Pengacara yakin Siti Aisyah bebas dari tuntutan
Rabu, 11 Juli 2018 - 19:48 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Siti Aisyah. Sumber Foto: https://bit.ly/2L4frUd

Elshinta.com - Pengacara Siti Aisyah, Gooi Soon Seng, yakin bahwa Siti Aisyah, yang terjerat kasus dugaan pembunuhan Kim Jong-Nam di Malaysia, bisa bebas pada sidang putusan sela yang akan digelar 16 Agustus.

"Saya yakin Siti Aisyah akan dibebaskan," kata Gooi ketika ditemui di Jakarta, Rabu (11/7), seperti dikutip Antara.

Pernyataan Gooi bukanlah tanpa alasan. Pasalnya ada beberapa fakta persidangan yang gagal membuktikan keterlibatan Siti Aisyah dalam dugaan pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tersebut.

Siti Aisyah (26) dan wanita Vietnam, Doan Thi Huong (29), didakwa membunuh Kim Jong-nam bersama empat orang lagi yang masih bebas di Balai Keberangkatan KLIA2 di Sepang pada 13 Februari 2017 lalu.

Gooi menuturkan bahwa selama ini tidak ada saksi mata dugaan pembunuhan Kim Jong-nam namun hanya berdasarkan rekaman CCTV bandara. Memang ada rekaman yang menunjukkan Doan Thi Huong, tersangka WN Vietnam, mengusapkan sesuatu ke seseorang, namun tidak ada rekaman yang menunjukkan Siti Aisyah melakukan tindakan pembunuhan ke Kim Jong-nam.

Doan Thi Huong di persidangan mengakui bahwa dia melakukan hal tersebut, namun Siti Aisyah tidak, kata Gooi.

Gooi memandang para jaksa tidak bisa membuktikan dua aspek utama dalam tindak kriminal, yaitu bukti bahwa Siti Aisyah melakukan tindakan pembunuhan dan niat atau tujuan melakukan tindakan kriminal tersebut.

Pernah ditemukan baju tanpa lengan, yang diduga milik Siti Aisyah, mengandung produk turunan racun VX, yang diduga digunakan untuk membunuh Kim Jong-nam. Namun, kata Gooi, jika baju tersebut adalah baju yang dikenakan Siti Aisyah ketika terjadi pembunuhan, kenapa tidak ditemukan DNA dari Siti Aisyah di baju tersebut. "Tuduhan mereka terlalu lemah," kata Gooi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 25 Maret 2019 - 18:57 WIB
Elshinta.com - Bursa saham Hong Kong berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin (25/3), denga...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 08:40 WIB
Elshinta.com - Sebuah ledakan di pabrik pestisida di bagian timur China telah menewaskan 4...
Jumat, 22 Maret 2019 - 17:45 WIB
Elshinta.com - Para ahli hak asasi manusia pada Kamis (21/3) menggambarkan serangan terori...
Jumat, 22 Maret 2019 - 07:44 WIB
Elshinta.com - Sedikitnya 72 orang meninggal ketika satu kapal feri yang kelebihan penumpa...
Kamis, 21 Maret 2019 - 19:47 WIB
Elshinta.com - Saham-saham Hong Kong ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis (21/3), tertek...
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:19 WIB
Elshinta.com -Cuaca ekstrem di Provinsi Anhui, Tiongkok, menewaskan dua orang dan melukai sepul...
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:08 WIB
Elshinta.com -Kementerian Luar Negeri Malaysia mengumumkan warganya Muhammad Haziq bin Mohd Tar...
Rabu, 20 Maret 2019 - 17:06 WIB
Elshinta.com - Pasar saham Hong Kong berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu (20/3), karena...
Rabu, 20 Maret 2019 - 11:57 WIB
Elshinta.com - Pasukan Israel pada Selasa (19/3) waktu setempat menembak mati seorang warg...
Rabu, 20 Maret 2019 - 09:45 WIB
Elshinta.com - Mohammed Abdi Jemal Afi (60), seorang penyintas serangan teroris pekan lalu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)