Jumat, 16 November 2018 | 15:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Emas berjangka melemah akibat penguatan dolar AS

Rabu, 11 Juli 2018 - 08:08 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KXhsEP
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KXhsEP

Elshinta.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhir perdagangan Selasa (10/7) waktu setempat, karena dolar AS yang lebih kuat memberikan tekanan terhadap logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus, turun 4,2 dolar AS atau 0,33 persen, menjadi ditutup di 1.255,4 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,09 persen menjadi 94,16 pada pukul 19.30 GMT.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sehari sebelumnya, meski dolar AS menguat emas berjangka berakhir lebih tinggi, karena para investor beralih ke pembelian "safe-haven" di tengah gesekan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Eskalasi perang dagang tersebut terlihat memicu selera terhadap aset-aset "safe haven" seperti emas.

Para investor sangat khawatir tentang dampak dari gesekan perdagangan antara dua ekonomi teratas dunia, setelah Amerika Serikat mulai memberlakukan tarif tambahan 25 persen pada produk-produk impor dari Tiongkok senilai 34 miliar dolar AS pada Jumat (6/7) lalu, demikian Xinhua yang dilansir Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 16 November 2018 - 15:24 WIB

Bulog salurkan beras ke wilayah banjir Riau

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 15:15 WIB

Komnas HAM beri masukan ke Presiden soal KSAD baru

Lingkungan | 16 November 2018 - 15:06 WIB

Banyak program restorasi gambut gagal, ini penyebabnya

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 14:55 WIB

Presiden yakin tujuh mimpi anak bangsa di Kapsul Waktu bisa terwujud, jika...

Aktual Olahraga | 16 November 2018 - 14:47 WIB

Kasdam I/BB berangkatkan 32 atlet Yong Moo Do ke Bali

Musibah | 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

Elshinta.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhir perdagangan Selasa (10/7) waktu setempat, karena dolar AS yang lebih kuat memberikan tekanan terhadap logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus, turun 4,2 dolar AS atau 0,33 persen, menjadi ditutup di 1.255,4 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,09 persen menjadi 94,16 pada pukul 19.30 GMT.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sehari sebelumnya, meski dolar AS menguat emas berjangka berakhir lebih tinggi, karena para investor beralih ke pembelian "safe-haven" di tengah gesekan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Eskalasi perang dagang tersebut terlihat memicu selera terhadap aset-aset "safe haven" seperti emas.

Para investor sangat khawatir tentang dampak dari gesekan perdagangan antara dua ekonomi teratas dunia, setelah Amerika Serikat mulai memberlakukan tarif tambahan 25 persen pada produk-produk impor dari Tiongkok senilai 34 miliar dolar AS pada Jumat (6/7) lalu, demikian Xinhua yang dilansir Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com