Senin, 19 November 2018 | 11:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Menhub: Kajian kereta Jakarta-Surabaya selesai sebulan

Rabu, 11 Juli 2018 - 20:49 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Sumber Foto: https://bit.ly/2JeMTpj
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Sumber Foto: https://bit.ly/2JeMTpj

Elshinta.com - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah akan segera menyelesaikan kajian mengenai proyek kereta Jakarta-Surabaya dalam satu bulan mendatang.

Budi seusai rapat koordinasi tentang transportasi perkotaan di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Rabu (11/7), mengatakan saat ini pemerintah masih dalam pembicaraan dengan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) untuk rincian studi kelaikan proyek tersebut. "Satu bulan ini kita akan optimalkan. Ini kan kita sudah intensif, tinggal (membahas) hal-hal tertentu saja. Satu bulan ini kita selesaikan," katanya, seperti dikutip Antara.

Budi menjelaskan hal-hal yang masih jadi pembahasan diantaranya mengenai konten lokal, nilai investasi serta teknologi yang akan digunakan.

Mengenai nilai investasi, ia mengaku telah ada angka yang disiapkan pemerintah. Namun, ia enggan mengungkap besarannya.

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu juga mengatakan meski molor dari target yang ditetapkan sejak awal, kajian kelaikan masih terus dilakikan agar hasilnya optimal. "Enggak berlarut-larut itu diskusi. Kita kan enggak boleh buru-buru mulai, nanti dikritik kalau kemahalan," katanya.

Revitalisasi jalur kereta Jakarta-Surabaya rencananya akam menggandeng Jepang. Proyek tersebut ditargetkan bisa dimulai tahun ini menunggu studi kelaikan (feasibility study) selesai dikerjakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA). Pemerintah juga tengah mengkaji konsep pembiayaan agar proyek tersebut tidak membebani negara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 19 November 2018 - 11:07 WIB

KPK akan dalami kasus suap bupati Pakpak Bharat

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:58 WIB

Presiden Jokowi resmikan pembangunan tower Universitas Muhammadiyah Lamongan

Musibah | 19 November 2018 - 10:45 WIB

Perbaikan longsor di Jalan Kramat Tiu rampung diperbaiki

Kriminalitas | 19 November 2018 - 10:35 WIB

Polisi tangkap dalang bentrok di diskotek Bandara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:24 WIB

PMI DIY siagakan relawan jelang libur panjang

Ekonomi | 19 November 2018 - 10:15 WIB

Senin pagi, kurs rupiah melemah ke posisi Rp14.600

Elshinta.com - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah akan segera menyelesaikan kajian mengenai proyek kereta Jakarta-Surabaya dalam satu bulan mendatang.

Budi seusai rapat koordinasi tentang transportasi perkotaan di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Rabu (11/7), mengatakan saat ini pemerintah masih dalam pembicaraan dengan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) untuk rincian studi kelaikan proyek tersebut. "Satu bulan ini kita akan optimalkan. Ini kan kita sudah intensif, tinggal (membahas) hal-hal tertentu saja. Satu bulan ini kita selesaikan," katanya, seperti dikutip Antara.

Budi menjelaskan hal-hal yang masih jadi pembahasan diantaranya mengenai konten lokal, nilai investasi serta teknologi yang akan digunakan.

Mengenai nilai investasi, ia mengaku telah ada angka yang disiapkan pemerintah. Namun, ia enggan mengungkap besarannya.

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu juga mengatakan meski molor dari target yang ditetapkan sejak awal, kajian kelaikan masih terus dilakikan agar hasilnya optimal. "Enggak berlarut-larut itu diskusi. Kita kan enggak boleh buru-buru mulai, nanti dikritik kalau kemahalan," katanya.

Revitalisasi jalur kereta Jakarta-Surabaya rencananya akam menggandeng Jepang. Proyek tersebut ditargetkan bisa dimulai tahun ini menunggu studi kelaikan (feasibility study) selesai dikerjakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA). Pemerintah juga tengah mengkaji konsep pembiayaan agar proyek tersebut tidak membebani negara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com