Menperin dorong industri farmasi solusi optimalkan kekayaan hayati
Rabu, 11 Juli 2018 - 09:28 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Dewi Rusiana
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto. Sumber foto: https://bit.ly/2NDDQS6

Elshinta.com - Kementerian Perindustrian mendorong industri farmasi nasional untuk menciptakan produk biofarmasi dengan memanfaatkan sumber bahan baku alam, mengingat potensi besar yang ada di dalam negeri.

“Ke depan, biofarmasi akan menjadi solusi. Untuk itu, kita harus bisa mengoptimalkan kekayaan hayati yang kita miliki. Selanjutnya, riset dan pengembangan yang lebih intens juga harus terus dilakukan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangannya yang dihimpun Antara di Jakarta, Selasa (10/7).

Upaya ini seiring dengan langkah strategis dalam menerapkan revolusi industri 4.0 di Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor berbasis kimia. Menperin menjelaskan, guna memacu tumbuhnya inovasi produk di sektor industri, pemerintah tengah memfasilitasi pemberian insentif. 

Kemenperin mencatat, industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional tumbuh sebesar 6,85 persen pada tahun 2017.  Sedangkan, industri bahan kimia dan barang kimia termasuk di dalamnya industri kosmetik dan bahan kosmetik mengalami pertumbuhan sebesar 3,48 persen. 

“Industri tersebut pada tahun lalu diketahui memiliki kontribusi sebesar Rp67 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Tanah Air,” ungkap Airlangga.

Airlangga meyakini, Indonesia merupakan pasar yang cukup besar dan menjanjikan bagi produsen farmasi, kosmetik dan jamu seiring meningkatnya jumlah populasi penduduk dan tidak hanya menyasar kaum wanita. Kemudian, adanya tren masyarakat untuk kembali ke alam (back to nature) membuka peluang bagi produk jamu dan kosmetik berbahan alami seperti produk-produk spa yang berasal dari Bali.

“Produk-produk spa ini cukup banyak diminati wisatawan mancanegara. Dengan penguatan branding yang baik, diharapkan produk kosmetik nasional ke depannya dapat mencapai kesuksesan seperti produk-produk kosmetik dari luar negeri,” imbuhnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 20 April 2019 - 21:37 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) bersama Balai Prasarana Permu...
Sabtu, 20 April 2019 - 07:38 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pertanian terus memacu peningkatan produksi komoditas pertanian...
Senin, 15 April 2019 - 21:59 WIB
Elshinta.com - Wali Kota Malang, Jawa Timur, Sutiaji mengungkapkan terkait banjir yang ter...
Sabtu, 13 April 2019 - 21:59 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 1.264 karung berisi limbah minyak, kembali dikumpulkan Dinas Lingkungan...
Rabu, 10 April 2019 - 20:37 WIB
Elshinta.com - Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II, U Saefudin Noer mengajak HydroGen...
Rabu, 10 April 2019 - 07:21 WIB
Elshinta.com - Pulau Ambon merupakan pulau indah dengan kekayaan alam melimpah. Pantai Pin...
Selasa, 09 April 2019 - 17:35 WIB
Elshinta.com - Penemuan sampah plastik di pesisir pantai yang telah berusia 19 tahun laman...
Minggu, 07 April 2019 - 11:17 WIB
Elshinta.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mengungkapkan wilayahnya sudah...
Jumat, 05 April 2019 - 07:56 WIB
Elshinta.com - Perhutanan Sosial di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang hingga Maret 2019 c...
Kamis, 04 April 2019 - 18:27 WIB
Elshinta.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berencana membangun rumah daur u...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)