Senin, 10 Desember 2018 | 19:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Asia Pasific

Perawat Jepang ini diduga tewaskan 20 pasien

Kamis, 12 Juli 2018 - 13:28 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2udc7zK
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2udc7zK

Elshinta.com - Seorang mantan perawat ditahan lantaran diduga menewaskan sebanyak 20 pasien lansia dengan memasukkan bahan kimia ke dalam infus, menurut lansiran media Jepang, Rabu (11/07).

Tersangka dikabarkan ingin memegang kendali saat pasiennya meninggal.

Polisi mengatakan Ayumi Kuboki (31) ditahan atas dugaan pembunuhan seorang pria berusia 88 tahun di sebuah rumah sakit di pinggiran kota Tokyo. Mereka enggan mengonfirmasi adanya penyelidikan lebih luas.

Dia ditangkap pada Sabtu atas dugaan pembunuhan pasien lansia itu pada 2016, tapi dia mengatakan kepada polisi bahwa dia mungkin menewaskan hingga 20 orang, menurut keterangan media setempat.

Tersangka diyakini sudah tidak bekerja sebagai perawat sejak kematian pasien pada 2016 tersebut.

Kuboki diduga menewaskan pria berusia 88 tahun itu dengan menyuntikkan disinfektan ke dalam infusnya, menurut laporan media. Tersangka mengatakan kepada polisi bahwa dia mencampurkan disinfektan ke dalam infus sekitar 20 pasien, demikian dilansir Jiji Press, yang memuat kutipan narasumber polisi yang tidak ingin disebutkan namanya.

Kuboki dilaporkan membantah adanya dendam khusus terhadap pasiennya, tetapi mengatakan dia merasa sulit menangani kematian pada jam sifnya, dan menyuntikkan infus memungkinkan dia untuk memegang kendali ketika pasiennya meninggal. “Menjelaskan kepada anggota keluarga tentang kematian tidak mudah jika seorang pasien meninggal dalam jam kerja saya,” katanya kepada penyidik, menurut pemberitaan Jiji.

Asahi Shimbun juga melaporkan bahwa dia mengakui menyuntikkan disinfektan ke dalam sekitar 20 infus pasien, demikian dilansir Antara dari AFP.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:45 WIB

Jonan minta Pertamina temukan teknologi `fast charging` mobil listrik

Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:38 WIB

Menteri ESDM resmikan stasiun pengisian listrik umum pertama

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 18:25 WIB

Puluhan aktivis Kudus unjuk rasa peringati Hari Anti Korupsi

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 18:13 WIB

Wapres sebut Bawaslu harus lebih pintar dari yang diawasi

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 17:55 WIB

Anies sesuaikan jadwal untuk konvoi Persija

Elshinta.com - Seorang mantan perawat ditahan lantaran diduga menewaskan sebanyak 20 pasien lansia dengan memasukkan bahan kimia ke dalam infus, menurut lansiran media Jepang, Rabu (11/07).

Tersangka dikabarkan ingin memegang kendali saat pasiennya meninggal.

Polisi mengatakan Ayumi Kuboki (31) ditahan atas dugaan pembunuhan seorang pria berusia 88 tahun di sebuah rumah sakit di pinggiran kota Tokyo. Mereka enggan mengonfirmasi adanya penyelidikan lebih luas.

Dia ditangkap pada Sabtu atas dugaan pembunuhan pasien lansia itu pada 2016, tapi dia mengatakan kepada polisi bahwa dia mungkin menewaskan hingga 20 orang, menurut keterangan media setempat.

Tersangka diyakini sudah tidak bekerja sebagai perawat sejak kematian pasien pada 2016 tersebut.

Kuboki diduga menewaskan pria berusia 88 tahun itu dengan menyuntikkan disinfektan ke dalam infusnya, menurut laporan media. Tersangka mengatakan kepada polisi bahwa dia mencampurkan disinfektan ke dalam infus sekitar 20 pasien, demikian dilansir Jiji Press, yang memuat kutipan narasumber polisi yang tidak ingin disebutkan namanya.

Kuboki dilaporkan membantah adanya dendam khusus terhadap pasiennya, tetapi mengatakan dia merasa sulit menangani kematian pada jam sifnya, dan menyuntikkan infus memungkinkan dia untuk memegang kendali ketika pasiennya meninggal. “Menjelaskan kepada anggota keluarga tentang kematian tidak mudah jika seorang pasien meninggal dalam jam kerja saya,” katanya kepada penyidik, menurut pemberitaan Jiji.

Asahi Shimbun juga melaporkan bahwa dia mengakui menyuntikkan disinfektan ke dalam sekitar 20 infus pasien, demikian dilansir Antara dari AFP.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com