Selasa, 11 Desember 2018 | 10:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Indenis: Mahfud berpeluang tipis dampingi Jokowi

Kamis, 12 Juli 2018 - 10:59 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Sumber foto: https://bit.ly/2uu02pk
Mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Sumber foto: https://bit.ly/2uu02pk

Elshinta.com - Pengamat politik dari Indonesian Demokratic Center for Strategic Studies (Indenis) Girindra Sandino berpendapat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Mahmodin berpeluang tipis menjadi pendamping Joko Widodo pada Pilpres 2019.

"Saya kira peluangnya itu sedikit. Bahkan, bisa menurunkan popularitas Jokowi," kata Girindra di Jakarta, Kamis (12/7), sebagaimana dikutip Antara.

Menurut dia, meski Mahfud merupakan orang Nahdlatul Ulama (NU), sering kali bertindak tidak atas nama NU.

Meski demikian, ia mengakui Mahfud merupakan negarawan yang baik, cerdas, dan tidak pernah terlibat kasus hukum. Namun, lanjut dia, Mahfud merupakan orang Jawa dan bila disandingkan oleh Jokowi sebagai cawapres, dikhawatirkan masyarakat di luar Jawa enggan untuk memilihnya.

"Alangkah baiknya memilih pendamping orang NU yang lebih baik dari Mahfud MD yang lebih dekat dengan para ulama. Jokowi harus mencari pendamping religius yang bisa menggaet pemilih dari kalangan umat Islam," tuturnya.

Saat ini, lanjut dia, tidak bisa dipungkiri ketidakjelasan ideologi yang hampir membuat pemilih dalam posisi "indifference" untuk memilih partai sehingga sering kali figur menjadi acuan pemilih. "Kalau figurnya kurang pas, dapat menurunkan elektabilitas Jokowi. Partai-partai koalisi harus menemukan figur yang cocok dan mampu menggaet umat Islam untuk pendamping Jokowi," tutup dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 10:35 WIB

Granat Sumut: Pelajar diselamatkan dari pengaruh narkoba

Asia Pasific | 11 Desember 2018 - 10:26 WIB

Pendatang ilegal Yahudi serbu kompleks Masjid Al-Aqsha

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 10:17 WIB

Jadi prioritas, perbaikan jalan Padang-Pekanbaru yang putus

Musibah | 11 Desember 2018 - 10:08 WIB

Lokasi longsor di Jalan Jati Padang dipasang cerucuk

Musibah | 11 Desember 2018 - 09:59 WIB

Banjir genangi ruas jalan di Padang

Elshinta.com - Pengamat politik dari Indonesian Demokratic Center for Strategic Studies (Indenis) Girindra Sandino berpendapat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Mahmodin berpeluang tipis menjadi pendamping Joko Widodo pada Pilpres 2019.

"Saya kira peluangnya itu sedikit. Bahkan, bisa menurunkan popularitas Jokowi," kata Girindra di Jakarta, Kamis (12/7), sebagaimana dikutip Antara.

Menurut dia, meski Mahfud merupakan orang Nahdlatul Ulama (NU), sering kali bertindak tidak atas nama NU.

Meski demikian, ia mengakui Mahfud merupakan negarawan yang baik, cerdas, dan tidak pernah terlibat kasus hukum. Namun, lanjut dia, Mahfud merupakan orang Jawa dan bila disandingkan oleh Jokowi sebagai cawapres, dikhawatirkan masyarakat di luar Jawa enggan untuk memilihnya.

"Alangkah baiknya memilih pendamping orang NU yang lebih baik dari Mahfud MD yang lebih dekat dengan para ulama. Jokowi harus mencari pendamping religius yang bisa menggaet pemilih dari kalangan umat Islam," tuturnya.

Saat ini, lanjut dia, tidak bisa dipungkiri ketidakjelasan ideologi yang hampir membuat pemilih dalam posisi "indifference" untuk memilih partai sehingga sering kali figur menjadi acuan pemilih. "Kalau figurnya kurang pas, dapat menurunkan elektabilitas Jokowi. Partai-partai koalisi harus menemukan figur yang cocok dan mampu menggaet umat Islam untuk pendamping Jokowi," tutup dia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Senin, 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Senin, 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Senin, 10 Desember 2018 - 19:54 WIB

Wapres imbau pengawas Pemilu harus independen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com