Senin, 19 November 2018 | 04:43 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Menkopolhukam Wiranto buka seminar IIDS 2018

Rabu, 11 Juli 2018 - 12:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Dewi Rusiana
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto. Sumber foto: https://bit.ly/2zuQNuI
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto. Sumber foto: https://bit.ly/2zuQNuI

Elshinta.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto membuka seminar Indonesia International Defence Science (IIDS) ke-2 Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan selama dua hari Rabu dan Kamis (12/7), di kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/7).

Seminar IIDS mengangkat tema memperkuat diplomasi pertahanan untuk membicarakan tantangan dan ancaman keamanan bersama atau "Strengthening Defence Diplomacy to Address Common Security Challenges". Tema ini diangkat untuk menjawab tantangan keamanan global dan dinamika lingkungan strategis pada tingkat regional maupun global. Kehadiran Wiranto itu mewakili Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir untuk membuka seminar ini.

"Saya mewakili Presiden Jokowi yang sedianya akan hadir dalam pembukaan seminar IIDS, namun karena kesibukan beliau yang sangat padat, maka saya ditunjuk untuk membuka seminar ini," kata Wiranto.

Ia berharap dengan seminar yang menghadirkan para pakar pertahanan dunia dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran yang positif bagi kebijakan-kebijakan strategis pertahanan. Menurut dia, sejak bangsa Indonesia didirikan, Indonesia telah berkomitmen untuk ikut dalam perdamaian dunia, yang tercantum dalam UUD 1945. "Tema yang diusung ini sangat relevan dengan amanat konstitusi karena diplomasi pertahanan merupakan salah satu cara menciptakan perdamaian," katanya.

Menko Polhukam menegaskan perdamaian dunia harus diperjuangkan untuk diwujudkan. Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen yang tinggi, kerja keras yang berkelanjutan.

Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNl Dr Yoedhi Swastanto menyampaikan bahwa IIDS merupakan seminar internasional yang diadakan dalam rangka mengatasi tantangan keamanan global ditinjau dari perspektif diplomasi pertahanan. "Seminar IIDS juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pertahanan," katanya.

Selain itu, Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan Laksamana Muda TNI Dr Amarulla Octavian sebagai Ketua IIDS menjelaskan, seminar ini bertujuan untuk menggali pemikiran-pemikiran baru dari para ilmuwan, dan di dalam pelaksanaannya mencermati tatanan global sebagai alternatif pengelolaan tatanan yang lebih adil guna menjamin keamanan dan kesejahteraan global.

Menurut dia, ada tiga sasaran seminar IIDS kali ini, yakni sukses akademik, sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan, berfokus pada pencapaian pengakuan ilmu pertahanan sebagai disiplin ilmu setara dengan rumpun ilmu lainnya secara nasional dan internasional sekaligus diakuinya kemampuan Unhan dalam menyelenggarakan event internasional yang memiliki standar tinggi.

Dikutip dari Antara, terdapat 24 orang pembicara yang terdiri dari 14 pakar dari luar negeri, 3 dari organisasi internasional dan 7 dari Indonesia. Pembicara luar negeri berjumlah 2 orang dari Amerika Serikat, 2 dari Rusia, 2 dari Inggris, serta masing-masing satu orang dari Australia, India, Jepang, Cina, Bulgaria, Bangladesh, Filipina, Malaysia, IAEA, ASEAN, dan IORA.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto membuka seminar Indonesia International Defence Science (IIDS) ke-2 Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan selama dua hari Rabu dan Kamis (12/7), di kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/7).

Seminar IIDS mengangkat tema memperkuat diplomasi pertahanan untuk membicarakan tantangan dan ancaman keamanan bersama atau "Strengthening Defence Diplomacy to Address Common Security Challenges". Tema ini diangkat untuk menjawab tantangan keamanan global dan dinamika lingkungan strategis pada tingkat regional maupun global. Kehadiran Wiranto itu mewakili Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir untuk membuka seminar ini.

"Saya mewakili Presiden Jokowi yang sedianya akan hadir dalam pembukaan seminar IIDS, namun karena kesibukan beliau yang sangat padat, maka saya ditunjuk untuk membuka seminar ini," kata Wiranto.

Ia berharap dengan seminar yang menghadirkan para pakar pertahanan dunia dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran yang positif bagi kebijakan-kebijakan strategis pertahanan. Menurut dia, sejak bangsa Indonesia didirikan, Indonesia telah berkomitmen untuk ikut dalam perdamaian dunia, yang tercantum dalam UUD 1945. "Tema yang diusung ini sangat relevan dengan amanat konstitusi karena diplomasi pertahanan merupakan salah satu cara menciptakan perdamaian," katanya.

Menko Polhukam menegaskan perdamaian dunia harus diperjuangkan untuk diwujudkan. Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen yang tinggi, kerja keras yang berkelanjutan.

Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNl Dr Yoedhi Swastanto menyampaikan bahwa IIDS merupakan seminar internasional yang diadakan dalam rangka mengatasi tantangan keamanan global ditinjau dari perspektif diplomasi pertahanan. "Seminar IIDS juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pertahanan," katanya.

Selain itu, Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan Laksamana Muda TNI Dr Amarulla Octavian sebagai Ketua IIDS menjelaskan, seminar ini bertujuan untuk menggali pemikiran-pemikiran baru dari para ilmuwan, dan di dalam pelaksanaannya mencermati tatanan global sebagai alternatif pengelolaan tatanan yang lebih adil guna menjamin keamanan dan kesejahteraan global.

Menurut dia, ada tiga sasaran seminar IIDS kali ini, yakni sukses akademik, sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan, berfokus pada pencapaian pengakuan ilmu pertahanan sebagai disiplin ilmu setara dengan rumpun ilmu lainnya secara nasional dan internasional sekaligus diakuinya kemampuan Unhan dalam menyelenggarakan event internasional yang memiliki standar tinggi.

Dikutip dari Antara, terdapat 24 orang pembicara yang terdiri dari 14 pakar dari luar negeri, 3 dari organisasi internasional dan 7 dari Indonesia. Pembicara luar negeri berjumlah 2 orang dari Amerika Serikat, 2 dari Rusia, 2 dari Inggris, serta masing-masing satu orang dari Australia, India, Jepang, Cina, Bulgaria, Bangladesh, Filipina, Malaysia, IAEA, ASEAN, dan IORA.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com