Selasa, 11 Desember 2018 | 17:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Buron tiga tahun, Intel Kejatisu tangkap mantan Plt Kadis Dishuttamling Phakpak Barat

Rabu, 11 Juli 2018 - 16:48 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Amsal/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Amsal/Radio Elshinta

Elshinta.com - Tim Intel Kejati Sumatera Utara kembali menangkap buronan yang selama ini telah dicari selama tiga tahun. Kali ini tim yang dipimpin Asintel Kejatisu Leo Simanjuntak berhasil mengamankan Mantan Plt Kepala Dinas Kehutanan, Lingkungan Hidup dan Pertambangan (Dishuttamling) Phakpak Barat, Sujarwono.

Kontributor Elshinta, Amsal melaporkan, terpidana kasus korupsi pelaksanaan pengadaan konstruksi dan instalasi PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hybrid) yang bersumber dari APBD TA 2009 sebesar Rp800 juta ditangkap di lokasi persembunyiannya di kawasan Jalan Mardisan Komplek Kehutanan Provinsi Sumut No. 4 Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Selasa (10/7) malam.

Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian, Rabu (11/7) menyebutkan selama pelariannya Sujarwo mengaku bekerja dengan temannya Abdi Superto selaku Direktur PT Maju Jaya Mitra Abadi. Hal ini dibuktikan dari hasi pemantauan terpidana tengah berada di kantor pemasaran perumahan umum di Jalan Aek Pancur, Desa Bandung Rejo Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang. 

Diutarakan Sumanggar setelah keluarnya Putusan Mahkamah Agung Nomor: 228.K/Pid.Sus/2014 tanggal 19 Maret 2014, telah menghukum Sujarwo selama 4 (empat) tahun dan denda sebesar Rp200 juta subsidiair 3 (tiga) bulan kurungan, pada tahun 2015 pihak Kejatisu melayangkan surat panggilan hingga tiga kali akan tetapi terpidana tidak hadir dan akhirnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut Sumanggar menegaskan setelah terpidana ditangkap dan diinapkan semalam ditahanan sementara Kejatisu maka pelaku diserahkan ke Kejari Dairi.

Sebelumnya, pihak Kejatisu telah menangkap sejumlah pelaku buronan diantaranya, Mantan Kadis Perdakop Sergai, Ir Aliman Saragih terpidana pembangunan pasar Waserda (Warung Serba Ada) Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai dengan anggaran sebesar Rp3,3 miliar yang bersumber dari APBN TA 2008  dengan kerugian negara Rp361.585.915.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pembangunan | 11 Desember 2018 - 17:14 WIB

Dinas PUPR Depok: 85 persen anggaran 2018 terserap

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 17:08 WIB

Oknum Rutan Cipinang bantu pelarian napi diminta dihukum berat

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 16:54 WIB

Pemerintah apresiasi pemda siapkan data untuk kebijakan satu peta

Hukum | 11 Desember 2018 - 16:45 WIB

KPK panggil tiga saksi kasus DPRD Kalteng

Pembangunan | 11 Desember 2018 - 16:36 WIB

Presiden sebut proyek infrastruktur antre untuk diresmikan

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 16:25 WIB

Polisi telusuri pemegang KTP-el terakhir

Elshinta.com - Tim Intel Kejati Sumatera Utara kembali menangkap buronan yang selama ini telah dicari selama tiga tahun. Kali ini tim yang dipimpin Asintel Kejatisu Leo Simanjuntak berhasil mengamankan Mantan Plt Kepala Dinas Kehutanan, Lingkungan Hidup dan Pertambangan (Dishuttamling) Phakpak Barat, Sujarwono.

Kontributor Elshinta, Amsal melaporkan, terpidana kasus korupsi pelaksanaan pengadaan konstruksi dan instalasi PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hybrid) yang bersumber dari APBD TA 2009 sebesar Rp800 juta ditangkap di lokasi persembunyiannya di kawasan Jalan Mardisan Komplek Kehutanan Provinsi Sumut No. 4 Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Selasa (10/7) malam.

Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian, Rabu (11/7) menyebutkan selama pelariannya Sujarwo mengaku bekerja dengan temannya Abdi Superto selaku Direktur PT Maju Jaya Mitra Abadi. Hal ini dibuktikan dari hasi pemantauan terpidana tengah berada di kantor pemasaran perumahan umum di Jalan Aek Pancur, Desa Bandung Rejo Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang. 

Diutarakan Sumanggar setelah keluarnya Putusan Mahkamah Agung Nomor: 228.K/Pid.Sus/2014 tanggal 19 Maret 2014, telah menghukum Sujarwo selama 4 (empat) tahun dan denda sebesar Rp200 juta subsidiair 3 (tiga) bulan kurungan, pada tahun 2015 pihak Kejatisu melayangkan surat panggilan hingga tiga kali akan tetapi terpidana tidak hadir dan akhirnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut Sumanggar menegaskan setelah terpidana ditangkap dan diinapkan semalam ditahanan sementara Kejatisu maka pelaku diserahkan ke Kejari Dairi.

Sebelumnya, pihak Kejatisu telah menangkap sejumlah pelaku buronan diantaranya, Mantan Kadis Perdakop Sergai, Ir Aliman Saragih terpidana pembangunan pasar Waserda (Warung Serba Ada) Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai dengan anggaran sebesar Rp3,3 miliar yang bersumber dari APBN TA 2008  dengan kerugian negara Rp361.585.915.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 14:45 WIB

Mobil tangki LPG terguling di Kebumen

Selasa, 11 Desember 2018 - 14:10 WIB

Banjir bandang terjang Tiris, Probolinggo

Selasa, 11 Desember 2018 - 13:16 WIB

Longsor di Agam terjadi di 21 lokasi

Selasa, 11 Desember 2018 - 12:57 WIB

Anggota TNI tertabrak KRL tewas akibat lawan arus

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com