Selasa, 11 Desember 2018 | 10:36 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Aktual Pemilu

Presiden imbau masyarakat cerdas gunakan hak pilih

Rabu, 11 Juli 2018 - 09:10 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Presiden Indonesia Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Sumber foto: https://bit.ly/2NDn8SW
Presiden Indonesia Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Sumber foto: https://bit.ly/2NDn8SW

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat agar cerdas dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan anggota Legislatif (Pileg) dan pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 mendatang.

“Tahun depan adalah tahun politik kita harus mengajak masyarakat masuk tahun politik untuk pandai memilih pemimpin,” kata Presiden Jokowi saat acara Halalbihalal dan Silaturahmi dengan Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi), di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/7) malam.

Presiden juga berpesan agar masyarakat tidak ikut menyebarkan berita bohong atau hoax. Ia minta agar dai muda juga turut memberikan info yang benar kepada masyarakat. Ditambah lagi, Presiden mengingatkan agar dalam memilih pemimpin hendaknya masyarakat melihat rekam jejak, kinerja, dan prestasinya.

“Dalam pilih pemimpin sampaikan kepada teman dilihat rekam jejak seperti apa, track recordnya, prestasinya apa, kinerjanya apa. Jangan sampai mudah masyarakat dihasut, jangan diberi kabar tidak betul, fakta tidak betul,” ungkap dia, dikutip dari laman resmi Sekretaris Kabinet RI.

Meskipun saat ini masyarakat memiliki kebebasan berekspresi dan berpendapat, Presiden mengingatkan, bahwa kebebasan tersebut ada batasnya, tata krama, sopan santun, dan etikanya.

“Jangan sampai diberi kebebasan gampang mudah mencela, gampang mencemooh orang lain, itu bukan nilai Islami yang diajari Rasulullah,” pungkasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 10:35 WIB

Granat Sumut: Pelajar diselamatkan dari pengaruh narkoba

Asia Pasific | 11 Desember 2018 - 10:26 WIB

Pendatang ilegal Yahudi serbu kompleks Masjid Al-Aqsha

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 10:17 WIB

Jadi prioritas, perbaikan jalan Padang-Pekanbaru yang putus

Musibah | 11 Desember 2018 - 10:08 WIB

Lokasi longsor di Jalan Jati Padang dipasang cerucuk

Musibah | 11 Desember 2018 - 09:59 WIB

Banjir genangi ruas jalan di Padang

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat agar cerdas dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan anggota Legislatif (Pileg) dan pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 mendatang.

“Tahun depan adalah tahun politik kita harus mengajak masyarakat masuk tahun politik untuk pandai memilih pemimpin,” kata Presiden Jokowi saat acara Halalbihalal dan Silaturahmi dengan Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi), di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/7) malam.

Presiden juga berpesan agar masyarakat tidak ikut menyebarkan berita bohong atau hoax. Ia minta agar dai muda juga turut memberikan info yang benar kepada masyarakat. Ditambah lagi, Presiden mengingatkan agar dalam memilih pemimpin hendaknya masyarakat melihat rekam jejak, kinerja, dan prestasinya.

“Dalam pilih pemimpin sampaikan kepada teman dilihat rekam jejak seperti apa, track recordnya, prestasinya apa, kinerjanya apa. Jangan sampai mudah masyarakat dihasut, jangan diberi kabar tidak betul, fakta tidak betul,” ungkap dia, dikutip dari laman resmi Sekretaris Kabinet RI.

Meskipun saat ini masyarakat memiliki kebebasan berekspresi dan berpendapat, Presiden mengingatkan, bahwa kebebasan tersebut ada batasnya, tata krama, sopan santun, dan etikanya.

“Jangan sampai diberi kebebasan gampang mudah mencela, gampang mencemooh orang lain, itu bukan nilai Islami yang diajari Rasulullah,” pungkasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Senin, 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Senin, 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Senin, 10 Desember 2018 - 19:54 WIB

Wapres imbau pengawas Pemilu harus independen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com