Sabtu, 15 Desember 2018 | 01:26 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

DPRD soroti masalah parkir penyebab kemacetan di Medan

Kamis, 12 Juli 2018 - 14:18 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
ilustrasi. Foto: Amsal/Radio Elshinta
ilustrasi. Foto: Amsal/Radio Elshinta

Elshinta.com - DPRD meminta kinerja Dinas Perhubungan Kota Medan lebih memperhatikan sisi kelayakan dalam penataan arus lalulintas seiring meningkatnya volume kendaraan baik itu roda empat, roda tiga maupun roda dua. Sebab satu diantaranya yang menjadi permasalahan utama adalah penataan parkir kendaraan.

Masalah parkir ini tentunya menjadi sorotan karena ruas jalan yang tidak memungkinkan khusus pada lokasi pertokoan, perkantoran, maupun di daerah pasar tradisional. "Untuk itulah Dinas Perhubungan harus melakukan kordinasi dengan instansi lainnya, artinya bagi bangunan ruko setidaknya menyediakan lahan parkir untuk memarkirkan kendaraannya ini dilakukan untuk mengurangi kemacatan," ucap Anggota Fraksi PDIP DPRD Medan, Boydo H.K Panjaitan kepada wartawan, Kamis (12/07), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Amsal.

Masih menurut Sekretaris Komisi III DPRD Kota Medan ini, juga meminta agar pihak Dinas Perhubungan lebih tegas dalam penerapan sanksi bagi pelanggaran untuk kenderaan yang memarkirkan kendaraan bukan pada tempatnya, mulai dari gemboskan ban hingga penderekan ini harus dilakukan agar lebih tertib.

Tak hanya sampai disitu saja, Dinas Perhubungan harus menertibkan parkir liar. Sebab lanjut Boydo selama ini pemerintah banyak dirugikan karena menjamur parkir liar. "Jadi ini harus ditata mulai dari petugasnya hingga lokasi parkirnya, sehingga baik pengendara yang memarkirkan kenderaan aman dan pengendara lainnya yang melintas tidak terganggu," ucapnya.

Ia berharap ini harus menjadi perhatian dari Pemko Medan untuk melakukan penataan, sehingga permasalahan kemacatan bisa teratasi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 14 Desember 2018 - 21:55 WIB

Polisi rekayasa lalin terkait pembongkaran JPO Tosari

Bencana Alam | 14 Desember 2018 - 21:46 WIB

FPRB minta sarana dan prasarana relawan diperhatikan

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 21:37 WIB

Warga Banjarnegara diminta waspadai hoaks

Ekonomi | 14 Desember 2018 - 21:11 WIB

Pertamina EP Cepu optimalkan bisnis usaha milik desa

Hukum | 14 Desember 2018 - 20:58 WIB

Belum berizin, Mapolres Kudus baru digugat ke pengadilan

Elshinta.com - DPRD meminta kinerja Dinas Perhubungan Kota Medan lebih memperhatikan sisi kelayakan dalam penataan arus lalulintas seiring meningkatnya volume kendaraan baik itu roda empat, roda tiga maupun roda dua. Sebab satu diantaranya yang menjadi permasalahan utama adalah penataan parkir kendaraan.

Masalah parkir ini tentunya menjadi sorotan karena ruas jalan yang tidak memungkinkan khusus pada lokasi pertokoan, perkantoran, maupun di daerah pasar tradisional. "Untuk itulah Dinas Perhubungan harus melakukan kordinasi dengan instansi lainnya, artinya bagi bangunan ruko setidaknya menyediakan lahan parkir untuk memarkirkan kendaraannya ini dilakukan untuk mengurangi kemacatan," ucap Anggota Fraksi PDIP DPRD Medan, Boydo H.K Panjaitan kepada wartawan, Kamis (12/07), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Amsal.

Masih menurut Sekretaris Komisi III DPRD Kota Medan ini, juga meminta agar pihak Dinas Perhubungan lebih tegas dalam penerapan sanksi bagi pelanggaran untuk kenderaan yang memarkirkan kendaraan bukan pada tempatnya, mulai dari gemboskan ban hingga penderekan ini harus dilakukan agar lebih tertib.

Tak hanya sampai disitu saja, Dinas Perhubungan harus menertibkan parkir liar. Sebab lanjut Boydo selama ini pemerintah banyak dirugikan karena menjamur parkir liar. "Jadi ini harus ditata mulai dari petugasnya hingga lokasi parkirnya, sehingga baik pengendara yang memarkirkan kenderaan aman dan pengendara lainnya yang melintas tidak terganggu," ucapnya.

Ia berharap ini harus menjadi perhatian dari Pemko Medan untuk melakukan penataan, sehingga permasalahan kemacatan bisa teratasi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 21:55 WIB

Polisi rekayasa lalin terkait pembongkaran JPO Tosari

Jumat, 14 Desember 2018 - 21:37 WIB

Warga Banjarnegara diminta waspadai hoaks

Jumat, 14 Desember 2018 - 21:11 WIB

Pertamina EP Cepu optimalkan bisnis usaha milik desa

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com