Senin, 19 November 2018 | 04:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

Pejabat Kemenag Aceh Barat Daya dilaporkan polisi akibat status facebook

Kamis, 12 Juli 2018 - 08:51 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2L93752
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2L93752

Elshinta.com - Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Tajri bin Yakub dilaporkan ke pihak berwajib oleh aktifis LSM Koalisi Rakyat Bersatu (KRB), akibat status facebook yang dinilai merugikannya.

Ketua LSM KRB, Saharuddin di Blangpidie, Kamis (12/7) mengatakan, Tajri dilaporkan ke Polres Abdya karena diduga telah melakukan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) melalui akun facebooknya.

"Tajri sudah kami laporkan ke Polres Abdya Rabu (11/7). Pejabat di Kemenag itu, kami laporkan ke pihak berwajib atas tindak dugaan pelanggaran UU ITE," ungkap Saharuddin di dampingi dua pengacara dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

Dua pengacara dari YARA yang ikut mendampingi Saharuddin membuat laporan ke Polres Abdya tersebut, yaitu Andi Suhanda dan Muzakir AR, kemudian ditambah lagi Said Fadhli, aktifis LSM KRB yang membidangi Ketua Devisi Advokasi dan Investigasi.

Pelaporan ini akibat dalam status facebook Tajri ditulis PT Cemerlang Abdya (CA) menyiapkan dana untuk kegiatan demo tenaga kontrak melalui dirinya nominal Rp2,5 miliar yang diperuntukkan untuk peserta unjuk rasa Rp500 ribu/orang dengan kalkulasi Rp500 ribu dikalikan 5.000 orang.

"Status facebook yang ditulis oleh Tajri bin Yakub tentang PT CA menyiapkan dana melalui saya sebanyak Rp2,5 miliar untuk kegiatan demo itu hoax, sama sekali tidak benar," ujar dia, dikutip Antara.

Saharuddin mengaku dengan dipostingnya status hoax oleh seorang pegawai Kemenag Abdya tersebut membuat kehidupan dirinya tidak nyaman. Selain timbul berbagai anggapan miring dari masyarakat, banyak peserta aksi mencari dirinya untuk meminta uang tersebut.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Tajri bin Yakub dilaporkan ke pihak berwajib oleh aktifis LSM Koalisi Rakyat Bersatu (KRB), akibat status facebook yang dinilai merugikannya.

Ketua LSM KRB, Saharuddin di Blangpidie, Kamis (12/7) mengatakan, Tajri dilaporkan ke Polres Abdya karena diduga telah melakukan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) melalui akun facebooknya.

"Tajri sudah kami laporkan ke Polres Abdya Rabu (11/7). Pejabat di Kemenag itu, kami laporkan ke pihak berwajib atas tindak dugaan pelanggaran UU ITE," ungkap Saharuddin di dampingi dua pengacara dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

Dua pengacara dari YARA yang ikut mendampingi Saharuddin membuat laporan ke Polres Abdya tersebut, yaitu Andi Suhanda dan Muzakir AR, kemudian ditambah lagi Said Fadhli, aktifis LSM KRB yang membidangi Ketua Devisi Advokasi dan Investigasi.

Pelaporan ini akibat dalam status facebook Tajri ditulis PT Cemerlang Abdya (CA) menyiapkan dana untuk kegiatan demo tenaga kontrak melalui dirinya nominal Rp2,5 miliar yang diperuntukkan untuk peserta unjuk rasa Rp500 ribu/orang dengan kalkulasi Rp500 ribu dikalikan 5.000 orang.

"Status facebook yang ditulis oleh Tajri bin Yakub tentang PT CA menyiapkan dana melalui saya sebanyak Rp2,5 miliar untuk kegiatan demo itu hoax, sama sekali tidak benar," ujar dia, dikutip Antara.

Saharuddin mengaku dengan dipostingnya status hoax oleh seorang pegawai Kemenag Abdya tersebut membuat kehidupan dirinya tidak nyaman. Selain timbul berbagai anggapan miring dari masyarakat, banyak peserta aksi mencari dirinya untuk meminta uang tersebut.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com