangan ini jajaran pengurus atau relawan Samawi enggak hafal Pancasila. Tapi saya yakin Insyaallah hafal Pancasila," ujar Presiden Jokowi.

Seorang ulama muda bernama Benny yang berasal dari Karawang Barat pun naik ke panggung setelah mengacungkan jari.

"Nama saya Benny dari Karawang Barat," katanya.

Ia pun dipersilakan Presiden untuk langsung menyebutkan hafalan Pancasila.

Benny dengan tegas dan lantang menjawab tantangan Presiden sehingga mendapatkan hadiah sepeda dari Presiden.

"Sepedanya mana Pak?" tanya Benny setelah selesai menjawab tantangan Presiden.

"Sebentar, sebentar. Apa bawa sepeda? Ya Kang Benny diberi satu sepeda," kata Presiden.

Selain Benny, Presiden juga memberikan kesempatan kepada peserta perempuan yang hadir dalam acara Samawi itu untuk naik ke panggung.

"Negara kita ini negara besar dari Sabang sampai Merauke, Indonesia dua pertiganya air, di dalam air banyak ikan. Ini untuk yang wanita. Sebutkan 10 nama ikan. Kalau enggak hafal jangan maju," katanya.

Seorang perempuan bernama Aya yang berasal dari Parung Panjang Bogor pun maju dan menyebutkan nama-nama ikan yang diminta.

"Ikan teri, ikan tongkol, ikan paus, hiu, pari, gabus, mujair, emas, lalu...," ia pun kebingungan karena mengaku grogi.

"Grogi saya dekat Bapak," kata Aya.

"Ikan grogi tidak ada itu. Ayo kurang dua apa lagi?" Tanya Presiden.

"Ikan cupang, ikan piranha," katanya.

"Ikan piranha bukan ikan Indonesia," kata Presiden.

"Ikan gurameh. Salam dari warga Parung Panjang Pak," kata Aya.

"Iya, iya saya beri sepeda. Nanti kalau enggak bisa bawa bisa dikirim. Tapi dipegang dulu," kata Presiden.

Ribuan orang yang hadir pun riuh bertepuk tangan.

Pada kesempatan itu, ribuan anggota SAMAWI tersebut menggelar deklarasi mendukung Joko Widodo untuk meneruskan periode keduanya sebagai Presiden RI, demikian Antara

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Juli 2018 - 12:58 WIB

Pengamat: Pemeliharaan tiket KRL selesai Senin siang

Aktual Dalam Negeri | 23 Juli 2018 - 12:38 WIB

Jaksa Agung harap jajarannya kawal pemerintahan Indonesia

Hukum | 23 Juli 2018 - 12:11 WIB

Ketua KPK: OTT di Lapas Sukamiskin penting

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com