Senin, 19 November 2018 | 04:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hankam

Polisi diberi tenggat waktu berantas kejahatan jalanan, sebulan!

Rabu, 11 Juli 2018 - 07:56 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin. Sumber foto: https://bit.ly/2yTpXMu
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin. Sumber foto: https://bit.ly/2yTpXMu

Elshinta.com - Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menegaskan bahwa anggotanya harus bergerak cepat menuntaskan kasus kejahatan jalanan atau street crime. Ia pun memberi waktu selama sebulan.

Dia tidak ingin kejahatan jalanan dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan perhelatan Asian Games 2018. 

“Saya sudah bikin pernyataan bahwa namanya street crime itu gampang mengatasinya, gampang menanganinya. Oleh karena itu, kita beri waktu satu bulan,” tegas Syafruddin, Selasa (10/7), seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri

Menurut Syafruddin, penanganan kasus begal, jambret, copet, dan kejahatan jalanan lainnya itu sama seperti miras oplosan yang gampang dituntaskan. Tinggal tergantung aparat yang menindak.

Jenderal bintang tiga itu mengancam akan mencopot jabatan anak buahnya jika tidak becus mengurus kasus kejahatan jalanan dalam waktu sebulan.

“Kita akan evaluasi pemimpinnya, Kapolresnya, Kapolseknya, kita tinggal ganti aja, kan gampang. Satu bulan saya kasih waktu. Satu bulan tidak selesai kita ganti, gampang,” tandas Syafruddin. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menegaskan bahwa anggotanya harus bergerak cepat menuntaskan kasus kejahatan jalanan atau street crime. Ia pun memberi waktu selama sebulan.

Dia tidak ingin kejahatan jalanan dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan perhelatan Asian Games 2018. 

“Saya sudah bikin pernyataan bahwa namanya street crime itu gampang mengatasinya, gampang menanganinya. Oleh karena itu, kita beri waktu satu bulan,” tegas Syafruddin, Selasa (10/7), seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri

Menurut Syafruddin, penanganan kasus begal, jambret, copet, dan kejahatan jalanan lainnya itu sama seperti miras oplosan yang gampang dituntaskan. Tinggal tergantung aparat yang menindak.

Jenderal bintang tiga itu mengancam akan mencopot jabatan anak buahnya jika tidak becus mengurus kasus kejahatan jalanan dalam waktu sebulan.

“Kita akan evaluasi pemimpinnya, Kapolresnya, Kapolseknya, kita tinggal ganti aja, kan gampang. Satu bulan saya kasih waktu. Satu bulan tidak selesai kita ganti, gampang,” tandas Syafruddin. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com