Senin, 19 November 2018 | 04:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Politik

Penunjukan Mahfud akan terkendala restu PKB

Kamis, 12 Juli 2018 - 14:06 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Sumber foto: https://bit.ly/2NcbJJ0
Mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Sumber foto: https://bit.ly/2NcbJJ0

Elshinta.com - Pengamat politik Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menilai Partai Kebangkitan Bangsa belum tentu akan merestui penunjukan mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sebagai pendamping Joko Widodo pada Pilpres 2019.

"Mahfud bisa saja jadi cawapres, cuma kan dia ini belum tentu serta merta didukung PKB," ujar Ray Rangkuti saat dihubungi Antara di Jakarta, Kamis (12/7).

Mahfud, yang namanya masuk dalam bursa calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi), pernah menjadi mantan wakil ketua umum Dewan Tanfidz DPP PKB pada 2002-2005. Namun, partai yang dikenal memiliki basis massa pendukung dari Nahdlatul Ulama (NU) itu sudah mendeklarasikan ketua umum mereka yang masih aktif, yakni Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai kandidat calon wakil presiden Jokowi.

"Mahfud ini kemudian jadi kompetitornya Cak Imin. PKB bisa menganggap dia menjadi penghambat," tutur Ray.

Terlepas dari persoalan PKB tersebut, Ray berpendapat jejak rekam karir Mahfud di pemerintahan menjadi salah satu keunggulannya, yang membuat mantan anggota DPR RI tersebut pantas dilirik menjadi pendamping Jokowi.

"Selain itu, tidak hanya sebagai orang yang ahli di bidang hukum, dia juga dekat dengan umat. Jokowi bisa diuntungkan dari sisi kedekatan Mahfud dengan umat," kata dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Pengamat politik Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menilai Partai Kebangkitan Bangsa belum tentu akan merestui penunjukan mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sebagai pendamping Joko Widodo pada Pilpres 2019.

"Mahfud bisa saja jadi cawapres, cuma kan dia ini belum tentu serta merta didukung PKB," ujar Ray Rangkuti saat dihubungi Antara di Jakarta, Kamis (12/7).

Mahfud, yang namanya masuk dalam bursa calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi), pernah menjadi mantan wakil ketua umum Dewan Tanfidz DPP PKB pada 2002-2005. Namun, partai yang dikenal memiliki basis massa pendukung dari Nahdlatul Ulama (NU) itu sudah mendeklarasikan ketua umum mereka yang masih aktif, yakni Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai kandidat calon wakil presiden Jokowi.

"Mahfud ini kemudian jadi kompetitornya Cak Imin. PKB bisa menganggap dia menjadi penghambat," tutur Ray.

Terlepas dari persoalan PKB tersebut, Ray berpendapat jejak rekam karir Mahfud di pemerintahan menjadi salah satu keunggulannya, yang membuat mantan anggota DPR RI tersebut pantas dilirik menjadi pendamping Jokowi.

"Selain itu, tidak hanya sebagai orang yang ahli di bidang hukum, dia juga dekat dengan umat. Jokowi bisa diuntungkan dari sisi kedekatan Mahfud dengan umat," kata dia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com