Senin, 19 November 2018 | 13:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

BNN Sumut: Narkoba masih ancaman serius

Kamis, 12 Juli 2018 - 16:35 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara, Brigjen Pol Marsauli Siregar saat diwawancara usai acara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) pada Kamis (12/7) siang di gedung Rehabilitasi BNN Deli Serdang. Foto: Prasetiyo/Radio Elshinta
Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara, Brigjen Pol Marsauli Siregar saat diwawancara usai acara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) pada Kamis (12/7) siang di gedung Rehabilitasi BNN Deli Serdang. Foto: Prasetiyo/Radio Elshinta

Elshinta.com - Dari hasil penelitian Universitas Indonesia dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2017, Provinsi Sumatera Utara menempati urutan kedua sebagai daerah yang tinggi dalam penggunaan narkobanya. Tercatat sebanyak 260.000 orang penduduk berusia 10 hingga 60 tahun merupakan pecandu narkoba.

Demikian disampaikan oleh Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara, Brigjen Pol Marsauli Siregar kepada Kontributor Elshinta, Prasetiyo dalam acara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) pada Kamis (12/7) siang di gedung Rehabilitasi BNN Deli Serdang dengan mengangkat tema "Menyatukan dan Menggerakkan seluruh Kekuatan Bangsa Dalam Perang Melawan Narkoba untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Sehat tanpa Narkoba".

Tingginya tingkat perderan ini dikatakan Marsauli dipengaruhi oleh mudahnya akses jalur masuk narkoba dari pantai Timur Sumatera yakni dari Aceh hingga perbatasan Riau serta tingkat daya beli masyarakatnya yang tinggi membuat menjamurnya narkoba di Sumatera Utara. "Sejak Zaman dulu, jalur pantai Timur di Sumut sudah digunakan untuk mengedarkan Narkoba. Dan kenapa narkoba masih banyak beredar di Sumut. Ya itu karena selain tingkat demografi yang tinggi juga masyarakatnya memiliki daya beli cukup bagus. 

Inilah yang kemudian disampaikan Marsauli bahwa narkoba masih menjadi ancaman serius bagi setiap orang khususnya generasi muda. Untuk itu, persoalan narkoba ini harus ditangani secara bersama-sama terutama dengan cara preventif serta peningkatan peran dari lembaga-lembaga rehabilitasi atau yang berkecimpung dalam pemberantasan narkoba.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 19 November 2018 - 13:07 WIB

Kapolri beri jurus hadapi tantangan polisi era modern di sidang interpol

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 12:55 WIB

DPRD dorong optimalisasi pelaksanaan regulasi Pilkades

Musibah | 19 November 2018 - 12:42 WIB

Regu penyelamat cari penumpang jatuh di laut

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 12:18 WIB

50 tandon air dibagikan DMI pada 50 masjid di Kota Malang

Elshinta.com - Dari hasil penelitian Universitas Indonesia dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2017, Provinsi Sumatera Utara menempati urutan kedua sebagai daerah yang tinggi dalam penggunaan narkobanya. Tercatat sebanyak 260.000 orang penduduk berusia 10 hingga 60 tahun merupakan pecandu narkoba.

Demikian disampaikan oleh Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara, Brigjen Pol Marsauli Siregar kepada Kontributor Elshinta, Prasetiyo dalam acara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) pada Kamis (12/7) siang di gedung Rehabilitasi BNN Deli Serdang dengan mengangkat tema "Menyatukan dan Menggerakkan seluruh Kekuatan Bangsa Dalam Perang Melawan Narkoba untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Sehat tanpa Narkoba".

Tingginya tingkat perderan ini dikatakan Marsauli dipengaruhi oleh mudahnya akses jalur masuk narkoba dari pantai Timur Sumatera yakni dari Aceh hingga perbatasan Riau serta tingkat daya beli masyarakatnya yang tinggi membuat menjamurnya narkoba di Sumatera Utara. "Sejak Zaman dulu, jalur pantai Timur di Sumut sudah digunakan untuk mengedarkan Narkoba. Dan kenapa narkoba masih banyak beredar di Sumut. Ya itu karena selain tingkat demografi yang tinggi juga masyarakatnya memiliki daya beli cukup bagus. 

Inilah yang kemudian disampaikan Marsauli bahwa narkoba masih menjadi ancaman serius bagi setiap orang khususnya generasi muda. Untuk itu, persoalan narkoba ini harus ditangani secara bersama-sama terutama dengan cara preventif serta peningkatan peran dari lembaga-lembaga rehabilitasi atau yang berkecimpung dalam pemberantasan narkoba.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com