Senin, 16 Juli 2018 | 11:49 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

Dalam Negeri / Lingkungan

Menperin dorong industri farmasi solusi optimalkan kekayaan hayati

Rabu, 11 Juli 2018 - 09:28 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto. Sumber foto: https://bit.ly/2NDDQS6
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto. Sumber foto: https://bit.ly/2NDDQS6

Elshinta.com - Kementerian Perindustrian mendorong industri farmasi nasional untuk menciptakan produk biofarmasi dengan memanfaatkan sumber bahan baku alam, mengingat potensi besar yang ada di dalam negeri.

“Ke depan, biofarmasi akan menjadi solusi. Untuk itu, kita harus bisa mengoptimalkan kekayaan hayati yang kita miliki. Selanjutnya, riset dan pengembangan yang lebih intens juga harus terus dilakukan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangannya yang dihimpun Antara di Jakarta, Selasa (10/7).

Upaya ini seiring dengan langkah strategis dalam menerapkan revolusi industri 4.0 di Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor berbasis kimia. Menperin menjelaskan, guna memacu tumbuhnya inovasi produk di sektor industri, pemerintah tengah memfasilitasi pemberian insentif. 

Kemenperin mencatat, industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional tumbuh sebesar 6,85 persen pada tahun 2017.  Sedangkan, industri bahan kimia dan barang kimia termasuk di dalamnya industri kosmetik dan bahan kosmetik mengalami pertumbuhan sebesar 3,48 persen. 

“Industri tersebut pada tahun lalu diketahui memiliki kontribusi sebesar Rp67 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Tanah Air,” ungkap Airlangga.

Airlangga meyakini, Indonesia merupakan pasar yang cukup besar dan menjanjikan bagi produsen farmasi, kosmetik dan jamu seiring meningkatnya jumlah populasi penduduk dan tidak hanya menyasar kaum wanita. Kemudian, adanya tren masyarakat untuk kembali ke alam (back to nature) membuka peluang bagi produk jamu dan kosmetik berbahan alami seperti produk-produk spa yang berasal dari Bali.

“Produk-produk spa ini cukup banyak diminati wisatawan mancanegara. Dengan penguatan branding yang baik, diharapkan produk kosmetik nasional ke depannya dapat mencapai kesuksesan seperti produk-produk kosmetik dari luar negeri,” imbuhnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 16 Juli 2018 - 11:42 WIB

Dinkes sarankan warga kurangi penggunaan obat antibiotik

Aktual Dalam Negeri | 16 Juli 2018 - 11:30 WIB

Bulog siapkan 11.000 ton beras kemasan sachet

Aktual Dalam Negeri | 16 Juli 2018 - 11:19 WIB

BMKG deteksi lonjakan titik panas di Riau

Politik | 16 Juli 2018 - 11:08 WIB

KPK panggil dua tersangka suap DPRD Sumut

Ekonomi | 16 Juli 2018 - 10:53 WIB

IHSG dibuka melemah 2,16 poin

Aktual Dalam Negeri | 16 Juli 2018 - 10:45 WIB

Presiden Jokowi beri kuliah umum di ABN Nasdem

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Senin, 16 Juli 2018 - 11:30 WIB

Bulog siapkan 11.000 ton beras kemasan sachet

Senin, 16 Juli 2018 - 11:19 WIB

BMKG deteksi lonjakan titik panas di Riau

Senin, 16 Juli 2018 - 11:08 WIB

KPK panggil dua tersangka suap DPRD Sumut

Senin, 16 Juli 2018 - 10:53 WIB

IHSG dibuka melemah 2,16 poin

Senin, 16 Juli 2018 - 10:45 WIB

Presiden Jokowi beri kuliah umum di ABN Nasdem

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com