Rabu, 21 November 2018 | 09:53 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Menteri Susi resmikan Pandu Laut Nusantara

Rabu, 11 Juli 2018 - 18:12 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Sumber Foto: https://bit.ly/2KPaKBs
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Sumber Foto: https://bit.ly/2KPaKBs

Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti meresmikan organisasi Pandu Laut Nusantara dalam upaya merangkul seluruh komunitas pecinta laut yang memiliki peran penting dalam pemanfaatan Indonesia yang 71 persen wilayahnya adalah lautan.

"71 persennya (wilayah Indonesia) adalah lautan, sangat disayangkan jika kekayaan laut yang kita miliki tidak dijaga. Karena dari dahulu, kita semua sudah didoktrin sebagai negara agrikultur, bukan negara bahari yang seharusnya sudah ditanamkan sejak kecil," kata Menteri Susi dalam siaran pers KKP yang diterima di Jakarta, Rabu (11/7).

Mengutip dari Antara, Susi Pudjiastuti meresmikan organisasi Pandu Laut Nusantara di Ballroom KKP, Jakarta, Selasa (10/7).

Menteri Susi meresmikan di dalam silahturahmi yang dihadiri 200 perwakilan komunitas pecinta laut tersebut. Nantinya seluruh anggota Pandu Laut Nusantara ini akan secara kolaboratif dan berupaya melindungi laut.

Mereka juga diharapkan dapat bekerjasama dengan masyarakat sekitar dan pemangku kepentingan perikanan nasional. Kehadiran Pandu Laut Nusantara itu, ujar dia, akan menjadi wadah bersama antara komunitas dengan pemerintah untuk bersama menjaga kelestarian laut.

Ia juga mengemukakan bahwa gagasan pembentukkan organisasi tersebut diawali dari banyaknya komunitas pecinta laut yang memperjuangkan kelestarian alam beserta isinya. "Ini akan menyatukan berbagai komunitas, dan tentu kami akan mengadakan aksi-aksi untuk berkontribusi pada kelestarian laut Indonesia," tutur Menteri Susi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 21 November 2018 - 09:35 WIB

NGO: Israel tangkap 900 anak Palestina tahun ini

Hankam | 21 November 2018 - 09:14 WIB

Polri-Ukraina tingkatkan kerja sama keamanan siber

Liga Eropa | 21 November 2018 - 09:04 WIB

Polandia tahan imbang Portugal 1-1

Aktual Sepakbola | 21 November 2018 - 08:55 WIB

Tim dokter nyatakan cedera Neymar tidak serius

Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti meresmikan organisasi Pandu Laut Nusantara dalam upaya merangkul seluruh komunitas pecinta laut yang memiliki peran penting dalam pemanfaatan Indonesia yang 71 persen wilayahnya adalah lautan.

"71 persennya (wilayah Indonesia) adalah lautan, sangat disayangkan jika kekayaan laut yang kita miliki tidak dijaga. Karena dari dahulu, kita semua sudah didoktrin sebagai negara agrikultur, bukan negara bahari yang seharusnya sudah ditanamkan sejak kecil," kata Menteri Susi dalam siaran pers KKP yang diterima di Jakarta, Rabu (11/7).

Mengutip dari Antara, Susi Pudjiastuti meresmikan organisasi Pandu Laut Nusantara di Ballroom KKP, Jakarta, Selasa (10/7).

Menteri Susi meresmikan di dalam silahturahmi yang dihadiri 200 perwakilan komunitas pecinta laut tersebut. Nantinya seluruh anggota Pandu Laut Nusantara ini akan secara kolaboratif dan berupaya melindungi laut.

Mereka juga diharapkan dapat bekerjasama dengan masyarakat sekitar dan pemangku kepentingan perikanan nasional. Kehadiran Pandu Laut Nusantara itu, ujar dia, akan menjadi wadah bersama antara komunitas dengan pemerintah untuk bersama menjaga kelestarian laut.

Ia juga mengemukakan bahwa gagasan pembentukkan organisasi tersebut diawali dari banyaknya komunitas pecinta laut yang memperjuangkan kelestarian alam beserta isinya. "Ini akan menyatukan berbagai komunitas, dan tentu kami akan mengadakan aksi-aksi untuk berkontribusi pada kelestarian laut Indonesia," tutur Menteri Susi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com