Jumat, 16 November 2018 | 15:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Lingkungan

Perluasan ganjil-genap efektif perbaiki kualitas udara Jakarta

Rabu, 11 Juli 2018 - 09:01 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2sKRtGf
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2sKRtGf

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya memperbaiki kualitas udara Ibukota untuk menyambut Asian Games 2018, salah satunya dengan perluasan penerapan sistem ganjil-genap dan langkah ini terbukti efektif memperbaiki kualitas udara Ibukota.

Kepala Dinas Lingkungan DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, telah terjadi penurunan konsentrasi gas CO, NO dan HC selama penerapan perluasan sistem ganjil genap, yang mana polutan jenis ini bersumber dari kendaraan bermotor. 

"Hasil monitoring kualitas udara di Stasiun DKI 1 Bundaran Hotel Indonesia terjadi penurunan konsentrasi CO sebesar 1,7 persen, konsentrasi NO turun sebesar 14,7 persen dan konsentrasi HC turun sebesar 1,37 persen," kata Isnawa di Jakarta, Rabu (11/7), sebagaimana dilansir dari Antara.

Sementara itu, lanjut dia, di Stasiun DKI 2 Kelapa Gading terpantau terjadi penurunan konsentrasi CO sebesar 1,15 persen, kosentrasi NO turun 7,03 persen, dan NO2 turun sebesar 2,01 persen. Sedangkan, di Stasiun DKI 4 Lubang Buaya terjadi penurunan kosentrasi CO sebesar 1,12 persen dan NO sebesar 7,46 persen. Meski demikain, ia menjelaskan, bahwa parameter kualitas udara PM-10 yaitu partikel udara atau debu yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron masih sedikit tinggi di kawasan proyek pembangunan MRT, LRT dan penataan trotoar di Jalan Sudirman-Thamrin.

“Secara umum, sebenarnya semua parameter kualitas udara Jakarta masih di bawah baku mutu. Terlebih lagi dengan penerapan ganjil genap ini, polutan-polutan yang bersumber dari kendaraan bermotor semakin berkurang, ” katanya.

Salah satu parameter keberhasilan penyelenggaraan Asian Games XVII adalah terciptanya udara bersih. "Masyarakat juga dapat berperan dalam menyukseskan Asian Games dengan menggunakan transportasi umum, sehingga kepadatan kendaraan berkurang dan udara menjadi bersih,” kata Isnawa.

Strategi lain yang ditempuh Pemprov DKI Jakarta dalam memperbaiki kualitas udara jelang Asian Games adalah mengelar uji emisi secara masif sejak tahun lalu. Hingga saat ini, Isnawa menjelskan, sudah ada 218 bengkel uji emisi yang bersertifikasi dan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup melalui aplikasi e-uji emisi. Diharapkan seluruh kendaraan panitia penyelenggaraan Asian Games, angkutan umum yang bertrayek di sekitar venue dan wisma atlit, serta Kendaraan Dinas Operasional Provinsi DKI Jakarta sudah lulus uji emisi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 16 November 2018 - 15:24 WIB

Bulog salurkan beras ke wilayah banjir Riau

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 15:15 WIB

Komnas HAM beri masukan ke Presiden soal KSAD baru

Lingkungan | 16 November 2018 - 15:06 WIB

Banyak program restorasi gambut gagal, ini penyebabnya

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 14:55 WIB

Presiden yakin tujuh mimpi anak bangsa di Kapsul Waktu bisa terwujud, jika...

Aktual Olahraga | 16 November 2018 - 14:47 WIB

Kasdam I/BB berangkatkan 32 atlet Yong Moo Do ke Bali

Musibah | 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya memperbaiki kualitas udara Ibukota untuk menyambut Asian Games 2018, salah satunya dengan perluasan penerapan sistem ganjil-genap dan langkah ini terbukti efektif memperbaiki kualitas udara Ibukota.

Kepala Dinas Lingkungan DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, telah terjadi penurunan konsentrasi gas CO, NO dan HC selama penerapan perluasan sistem ganjil genap, yang mana polutan jenis ini bersumber dari kendaraan bermotor. 

"Hasil monitoring kualitas udara di Stasiun DKI 1 Bundaran Hotel Indonesia terjadi penurunan konsentrasi CO sebesar 1,7 persen, konsentrasi NO turun sebesar 14,7 persen dan konsentrasi HC turun sebesar 1,37 persen," kata Isnawa di Jakarta, Rabu (11/7), sebagaimana dilansir dari Antara.

Sementara itu, lanjut dia, di Stasiun DKI 2 Kelapa Gading terpantau terjadi penurunan konsentrasi CO sebesar 1,15 persen, kosentrasi NO turun 7,03 persen, dan NO2 turun sebesar 2,01 persen. Sedangkan, di Stasiun DKI 4 Lubang Buaya terjadi penurunan kosentrasi CO sebesar 1,12 persen dan NO sebesar 7,46 persen. Meski demikain, ia menjelaskan, bahwa parameter kualitas udara PM-10 yaitu partikel udara atau debu yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron masih sedikit tinggi di kawasan proyek pembangunan MRT, LRT dan penataan trotoar di Jalan Sudirman-Thamrin.

“Secara umum, sebenarnya semua parameter kualitas udara Jakarta masih di bawah baku mutu. Terlebih lagi dengan penerapan ganjil genap ini, polutan-polutan yang bersumber dari kendaraan bermotor semakin berkurang, ” katanya.

Salah satu parameter keberhasilan penyelenggaraan Asian Games XVII adalah terciptanya udara bersih. "Masyarakat juga dapat berperan dalam menyukseskan Asian Games dengan menggunakan transportasi umum, sehingga kepadatan kendaraan berkurang dan udara menjadi bersih,” kata Isnawa.

Strategi lain yang ditempuh Pemprov DKI Jakarta dalam memperbaiki kualitas udara jelang Asian Games adalah mengelar uji emisi secara masif sejak tahun lalu. Hingga saat ini, Isnawa menjelskan, sudah ada 218 bengkel uji emisi yang bersertifikasi dan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup melalui aplikasi e-uji emisi. Diharapkan seluruh kendaraan panitia penyelenggaraan Asian Games, angkutan umum yang bertrayek di sekitar venue dan wisma atlit, serta Kendaraan Dinas Operasional Provinsi DKI Jakarta sudah lulus uji emisi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com