Senin, 10 Desember 2018 | 18:59 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pembangunan

Pembangunan Bendungan Kuningan capai 84 persen

Kamis, 12 Juli 2018 - 11:49 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Bendungan Kuningan di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan. Sumber foto: https://bit.ly/2updqe3
Bendungan Kuningan di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan. Sumber foto: https://bit.ly/2updqe3

Elshinta.com - Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan berharap proyek pembangunan Bendungan Kuningan, di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, dapat selesai pada akhir tahun 2018 dan saat ini, perkembangannya sudah mencapai 84 persen.

"Ini Waduk yang berada di wilayah Kuningan, kebetulan berbatasan dengan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah," kata Iriawan dalam siaran persnya, Kamis (12/7).

Iriawan menyebut pentingnya Bendungan Kuningan terkait dengan irigasi. Ada dua Daerah Irigasi (DI) yang akan diari bendungan ini, diantaranya DI Cileweung, Kabupaten Kuningan 1.000 hektar, dan DI Jangkelok, Kabupaten Brebes 2.000 hektare.

Bendungan Kuningan, yang dikerjakan Kementerian PUPR bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung ini, memiliki manfaat reduksi banjir 68 persen, ketersediaan air baku 300 l/det, dan tenaga listrik 500 KW.

"Mudah-mudahan akhir tahun (Bendungan Kuningan) bisa terealisasi, memang target sih Mei 2019, tapi melihat progresnya yang sangat cepat mudah-mudahan bisa terealisasi secepatnya juga," ujarnya, dikutip Antara.

Bicara spesifikasi, Bendungan Kuningan memiliki volume tampung bendungan 25,9 juta meter kubik secara total. Dimana nantinya, akan membendung Sungai Cikaro, anak Sungai Cijalengkok. Bendungan tipe urugan ini juga, memiliki panjang puncaknya 229 meter dan terdapat terowongan pengelak sepanjang 218,42 meter. Terkait biaya, sesuai kontrak awal, nilainya Rp. 491,4 miliar.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:45 WIB

Jonan minta Pertamina temukan teknologi `fast charging` mobil listrik

Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:38 WIB

Menteri ESDM resmikan stasiun pengisian listrik umum pertama

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 18:25 WIB

Puluhan aktivis Kudus unjuk rasa peringati Hari Anti Korupsi

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 18:13 WIB

Wapres sebut Bawaslu harus lebih pintar dari yang diawasi

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 17:55 WIB

Anies sesuaikan jadwal untuk konvoi Persija

Elshinta.com - Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan berharap proyek pembangunan Bendungan Kuningan, di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, dapat selesai pada akhir tahun 2018 dan saat ini, perkembangannya sudah mencapai 84 persen.

"Ini Waduk yang berada di wilayah Kuningan, kebetulan berbatasan dengan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah," kata Iriawan dalam siaran persnya, Kamis (12/7).

Iriawan menyebut pentingnya Bendungan Kuningan terkait dengan irigasi. Ada dua Daerah Irigasi (DI) yang akan diari bendungan ini, diantaranya DI Cileweung, Kabupaten Kuningan 1.000 hektar, dan DI Jangkelok, Kabupaten Brebes 2.000 hektare.

Bendungan Kuningan, yang dikerjakan Kementerian PUPR bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung ini, memiliki manfaat reduksi banjir 68 persen, ketersediaan air baku 300 l/det, dan tenaga listrik 500 KW.

"Mudah-mudahan akhir tahun (Bendungan Kuningan) bisa terealisasi, memang target sih Mei 2019, tapi melihat progresnya yang sangat cepat mudah-mudahan bisa terealisasi secepatnya juga," ujarnya, dikutip Antara.

Bicara spesifikasi, Bendungan Kuningan memiliki volume tampung bendungan 25,9 juta meter kubik secara total. Dimana nantinya, akan membendung Sungai Cikaro, anak Sungai Cijalengkok. Bendungan tipe urugan ini juga, memiliki panjang puncaknya 229 meter dan terdapat terowongan pengelak sepanjang 218,42 meter. Terkait biaya, sesuai kontrak awal, nilainya Rp. 491,4 miliar.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com