Rabu, 21 November 2018 | 09:55 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Waspadai, ini contoh kejadian modus penipuan `anak korban kecelakaan`

Rabu, 11 Juli 2018 - 08:44 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Seorang warga di Tanjungpinang, NK, pada Selasa (10/7) siang, dihubungi oleh orang-orang tidak dikenal. Penelepon mengaku sebagai pihak rumah sakit dan menginformasikan bahwa anak dari pewarta Antara tersebut kecelakaan saat berada di sekolah.

NK pun menahan ketawa karena anak yang disebut penelepon itu berada di sampingnya. Lagi pula sekarang ini pelajar sedang libur sekolah.

"Pelaku penipuan ini bodoh," kata NK.

NK pun pura-pura panik dan meminta nomor telepon kepada penipu yang tidak menyebutkan namanya itu kepada pihak rumah sakit. Pelaku penipuan ini kemudian memberi nomor ponsel atas nama dr Yosep Handoko. NK kemudian menghubungi orang yang mengaku sebagai dr Yosep Handoko.

Komunikasi dengan orang yang berperan sebagai dr Yosep itu berjalan lancar.

"Si penipu gunakan bahasa medis untuk meyakinkan saya. Tempurung otak anak saya katanya rusak sehingga harus diganti. Si penipu mengatakan sudah memesan tempurung otak anak saya di Apotek Kimia Farma. Saya rasanya tidak tahan menahan ketawa mendengar tipuan itu," katanya.

Dokter palsu itu pun memberi nomor ponsel orang yang mengaku bekerja di apotek tersebut. Apoteker palsu itu kemudian minta uang sebesar Rp7,2 juta untuk membeli tempurung otak tersebut.

Namun ketika ditanya dimana alamat apotek tersebut, apoteker palsu itu hanya mengatakan dekat dalam rumah sakit. Ketika diminta nomor rekening bank untuk mengirim uang Rp7,2 juta, apoteker palsu itu segera mengirimnya.

Uang tidak dikirim, meski berulang kali penipu tersebut memintanya, hingga akhirnya mengeluarkan kalimat yang tidak sopan.

"Saya tertawa terbahak-bahak mendengar. Dari awal, penipu pertama hingga penipu ketiga masing-masing tidak menyebutkan tempat atau daerah," katanya.

Sebelumnya, Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi, di Tanjungpinang, Selasa, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penipuan yang dilakukan kelompok terorganisir melalui komunikasi via telepon seluler. Modus penipuan itu di antaranya dilakukan dengan cara menginformasikan bahwa anak dari calon korban mengalami kecelakaan.

"Kami berharap masyarakat lebih cermat dan bijak ketika mendapatkan informasi yang belum jelas, jangan mau digiring untuk mengirimkan uang dengan alasan apapun," jelas Kapolres, dikutip Antara

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 21 November 2018 - 09:35 WIB

NGO: Israel tangkap 900 anak Palestina tahun ini

Hankam | 21 November 2018 - 09:14 WIB

Polri-Ukraina tingkatkan kerja sama keamanan siber

Liga Eropa | 21 November 2018 - 09:04 WIB

Polandia tahan imbang Portugal 1-1

Aktual Sepakbola | 21 November 2018 - 08:55 WIB

Tim dokter nyatakan cedera Neymar tidak serius

Elshinta.com - Seorang warga di Tanjungpinang, NK, pada Selasa (10/7) siang, dihubungi oleh orang-orang tidak dikenal. Penelepon mengaku sebagai pihak rumah sakit dan menginformasikan bahwa anak dari pewarta Antara tersebut kecelakaan saat berada di sekolah.

NK pun menahan ketawa karena anak yang disebut penelepon itu berada di sampingnya. Lagi pula sekarang ini pelajar sedang libur sekolah.

"Pelaku penipuan ini bodoh," kata NK.

NK pun pura-pura panik dan meminta nomor telepon kepada penipu yang tidak menyebutkan namanya itu kepada pihak rumah sakit. Pelaku penipuan ini kemudian memberi nomor ponsel atas nama dr Yosep Handoko. NK kemudian menghubungi orang yang mengaku sebagai dr Yosep Handoko.

Komunikasi dengan orang yang berperan sebagai dr Yosep itu berjalan lancar.

"Si penipu gunakan bahasa medis untuk meyakinkan saya. Tempurung otak anak saya katanya rusak sehingga harus diganti. Si penipu mengatakan sudah memesan tempurung otak anak saya di Apotek Kimia Farma. Saya rasanya tidak tahan menahan ketawa mendengar tipuan itu," katanya.

Dokter palsu itu pun memberi nomor ponsel orang yang mengaku bekerja di apotek tersebut. Apoteker palsu itu kemudian minta uang sebesar Rp7,2 juta untuk membeli tempurung otak tersebut.

Namun ketika ditanya dimana alamat apotek tersebut, apoteker palsu itu hanya mengatakan dekat dalam rumah sakit. Ketika diminta nomor rekening bank untuk mengirim uang Rp7,2 juta, apoteker palsu itu segera mengirimnya.

Uang tidak dikirim, meski berulang kali penipu tersebut memintanya, hingga akhirnya mengeluarkan kalimat yang tidak sopan.

"Saya tertawa terbahak-bahak mendengar. Dari awal, penipu pertama hingga penipu ketiga masing-masing tidak menyebutkan tempat atau daerah," katanya.

Sebelumnya, Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi, di Tanjungpinang, Selasa, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penipuan yang dilakukan kelompok terorganisir melalui komunikasi via telepon seluler. Modus penipuan itu di antaranya dilakukan dengan cara menginformasikan bahwa anak dari calon korban mengalami kecelakaan.

"Kami berharap masyarakat lebih cermat dan bijak ketika mendapatkan informasi yang belum jelas, jangan mau digiring untuk mengirimkan uang dengan alasan apapun," jelas Kapolres, dikutip Antara

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com