Jumat, 20 Juli 2018 | 15:27 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Kepala BNN ajak semua pihak turut berantas narkoba

Kamis, 12 Juli 2018 - 11:31 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko. Sumber foto: https://bit.ly/2NE76Zb
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko. Sumber foto: https://bit.ly/2NE76Zb

Elshinta.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko mengatakan upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba membutuhkan peran serta semua pihak, baik kementerian lembaga, maupun komponen masyarakat.

"Semua komponen bangsa kita libatkan dalam usaha penanggulangan narkoba. BNN mengajak semua pihak, termasuk kementerian lembaga, untuk fokus terhadap bahaya narkoba," kata Winarko dalam laporan peringatan Hari Anti-Narkoba Internasional (HANI) 2018 di BNN Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/7), sebagaimana dikutip Antara.

Winarko menyampaikan laporannya dihadapan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Eko Putro Sandjojo, dan sejumlah mantan kepala BNN, beserta Duta Besar tamu undangan.

Menurut Winarko, peringatan HANI menjadi pendorong dalam membangun kesadaran seluruh umat manusia dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba yang menjadi ancaman kehidupan berbangsa dan bernegara. "Pemberantasan narkoba membutuh gerakan bersama seluruh komponen bangsa untuk melawan kejahatan narkoba," ujarnya.

Winarko mengatakan, narkoba adalah bisnis yang menggiurkan, untuk menggeser barang haram ini dari satu wilayah ke wilayah lain dengan berat 10 kg pengedar bisa mendapat Rp250 juta.

Dari hasil survei yang dilakukan BNN dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia, prevalensi penyalahgunaan narkoba pada tahun 2014 sebesar 2,18 persen, dan 1,77 persen di tahun 2017. Kemudian, prevalensi pengguna narkoba tahun 2014 sebesar 4 juta jiwa lebih dan 2017 menurun di angka 3,3 juta jiwa.

Narkoba menyebabkan kematian, angka kematian per tahun 12.044 orang, atau 33 orang per hari di tahun 2014. Sedangkan di 2017 menurun ada 11.071 orang per tahun atau 30 orang mati setiap hari-nya. Sedangkan kerugian negara yang disebabkan oleh narkoba pada tahun 2014 sebesar 63,1 triliun, dan meningkat di 2017 sebesar Rp84,7 triliun.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Sepakbola | 20 Juli 2018 - 15:13 WIB

Neymar bantah rumor pindah ke Real Madrid

Musibah | 20 Juli 2018 - 14:55 WIB

Korban KM Joko Berek dua orang belum ditemukan

Kriminalitas | 20 Juli 2018 - 14:48 WIB

Wanita tanpa identitas ditemukan meninggal di Sungai Cigalugur

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com