Sabtu, 17 November 2018 | 02:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Bukit sampah TPA Supit Urang longsor, pemulung tertimbun

Rabu, 11 Juli 2018 - 20:17 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: El Aris/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: El Aris/Radio Elshinta

Elshinta.com -Seorang pemulung, Agus Suharno warga Dampit, Kabupaten Malang, tertimbun bukit sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada Rabu (11/7).

Keterangan yang dihimpun Kontributor Elshinta, El Aris, bukit sampah dengan ketinggian sekitar 30 meter tersebut longsor sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung menimbun korban yang saat itu bersama rekan seprofesi menjalankan aktivitasnya mencari sampah. “Saat itu saya bersama Agus seperti biasa mencari sampah yang bisa dijual,tiba-tiba saja seperti ada suara keras dari atas dan sangat cepat,” ungkap Miskan, salah satu saksi saat dimintai keterangan.

Saat itu ada ratusan pemulung yang juga mencari sampah yang bisa dijual. “ Sempat ada yang teriak longsor...longsor dan belum sempat menghindar sampah langsung mengubur dan meluncur ke bawah,” jelasnya.

Saat itu dirinya sempat tergulung tumpukan sampah namun berhasil selamat sementara Agus tidak. “Kemudian orang-orang lapor ke petugas TPA yang kemudian meneruskan ke pihak kepolisian,” tandasnya.

Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian mendatangi lokasi kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi termasuk petugas TPA.
Kejadian ini langsung direspon Plt Walikota, Sutiaji yang langsung mengunjungi lokasi TPA. “ Saya sudah perintahkan pada BPBD untuk mencari dan pada BLH sudah diperintahkan menutup lokasi,” ungkap  Sutiaji.

Pihaknya kesulitan untuk menertibkan para pemulung tersebut serta bahaya yang dihadapinya. “Namun kita sadar kalau pemulung mengandalkan hidupnya dari sampah ke depan akan ditata kembali aturan yang baik,” tandasnya.

Saat ini pihak BPBD dibantu potensi SAR Kota Malang menghentikan operasi pencarian karena lokasi gelap serta minimnya penerangan disamping gas metan yang keluar dari tumpukan sampah dan akan melanjutkan operasi pencarian dengan melibatkan Basarnas keesokan harinya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 16 November 2018 - 21:50 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus bandar dan pengedar narkoba

Hukum | 16 November 2018 - 21:38 WIB

Penyerang anggota Polsek Penjaringan jalani tes kejiwaan

Event | 16 November 2018 - 21:24 WIB

Andik siap habis-habisan hadapi Thailand

Politik | 16 November 2018 - 21:07 WIB

DPR: Polemik politik masih jauh dari etika

Megapolitan | 16 November 2018 - 20:55 WIB

Atasi genangan air, Sudin SDA pasang `sheetpile` Kali BGR

Elshinta.com -Seorang pemulung, Agus Suharno warga Dampit, Kabupaten Malang, tertimbun bukit sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada Rabu (11/7).

Keterangan yang dihimpun Kontributor Elshinta, El Aris, bukit sampah dengan ketinggian sekitar 30 meter tersebut longsor sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung menimbun korban yang saat itu bersama rekan seprofesi menjalankan aktivitasnya mencari sampah. “Saat itu saya bersama Agus seperti biasa mencari sampah yang bisa dijual,tiba-tiba saja seperti ada suara keras dari atas dan sangat cepat,” ungkap Miskan, salah satu saksi saat dimintai keterangan.

Saat itu ada ratusan pemulung yang juga mencari sampah yang bisa dijual. “ Sempat ada yang teriak longsor...longsor dan belum sempat menghindar sampah langsung mengubur dan meluncur ke bawah,” jelasnya.

Saat itu dirinya sempat tergulung tumpukan sampah namun berhasil selamat sementara Agus tidak. “Kemudian orang-orang lapor ke petugas TPA yang kemudian meneruskan ke pihak kepolisian,” tandasnya.

Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian mendatangi lokasi kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi termasuk petugas TPA.
Kejadian ini langsung direspon Plt Walikota, Sutiaji yang langsung mengunjungi lokasi TPA. “ Saya sudah perintahkan pada BPBD untuk mencari dan pada BLH sudah diperintahkan menutup lokasi,” ungkap  Sutiaji.

Pihaknya kesulitan untuk menertibkan para pemulung tersebut serta bahaya yang dihadapinya. “Namun kita sadar kalau pemulung mengandalkan hidupnya dari sampah ke depan akan ditata kembali aturan yang baik,” tandasnya.

Saat ini pihak BPBD dibantu potensi SAR Kota Malang menghentikan operasi pencarian karena lokasi gelap serta minimnya penerangan disamping gas metan yang keluar dari tumpukan sampah dan akan melanjutkan operasi pencarian dengan melibatkan Basarnas keesokan harinya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 16 November 2018 - 19:47 WIB

Ini kronologis pembunuhan satu keluarga di Bekasi

Jumat, 16 November 2018 - 18:59 WIB

Tim DVI kembali identifikasi tiga korban Lion Air

Jumat, 16 November 2018 - 15:24 WIB

Bulog salurkan beras ke wilayah banjir Riau

Jumat, 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com