Penggiat lingkungan Kudus kecam pengecatan bebatuan di Sungai Rahtawu
Rabu, 11 Juli 2018 - 15:57 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Sutini/Radio Elshinta

Elshinta.com - Adanya bebatuan sungai yang dicat warna-warni di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus, Jawa Tengah menjadi kontroversi dikalangan penggiat lingkungan, karena dinilai sebagai vandalisme yang dapat merusak alam.

Menurut Koordinator Muria Research Center (MRC) Indonesia, Muhammad Widjanarko mengatakan, kreativitas yang dilakukan oleh warga Rahtawu pengelola tempat wisata dipinggir Sungai Pethuk salah tempat. Dimana kemungkinan ia ingin meniru kampung warna. "Bukannya akan lebih alami dengan batu yang asli, jangan sampai kelatahan 'ngecat batu' terjadi ditempat lain, terutama yang ada dipinggir hutan atau didalam sungai," kata Widjanarko kepada Kontributor Elshinta Sutini, Selasa (10/7).

Menurut Widjanarko, pihak terkait dan desa harus segera bergerak untuk mengembalikan fungsi alam pegunungan Rahtawu sebagai mana mestinya. Meski diakui saat ini kawasan tersebut ramai dikunjungi para wisatawan, tetapi diperlukan kesadaran bersama untuk tetap melestarikan alam. "Jangan sampai kasus mengecat batu di sungai ini melebar yang mengarah pada vandalisme bukan kreativitas seni," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Rahtawu, Sugiono mengatakan, pengecatan tersebut tidak ijin kepada pemerintah desa. Menuturnya, pengecatan tersebut dilakukan oleh salah satu warganya, pihaknya baru mengetahui setelah melakukan pengecekan.

Ia menyampaikan di Desa Rahtawu ada sekitar 20 objek wisata. Dari jumlah tersebut, ada yang dikelola pihak desa, namun juga ada yang dikelola pribadi. Salah satunya yang mengelola pribadi yang melakukan pengecatab batu disungai. "Kalau batu itu hak milik warga kami bernama Santo. Lahannya HM atas nama Santo, namun kalau sungainya itu masuknya milik bina marga," ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 22 April 2019 - 20:15 WIB
Elshinta.com - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto menjenguk Aiptu Martin Semb...
Senin, 22 April 2019 - 18:16 WIB
Elshinta.com - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengimbau seluruh...
Senin, 22 April 2019 - 17:32 WIB
Elshinta.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan, moda darat dan ...
Senin, 22 April 2019 - 16:35 WIB
Elshinta.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta seluruh pemangku kep...
Senin, 22 April 2019 - 16:24 WIB
Elshinta.com - Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menunggu hasil investigasi di lapan...
Senin, 22 April 2019 - 14:36 WIB
Elshinta.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar rapat koordinasi kesiapan angk...
Senin, 22 April 2019 - 13:35 WIB
Elshinta.com - Ratusan perawat RSUD Soreang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, melakukan aksi ...
Senin, 22 April 2019 - 13:15 WIB
Elshinta.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengimbau para pemudik untu...
Senin, 22 April 2019 - 10:53 WIB
Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat dunia tidak mengaitkan aks...
Senin, 22 April 2019 - 07:36 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Laji...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)