Senin, 10 Desember 2018 | 19:03 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Polisi periksa lima saksi ledakan di Grand Wijaya Kebayoran

Kamis, 12 Juli 2018 - 09:26 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Lokasi ledakan di Ruko Grand Wijaya Centre Blok F Jalan Wijaya II Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/7) pagi. Foto: Radio Elshinta
Lokasi ledakan di Ruko Grand Wijaya Centre Blok F Jalan Wijaya II Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/7) pagi. Foto: Radio Elshinta

Elshinta.com - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan memeriksa lima saksi terkait ledakan yang bersumber dari kebocoran gas tabung kemasan 11 kilogram, di rumah toko Grand Wijaya Center II Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/7) pagi.
     
"Kita periksa lima saksi yang berada di lokasi kejadian," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Jafar, dikutip Antara
     
Kelima saksi itu terdiri dari dua orang pedagang, tiga orang dari petugas kebersihan dan petugas keamanan.
     
Petugas memeriksa saksi yang juga menjadi korban akibat ledakan itu, yakni salah satu penjual rokok yang berada di depan ruko lokasi ledakan.
     
Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi itu diduga untuk mengetahui kronologis dan lokasi tepat ledakan berasal.
     
Indra mengungkapkan, dugaan sementara ledakan berasal dari kebocoran tabung gas berukuran 11 kilogram. Kebocoran terjadi pada regulator tabung yang mengeluarkan gas kemudian diduga terpecik "stop contact" otomatis sehingga terjadi ledakan. 
     
Ia menyatakan, tim penjinak bom Satuan Brimob Polda Metro Jaya telah menyisir lokasi kejadian dan memastikan tidak terdapat bahan peledak serta korban jiwa meninggal dunia di lokasi kejadian.
     
Saat ini, tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri mengolah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab ledakan cukup besar itu. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:45 WIB

Jonan minta Pertamina temukan teknologi `fast charging` mobil listrik

Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:38 WIB

Menteri ESDM resmikan stasiun pengisian listrik umum pertama

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 18:25 WIB

Puluhan aktivis Kudus unjuk rasa peringati Hari Anti Korupsi

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 18:13 WIB

Wapres sebut Bawaslu harus lebih pintar dari yang diawasi

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 17:55 WIB

Anies sesuaikan jadwal untuk konvoi Persija

Elshinta.com - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan memeriksa lima saksi terkait ledakan yang bersumber dari kebocoran gas tabung kemasan 11 kilogram, di rumah toko Grand Wijaya Center II Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/7) pagi.
     
"Kita periksa lima saksi yang berada di lokasi kejadian," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Jafar, dikutip Antara
     
Kelima saksi itu terdiri dari dua orang pedagang, tiga orang dari petugas kebersihan dan petugas keamanan.
     
Petugas memeriksa saksi yang juga menjadi korban akibat ledakan itu, yakni salah satu penjual rokok yang berada di depan ruko lokasi ledakan.
     
Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi itu diduga untuk mengetahui kronologis dan lokasi tepat ledakan berasal.
     
Indra mengungkapkan, dugaan sementara ledakan berasal dari kebocoran tabung gas berukuran 11 kilogram. Kebocoran terjadi pada regulator tabung yang mengeluarkan gas kemudian diduga terpecik "stop contact" otomatis sehingga terjadi ledakan. 
     
Ia menyatakan, tim penjinak bom Satuan Brimob Polda Metro Jaya telah menyisir lokasi kejadian dan memastikan tidak terdapat bahan peledak serta korban jiwa meninggal dunia di lokasi kejadian.
     
Saat ini, tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri mengolah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab ledakan cukup besar itu. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com