Senin, 19 November 2018 | 11:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Hasto enggan sebut nama cawapres Jokowi

Rabu, 11 Juli 2018 - 18:56 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Sumber Foto: https://bit.ly/2ubKW8t
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Sumber Foto: https://bit.ly/2ubKW8t

Elshinta.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto enggan menyebutkan nama maupun latar belakang calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Joko Widodo pada pemilu presiden 2019.

"Nama-nama cawapres masih dibahas dalam suasana kontemplatif. PDI Perjuangan dan partai politik mitra koalisi, tinggal menunggu momentum saja," kata Hasto Kristiyanto ketika ditanya pers di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Rabu (11/7), perihal siapa pendamping calon presiden Joko Widodo.

Ketika ditanya, soal peluang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres pendamping Joko Widodo, menurut Hasto, banyak aspirasi yang mengusulkan nama-nama untuk mendampingi Joko Widodo. "Ada nama A,B, C, dan sebagainya. Semuanya masuk dalam pertimbangan," kata Hasto.

Joko Widodo selanjutnya, kata dia, akan mendengarkan masukan-masukan dan mendalaminya untuk kemudian memilih siapa yang dinilai paling tepat. "PDI Perjuangan memiliki pengalaman saat memilih pasangan Jokowi-JK menghadapi pemilu presiden 2014. Pada momentum yang tepat, Pak Jokowi akan mengambil  keputusannya bersama ketua umum partai-partai politik mitra koalisi," katanya, seperti dikutip Antara.

Hasto menambahkan, PDI Perjuangan memiliki pengalaman menghadapi pemilu presiden 2019, di mana banyak pihak mengusulkan nama-nama calon presiden dan calon presiden, tapi melalui komunikasi yang intensif dan kontemplasi, akhirnya dapat disepakati pasangan capres-cawapres yang diusung.

"Dari pengalaman itulah yang menjadi bekal bagi PDI Perjuangan dalam membangun optimisme bahwa partai politik mitra koalisi yang menyatakan dukungan kepada Pak Jokowi akan selalu bersama-sama," katanya. Hasto menyebutkan, partai politik tersebut, adalah PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Nasdem, serta Partai Persatuan Pembangunan (PPP). "Kalau PKB sampai saat ini belum menentukan sikapnya," ujarnya.

Ketika ditanya peluang KH Ma'ruf Amin, Hasto mengatakan, nama-nama bakal cawapres semuanya sudah ada di kantong Joko Widodo dan masih dalam pertimbangan. "Kami mencari figur pemimpin yang betul-betul dapat berdedikasi untuk membangun bangsa dan negara. Figur yang mampu mengkonsolidasikan semua harapan rakyat dan mengakomodasinya menjadi yang besar," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 19 November 2018 - 11:07 WIB

KPK akan dalami kasus suap bupati Pakpak Bharat

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:58 WIB

Presiden Jokowi resmikan pembangunan tower Universitas Muhammadiyah Lamongan

Musibah | 19 November 2018 - 10:45 WIB

Perbaikan longsor di Jalan Kramat Tiu rampung diperbaiki

Kriminalitas | 19 November 2018 - 10:35 WIB

Polisi tangkap dalang bentrok di diskotek Bandara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:24 WIB

PMI DIY siagakan relawan jelang libur panjang

Ekonomi | 19 November 2018 - 10:15 WIB

Senin pagi, kurs rupiah melemah ke posisi Rp14.600

Elshinta.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto enggan menyebutkan nama maupun latar belakang calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Joko Widodo pada pemilu presiden 2019.

"Nama-nama cawapres masih dibahas dalam suasana kontemplatif. PDI Perjuangan dan partai politik mitra koalisi, tinggal menunggu momentum saja," kata Hasto Kristiyanto ketika ditanya pers di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Rabu (11/7), perihal siapa pendamping calon presiden Joko Widodo.

Ketika ditanya, soal peluang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres pendamping Joko Widodo, menurut Hasto, banyak aspirasi yang mengusulkan nama-nama untuk mendampingi Joko Widodo. "Ada nama A,B, C, dan sebagainya. Semuanya masuk dalam pertimbangan," kata Hasto.

Joko Widodo selanjutnya, kata dia, akan mendengarkan masukan-masukan dan mendalaminya untuk kemudian memilih siapa yang dinilai paling tepat. "PDI Perjuangan memiliki pengalaman saat memilih pasangan Jokowi-JK menghadapi pemilu presiden 2014. Pada momentum yang tepat, Pak Jokowi akan mengambil  keputusannya bersama ketua umum partai-partai politik mitra koalisi," katanya, seperti dikutip Antara.

Hasto menambahkan, PDI Perjuangan memiliki pengalaman menghadapi pemilu presiden 2019, di mana banyak pihak mengusulkan nama-nama calon presiden dan calon presiden, tapi melalui komunikasi yang intensif dan kontemplasi, akhirnya dapat disepakati pasangan capres-cawapres yang diusung.

"Dari pengalaman itulah yang menjadi bekal bagi PDI Perjuangan dalam membangun optimisme bahwa partai politik mitra koalisi yang menyatakan dukungan kepada Pak Jokowi akan selalu bersama-sama," katanya. Hasto menyebutkan, partai politik tersebut, adalah PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Nasdem, serta Partai Persatuan Pembangunan (PPP). "Kalau PKB sampai saat ini belum menentukan sikapnya," ujarnya.

Ketika ditanya peluang KH Ma'ruf Amin, Hasto mengatakan, nama-nama bakal cawapres semuanya sudah ada di kantong Joko Widodo dan masih dalam pertimbangan. "Kami mencari figur pemimpin yang betul-betul dapat berdedikasi untuk membangun bangsa dan negara. Figur yang mampu mengkonsolidasikan semua harapan rakyat dan mengakomodasinya menjadi yang besar," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com