Perawat Jepang ini diduga tewaskan 20 pasien
Kamis, 12 Juli 2018 - 13:28 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2udc7zK

Elshinta.com - Seorang mantan perawat ditahan lantaran diduga menewaskan sebanyak 20 pasien lansia dengan memasukkan bahan kimia ke dalam infus, menurut lansiran media Jepang, Rabu (11/07).

Tersangka dikabarkan ingin memegang kendali saat pasiennya meninggal.

Polisi mengatakan Ayumi Kuboki (31) ditahan atas dugaan pembunuhan seorang pria berusia 88 tahun di sebuah rumah sakit di pinggiran kota Tokyo. Mereka enggan mengonfirmasi adanya penyelidikan lebih luas.

Dia ditangkap pada Sabtu atas dugaan pembunuhan pasien lansia itu pada 2016, tapi dia mengatakan kepada polisi bahwa dia mungkin menewaskan hingga 20 orang, menurut keterangan media setempat.

Tersangka diyakini sudah tidak bekerja sebagai perawat sejak kematian pasien pada 2016 tersebut.

Kuboki diduga menewaskan pria berusia 88 tahun itu dengan menyuntikkan disinfektan ke dalam infusnya, menurut laporan media. Tersangka mengatakan kepada polisi bahwa dia mencampurkan disinfektan ke dalam infus sekitar 20 pasien, demikian dilansir Jiji Press, yang memuat kutipan narasumber polisi yang tidak ingin disebutkan namanya.

Kuboki dilaporkan membantah adanya dendam khusus terhadap pasiennya, tetapi mengatakan dia merasa sulit menangani kematian pada jam sifnya, dan menyuntikkan infus memungkinkan dia untuk memegang kendali ketika pasiennya meninggal. “Menjelaskan kepada anggota keluarga tentang kematian tidak mudah jika seorang pasien meninggal dalam jam kerja saya,” katanya kepada penyidik, menurut pemberitaan Jiji.

Asahi Shimbun juga melaporkan bahwa dia mengakui menyuntikkan disinfektan ke dalam sekitar 20 infus pasien, demikian dilansir Antara dari AFP.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 25 April 2019 - 08:13 WIB
Elshinta.com - Perkembangan terbaru memperlihatkan sekelompok pelaku bom bunuh diri yang m...
Rabu, 24 April 2019 - 21:26 WIB
Elshinta.com - Sedikitnya 17 orang tewas pada Rabu dalam ledakan di pusat Jisr Ash-Shughou...
Selasa, 23 April 2019 - 09:29 WIB
Elshinta.com - Seorang pelajar klas lima di satu sekolah swasta eksklusif di Washington, D.C., ...
Senin, 22 April 2019 - 20:26 WIB
Elshinta.com - Pihak berwenang mencabut jam malam di Sri Lanka pada Senin (22/4), sehari s...
Senin, 22 April 2019 - 12:28 WIB
Elshinta.com - Jumlah korban tewas dalam serangkaian serangan di sejumlah gereja dan hotel...
Senin, 22 April 2019 - 09:48 WIB
Elshinta.com - Beberapa ledakan bom yang ditujukan ke gereja dan hotel di Sri Lanka saat P...
Minggu, 21 April 2019 - 18:27 WIB
Elshinta.com - Kementerian Luar Negeri RI memastikan hingga saat ini tidak ada warga negar...
Minggu, 21 April 2019 - 16:39 WIB
Elshinta.com - Ledakan-ledakan bom pada Hari Paskah di tiga gereja dan tiga hotel mewah Sr...
Minggu, 21 April 2019 - 15:42 WIB
Elshinta.com - Ledakan-ledakan bom pada Hari Paskah di tiga gereja dan tiga hotel Sri Lank...
Kamis, 18 April 2019 - 17:07 WIB
Elshinta.com - Orang-orang bersenjata membunuh 14 penumpang setelah membajak bus penumpang...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)