Selasa, 11 Desember 2018 | 10:36 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Disperindag Sleman luncurkan e-retribusi pedagang pasar tradisional

Rabu, 11 Juli 2018 - 09:36 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2JbMPqh
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2JbMPqh

Elshinta.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, meluncurkan e-retribusi untuk memudahkan pedagang pasar tradisional membayar retribusi harian.

"E-retribusi adalah sistem pembayaran retribusi melalui bank secara langsung oleh pedagang pasar, baik melalui ATM maupun ke teller," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Tri Endah Yitnani di Sleman, Rabu (11/7).

Menurut dia, e-retribusi ini akan diresmikan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo berbarengan dengan pembukaan Pameran Potensi Daerah Sleman 2018 di Lapangan Denggung, Kamis (12/7) besok.

"Tujuan e-retribusi selain untuk mendukung Sleman 'smart regency' juga untuk meningkatkan akuntabilitas, efisiensi, kecepatan dan ketepatan pengelolaan retribusi," katanya, dikutip Antara.

Ia mengatakan, e-retribusi ini diharapkan untuk bisa menekan kebocoran retribusi karena kadang lupa tidak disetor ke kas daerah dan mengganti sistem penarikan secara langsung. Meski demikian, menurut Tri, untuk tahap awal e-retribusi baru diterapkan di empat pasar tradisional yakni Pasar Sleman, Pasar Cebongan, Pasar Genan dan Pasar Prambanan.

"Sementara e-retribusi ini juga hanya untuk pedagang kios di pasar tradisional, sedangkan pedagang 'tlasar' di los masih ditarik retribusi secara langsung, hanya saja yang semula ditarik setiap hari menjadi satu minggu sekali," katanya.

Ia mengatakan, besaran retribusi pasar tradisional di Sleman yakni sebesar Rp1.100 per hari, yang terdiri retribusi tempat dasaran Rp800 dan retribusi sampah atau jasa kebersihan Rp300.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 10:35 WIB

Granat Sumut: Pelajar diselamatkan dari pengaruh narkoba

Asia Pasific | 11 Desember 2018 - 10:26 WIB

Pendatang ilegal Yahudi serbu kompleks Masjid Al-Aqsha

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 10:17 WIB

Jadi prioritas, perbaikan jalan Padang-Pekanbaru yang putus

Musibah | 11 Desember 2018 - 10:08 WIB

Lokasi longsor di Jalan Jati Padang dipasang cerucuk

Musibah | 11 Desember 2018 - 09:59 WIB

Banjir genangi ruas jalan di Padang

Elshinta.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, meluncurkan e-retribusi untuk memudahkan pedagang pasar tradisional membayar retribusi harian.

"E-retribusi adalah sistem pembayaran retribusi melalui bank secara langsung oleh pedagang pasar, baik melalui ATM maupun ke teller," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Tri Endah Yitnani di Sleman, Rabu (11/7).

Menurut dia, e-retribusi ini akan diresmikan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo berbarengan dengan pembukaan Pameran Potensi Daerah Sleman 2018 di Lapangan Denggung, Kamis (12/7) besok.

"Tujuan e-retribusi selain untuk mendukung Sleman 'smart regency' juga untuk meningkatkan akuntabilitas, efisiensi, kecepatan dan ketepatan pengelolaan retribusi," katanya, dikutip Antara.

Ia mengatakan, e-retribusi ini diharapkan untuk bisa menekan kebocoran retribusi karena kadang lupa tidak disetor ke kas daerah dan mengganti sistem penarikan secara langsung. Meski demikian, menurut Tri, untuk tahap awal e-retribusi baru diterapkan di empat pasar tradisional yakni Pasar Sleman, Pasar Cebongan, Pasar Genan dan Pasar Prambanan.

"Sementara e-retribusi ini juga hanya untuk pedagang kios di pasar tradisional, sedangkan pedagang 'tlasar' di los masih ditarik retribusi secara langsung, hanya saja yang semula ditarik setiap hari menjadi satu minggu sekali," katanya.

Ia mengatakan, besaran retribusi pasar tradisional di Sleman yakni sebesar Rp1.100 per hari, yang terdiri retribusi tempat dasaran Rp800 dan retribusi sampah atau jasa kebersihan Rp300.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 08:56 WIB

ITJI hormati proses hukum oknum wartawan TV

Selasa, 11 Desember 2018 - 08:38 WIB

Polri bantah adanya operasi militer di Nduga Papua

Selasa, 11 Desember 2018 - 08:27 WIB

Ada empat kasus terkait KTP-el yang tengah ditangani

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com