Senin, 17 Desember 2018 | 15:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Emas berjangka melemah akibat penguatan dolar AS

Rabu, 11 Juli 2018 - 08:08 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KXhsEP
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KXhsEP

Elshinta.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhir perdagangan Selasa (10/7) waktu setempat, karena dolar AS yang lebih kuat memberikan tekanan terhadap logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus, turun 4,2 dolar AS atau 0,33 persen, menjadi ditutup di 1.255,4 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,09 persen menjadi 94,16 pada pukul 19.30 GMT.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sehari sebelumnya, meski dolar AS menguat emas berjangka berakhir lebih tinggi, karena para investor beralih ke pembelian "safe-haven" di tengah gesekan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Eskalasi perang dagang tersebut terlihat memicu selera terhadap aset-aset "safe haven" seperti emas.

Para investor sangat khawatir tentang dampak dari gesekan perdagangan antara dua ekonomi teratas dunia, setelah Amerika Serikat mulai memberlakukan tarif tambahan 25 persen pada produk-produk impor dari Tiongkok senilai 34 miliar dolar AS pada Jumat (6/7) lalu, demikian Xinhua yang dilansir Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 17 Desember 2018 - 15:24 WIB

Polri lebih aktif pantau pergerakan pengguna internet

Aktual IPTEK | 17 Desember 2018 - 15:14 WIB

Tito: Polri harus beradaptasi dengan perkembangan zaman

Hankam | 17 Desember 2018 - 15:06 WIB

Polri kerahkan 84 ribu personel amankan Natal dan Tahun Baru

Aktual SDGs | 17 Desember 2018 - 14:57 WIB

Wapres: Pengurangan kesenjangan belum tercapai

Bencana Alam | 17 Desember 2018 - 14:45 WIB

Kementerian ESDM laporkan capaian tim siaga bencana Sulteng

Elshinta.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhir perdagangan Selasa (10/7) waktu setempat, karena dolar AS yang lebih kuat memberikan tekanan terhadap logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus, turun 4,2 dolar AS atau 0,33 persen, menjadi ditutup di 1.255,4 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,09 persen menjadi 94,16 pada pukul 19.30 GMT.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sehari sebelumnya, meski dolar AS menguat emas berjangka berakhir lebih tinggi, karena para investor beralih ke pembelian "safe-haven" di tengah gesekan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Eskalasi perang dagang tersebut terlihat memicu selera terhadap aset-aset "safe haven" seperti emas.

Para investor sangat khawatir tentang dampak dari gesekan perdagangan antara dua ekonomi teratas dunia, setelah Amerika Serikat mulai memberlakukan tarif tambahan 25 persen pada produk-produk impor dari Tiongkok senilai 34 miliar dolar AS pada Jumat (6/7) lalu, demikian Xinhua yang dilansir Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com