Presiden minta Polri tingkatkan kinerja, buang budaya koruptif
Rabu, 11 Juli 2018 - 10:25 WIB | Penulis : Devi Novitasari | Editor : Dewi Rusiana
Presiden Joko Widodo. Sumber foto: https://bit.ly/2HLbWAe

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta segenap anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus meningkatkan kinerja dan membuang budaya koruptif.

"Saya instruksikan seluruh jajaran kepolisian RI untuk terus tingkatkan kinerjanya, yaitu membuang budaya koruptif, hindari tindakan yang berlebihan dan tingkatkan kepercayaan publik," kata Presiden Joko Widodo pada acara peringatan Hari Bhayangkara ke-72 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7).

"Mantapkan soliditas internal dan profesional Polri untuk menumbuhkan dan memperkokoh semangat kebersamaan menghadapi tantangan yang semakin kompleks," katanya dalam acara yang dihadiri pula oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian serta para pejabat Polri itu.

Presiden juga menginstruksikan kepada anggota Polri untuk memperbaiki kelemahan internal dalam penegakkan hukum serta mengedepankan langkah pencegahan dan tindakan humanis dalam menangani persoalan sosial.

"Tingkatkan komunikasi, koordinasi dengan aparat TNI dan semua elemen bngsa dan masyarakat dalam menjalankan tugas," katanya.

Ia mengatakan dengan meningkatkan soliditas dan profesionalisme, Polri akan menjadi institusi yang dipercaya oleh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus pengayom masyarakat.

"Dirgahayu kepolisian, terus tegakkan Rastra Sewakottama, abdi utama nusa dan bangsa, selamat bertugas," kata Presiden.

Dikutip dari laman Antara, dalam acara tersebut, Presiden juga menganugerahkan tanda kehormatan bintang Bhayangkara Nararya kepada empat orang anggota Polri, termasuk Brigjen (Pol) Teddy Minahasa dari Propam Polri yang merupakan lulusan terbaik Lemhanas angkatan 2017 dan Kombes Suhendri, Kepala Korps Pembinaan Taruna dan Siswa Direktorat Pembinaan dan Pelatihan (Kakorbintarsis) Lemdiklat Polri.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 25 April 2019 - 09:22 WIB
Elshinta.com - Dua warga negara Indonesia (WNI), Sumartini Bt M Galisung, asal Sumbawa, Nu...
Kamis, 25 April 2019 - 09:03 WIB
Elshinta.com - Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2019 akan dipusatkan di Kota Lembang...
Kamis, 25 April 2019 - 07:13 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita dokumen-dokumen terkait pembahas...
Rabu, 24 April 2019 - 21:05 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 21 TPS dikabupaten Kudus, Jawa Tengah melakukan penghitungan surat suar...
Rabu, 24 April 2019 - 20:46 WIB
Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat tidak terjebak dalam perse...
Rabu, 24 April 2019 - 19:59 WIB
Elshinta.com - Hingga Rabu (24/4) malam, pukul 19:45:04 WIB, data yang masuk di Sistem Informas...
Rabu, 24 April 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila menyampaikan bahwa tidak...
Rabu, 24 April 2019 - 19:15 WIB
Elshinta.com - Adanya pengakuan sebagai penganut kepercayaan oleh pemerintah pasca putusan...
Rabu, 24 April 2019 - 18:44 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu menganggap saat in...
Rabu, 24 April 2019 - 18:06 WIB
Elshinta.com - Pengamat Politik UIN Jakarta A Bakir Ihsan meminta semua pihak untuk memercayai ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)