Anas sidang PK hari ini
Kamis, 12 Juli 2018 - 14:42 WIB | Penulis : Fransiskus Yuno | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto : https://bit.ly/2NcssvM

Elshinta.com Terpidana 14 tahun penjara dalam kasus korupsi Proyek Hambalang, Anas Urbaningrum menjalani sidang PK (Peninjauan Kembali) di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Kamis (12/7).

Seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Asep Rosidin. Terpidana kasus Korupsi Proyek Hambalang, Anas Urbaningrum menjalani sidang PK (Peninjauan Kembali) dengan agenda pembacaan kesimpulan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Seperti diketahui Anas Urbaningrum mengajukan Peninjauan Kembali atas 14 tahun penjara yang diterimanya lewat pada utusan kasasi Yang Mahkamah Agung pada tahun 2015. Selain itu, putusan itu juga mewajibkan Anas Urbaningrum membayar denda 5 Miliar Rupiah sibsidear 1 tahun 4 bulan kurungan, hakim juga mewajibkan Anas Urbaningrum membayar uang pengganti sebesar 57 Miliar Rupiah kepada Negara dan mencabut hak politiknya.

Sebelumnya Anas Urbaningrum di vonis 8 tahun penjara, tidak terima dengan putusan tersebut Anas mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, namun hasilnya hukuman Anas Urbaningrum justru bertambah setelah majelis Hakim Mahkamah Agung menolak permohonan Kasasi Anas Urbaningrum, dan dalam Peninjauan Kembali (PK) Anas mengajukan 4 bukti baru atau, bukti baru yang diajukan Anas adalah keterangan dari Yulianis dan Mari simatondang yang merupakan mantan anak buah dari Muhammad Nazaruddin.

4 bukti bari yang disodori oleh Anas Urbaningrum bersama dengan Kuasa Hukumnya, pertama mereka menyoroti hasil Audit BPK RI No.103/AP/16/19/2014 tanggapan l 4 september 2013, yang kedua adalah keterangan dari Tubagus M. Nur pada 21 Desember 2017 dimana pada saat itu Tubagus menerangkan bahwa pernah menyerahkan uang kepada Anas Urbaningrum untuk pembelian mobil Toyota Harier sekaligus untuk kepentingan Kongres Partai Demokrat.

 

Penulis: Yuno.

Editor: Sigit K.

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 25 April 2019 - 09:22 WIB
Elshinta.com - Dua warga negara Indonesia (WNI), Sumartini Bt M Galisung, asal Sumbawa, Nu...
Kamis, 25 April 2019 - 09:03 WIB
Elshinta.com - Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2019 akan dipusatkan di Kota Lembang...
Kamis, 25 April 2019 - 07:13 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita dokumen-dokumen terkait pembahas...
Rabu, 24 April 2019 - 21:05 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 21 TPS dikabupaten Kudus, Jawa Tengah melakukan penghitungan surat suar...
Rabu, 24 April 2019 - 20:46 WIB
Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat tidak terjebak dalam perse...
Rabu, 24 April 2019 - 19:59 WIB
Elshinta.com - Hingga Rabu (24/4) malam, pukul 19:45:04 WIB, data yang masuk di Sistem Informas...
Rabu, 24 April 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila menyampaikan bahwa tidak...
Rabu, 24 April 2019 - 19:15 WIB
Elshinta.com - Adanya pengakuan sebagai penganut kepercayaan oleh pemerintah pasca putusan...
Rabu, 24 April 2019 - 18:44 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu menganggap saat in...
Rabu, 24 April 2019 - 18:06 WIB
Elshinta.com - Pengamat Politik UIN Jakarta A Bakir Ihsan meminta semua pihak untuk memercayai ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)