Senin, 19 November 2018 | 11:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Pendatang baru Jaksel diperkirakan capai 18 ribu orang

Kamis, 12 Juli 2018 - 07:58 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2NK4Nnu
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2NK4Nnu

Elshinta.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan memprediksi jumlah pendatang baru yang masuk ke wilayahnya pasca Lebaran mencapai 18 ribu orang yang tersebar di 10 wilayah kecamatan.

Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali mengatakan, total pendatang baru di Ibukota pasca Lebaran diprediksi mencapai 70 ribu orang. Dari jumlah tersebut 26,83 persen di antaranya berada di Jakarta Selatan.

"Estimasi kami di Jakarta Selatan itu jumlah pendatang barunya mencapai 18 ribu orang, tersebar di 10 kecamatan," ujarnya saat melakukan Operasi Bina Kependudukan (Binduk) di Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Rabu (11/7).

Menurutnya Jakarta memang memiliki daya tarik sendiri bagi pendatang baru untuk mencari peruntungan. Sebagai Ibukota negara, Jakarta pun tak tertutup bagi para pendatang baru. Sehingga setiap tahunnya pendatang baru di kota ini selalu meningkat. Kendati demikian, ia meminta kepada pendatang baru untuk melengkapi administrasi kependudukan jika akan datang ke Jakarta. Sehingga data pendatang baru bisa tercatat dengan baik.

Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan, Abdul Haris menuturkan, pihaknya memusatkan operasi Binduk di kawasan permukiman padat penduduk. Khususnya kawasan yang banyak rumah kontrakan dan kos-kosan.

"Selain itu, Operasi Binduk juga menyasar kawasan penduduk yang dekat dengan transportasi umum," tandasnya, demikian Berita Jakarta.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:58 WIB

Presiden Jokowi resmikan pembangunan tower Universitas Muhammadiyah Lamongan

Musibah | 19 November 2018 - 10:45 WIB

Perbaikan longsor di Jalan Kramat Tiu rampung diperbaiki

Kriminalitas | 19 November 2018 - 10:35 WIB

Polisi tangkap dalang bentrok di diskotek Bandara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:24 WIB

PMI DIY siagakan relawan jelang libur panjang

Ekonomi | 19 November 2018 - 10:15 WIB

Senin pagi, kurs rupiah melemah ke posisi Rp14.600

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:02 WIB

Dishub Bogor hentikan sementara operasi angkot modern

Elshinta.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan memprediksi jumlah pendatang baru yang masuk ke wilayahnya pasca Lebaran mencapai 18 ribu orang yang tersebar di 10 wilayah kecamatan.

Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali mengatakan, total pendatang baru di Ibukota pasca Lebaran diprediksi mencapai 70 ribu orang. Dari jumlah tersebut 26,83 persen di antaranya berada di Jakarta Selatan.

"Estimasi kami di Jakarta Selatan itu jumlah pendatang barunya mencapai 18 ribu orang, tersebar di 10 kecamatan," ujarnya saat melakukan Operasi Bina Kependudukan (Binduk) di Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Rabu (11/7).

Menurutnya Jakarta memang memiliki daya tarik sendiri bagi pendatang baru untuk mencari peruntungan. Sebagai Ibukota negara, Jakarta pun tak tertutup bagi para pendatang baru. Sehingga setiap tahunnya pendatang baru di kota ini selalu meningkat. Kendati demikian, ia meminta kepada pendatang baru untuk melengkapi administrasi kependudukan jika akan datang ke Jakarta. Sehingga data pendatang baru bisa tercatat dengan baik.

Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan, Abdul Haris menuturkan, pihaknya memusatkan operasi Binduk di kawasan permukiman padat penduduk. Khususnya kawasan yang banyak rumah kontrakan dan kos-kosan.

"Selain itu, Operasi Binduk juga menyasar kawasan penduduk yang dekat dengan transportasi umum," tandasnya, demikian Berita Jakarta.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com