Senin, 17 Desember 2018 | 15:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pembangunan

Kemenkumham akan bangun rutan narkotika di Bangka Tengah

Rabu, 11 Juli 2018 - 09:54 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2NI3pSc
Sumber foto: https://bit.ly/2NI3pSc

Elshinta.com - Kanwil Kemenkumham Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan membangun rumah tahanan khusus narkotika di Kabupaten Bangka Tengah, sebagai upaya mengurangi kelebihan kapasitas penghuni lapas narkoba di daerah itu.

"Dalam tahun ini kita akan segera membangun rutan di Bangka Tengah," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Kepulauan Babel Sulistiarso di Pangkalpinang, Rabu (11/7), dikutip dari laman Antara.

Ia mengatakan untuk mempercepat pembangunan rutan narkotika ini, pihaknya akan menggunakan dana BNNP dan belanja modal di masing-masing lembaga permasyarakatan di provinsi ini. "Saat ini kita sedang melakukan langkah-langkah pembebasan lahan di lokasi pembangunan rutan tersebut," ujarnya.

Menurut dia lahan pembangunan rutan ini merupakan hibah dari Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pembinaan dan pemberdayaan narapidana narkotika. "Mudah-mudahan dengan pembangunan rutan ini dapat mengatasi masalah kelebihan kapasitas narapidana dan tahanan kasus narkoba di Lapas Narkotika Kelas II Pangkalpinang yang cukup tinggi," katanya.

Ia mengatakan saat ini jumlah narapidana dan tahanan mencapai 859 orang, sedang kapasitas hanya 450 orang, dengan dengan rincian narapidana 720 orang dan tahanan 139 orang.

"Saat ini untuk mengatasi kelebihan kapasitas hunian lapas, kita sebisa mungkin memberikan pembinaan keagamaan, keterampilan, perbengkelan dan lainnya sehingga narapidana serta tahanan dapat beraktivitas di luar ruang tahanan," ujarnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 17 Desember 2018 - 15:24 WIB

Polri lebih aktif pantau pergerakan pengguna internet

Aktual IPTEK | 17 Desember 2018 - 15:14 WIB

Tito: Polri harus beradaptasi dengan perkembangan zaman

Hankam | 17 Desember 2018 - 15:06 WIB

Polri kerahkan 84 ribu personel amankan Natal dan Tahun Baru

Aktual SDGs | 17 Desember 2018 - 14:57 WIB

Wapres: Pengurangan kesenjangan belum tercapai

Bencana Alam | 17 Desember 2018 - 14:45 WIB

Kementerian ESDM laporkan capaian tim siaga bencana Sulteng

Elshinta.com - Kanwil Kemenkumham Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan membangun rumah tahanan khusus narkotika di Kabupaten Bangka Tengah, sebagai upaya mengurangi kelebihan kapasitas penghuni lapas narkoba di daerah itu.

"Dalam tahun ini kita akan segera membangun rutan di Bangka Tengah," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Kepulauan Babel Sulistiarso di Pangkalpinang, Rabu (11/7), dikutip dari laman Antara.

Ia mengatakan untuk mempercepat pembangunan rutan narkotika ini, pihaknya akan menggunakan dana BNNP dan belanja modal di masing-masing lembaga permasyarakatan di provinsi ini. "Saat ini kita sedang melakukan langkah-langkah pembebasan lahan di lokasi pembangunan rutan tersebut," ujarnya.

Menurut dia lahan pembangunan rutan ini merupakan hibah dari Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pembinaan dan pemberdayaan narapidana narkotika. "Mudah-mudahan dengan pembangunan rutan ini dapat mengatasi masalah kelebihan kapasitas narapidana dan tahanan kasus narkoba di Lapas Narkotika Kelas II Pangkalpinang yang cukup tinggi," katanya.

Ia mengatakan saat ini jumlah narapidana dan tahanan mencapai 859 orang, sedang kapasitas hanya 450 orang, dengan dengan rincian narapidana 720 orang dan tahanan 139 orang.

"Saat ini untuk mengatasi kelebihan kapasitas hunian lapas, kita sebisa mungkin memberikan pembinaan keagamaan, keterampilan, perbengkelan dan lainnya sehingga narapidana serta tahanan dapat beraktivitas di luar ruang tahanan," ujarnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com