Selasa, 25 September 2018 | 19:01 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

Sepakbola / Event

Piala Dunia 2018

Martinez: Kekalahan Belgia harus terbayar di posisi tiga

Rabu, 11 Juli 2018 - 09:46 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Pemain tim nasional Perancis Samuel Umtiti usai membobol gawang Belgia di Piala Dunia 2018 Rusia, Rabu (11/7) dini hari. Sumber foto: https://bit.ly/2KKhKzy
Pemain tim nasional Perancis Samuel Umtiti usai membobol gawang Belgia di Piala Dunia 2018 Rusia, Rabu (11/7) dini hari. Sumber foto: https://bit.ly/2KKhKzy

Elshinta.com - Pelatih Belgia Roberto Martinez mengatakan timnya harus membayar mahal harga kegagalan memanfaatkan peluang mereka melawan Perancis, tetapi sekarang mereka harus menyingkirkan kekecewaan dan fokus untuk finis ketiga di Piala Dunia.

Samuel Umtiti menyundul dari sudut untuk gol semata wayang dalam pertandingan itu untuk menyingkirkan Belgia, dan Martinez pun mengatakan bahwa untuk sementara dia juga senang karena timnya mampu mengatasi ancaman serangan balik Perancis meski para pemainnya tidak menunjukkan kepiawaian yang biasa mereka lakukan di depan gawang.

"Kami mengendalikan serangan balik mereka. Kami menguasai bola tetapi harus memberikan pujian atas cara Perancis bertahan. Kami tidak dapat menemukan sedikit keajaiban di depan gawang," kata dia.

Setelah timnya tertinggal, Martinez melepas Dembele dan menarik De Bruyne kembali ke lini tengah, dan meskipun Belgia tidak mendapatkan gol, mereka mengendalikan permainan lebih baik dan menciptakan lebih banyak peluang.

Dari memimpikan final Piala Dunia pertama, Belgia sekarang harus puas dengan playoff untuk tempat ketiga, tetapi Martinez mengatakan dia bangga dengan para pemainnya dan akan melakukan semua yang dia bisa untuk membuat mereka siap untuk pertandingan terakhir mereka di turnamen.

"Kekecewaan sangat besar. Ini (momen di) ruang ganti yang sangat menyedihkan saat ini. Saya tidak ingin pemain saya menjadi frustrasi dan kecewa. Kami perlu memahami ini sebagai pertandingan penting, tetapi saya sangat sulit menerima hal ini setelah pertandingan dengan emosi yang kami miliki hari ini. Ketika Anda memiliki ambisi untuk mencapai final, maka akan sulit secara individu dan kolektif untuk mempersiapkan pertandingan berikutnya." Demikian laporan Reuters yang dihimpun Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Perempuan | 25 September 2018 - 18:58 WIB

Cerita mantan TKW yang sukses membuka usaha tenun ikat

Aktual Dalam Negeri | 25 September 2018 - 18:45 WIB

Warga Gandus harapkan fasilitas air bersih dan perbaikan jalan

Aktual Dalam Negeri | 25 September 2018 - 18:30 WIB

Simulasi pengawalan Asian Para Games

Kriminalitas | 25 September 2018 - 18:18 WIB

Temu kangen dengan 1000 lebih warga Indonesia

Aktual Dalam Negeri | 25 September 2018 - 18:10 WIB

Sandiaga kunjungi sentra industri getuk goreng Haji Tohirin

Kriminalitas | 25 September 2018 - 17:58 WIB

Rumah untuk memproduksi ekstasi digerebek polisi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com