Selasa, 11 Desember 2018 | 17:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Anas sidang PK hari ini

Kamis, 12 Juli 2018 - 14:42 WIB    |    Penulis : Fransiskus Yuno    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto : https://bit.ly/2NcssvM
Ilustrasi. Sumber Foto : https://bit.ly/2NcssvM

Elshinta.com Terpidana 14 tahun penjara dalam kasus korupsi Proyek Hambalang, Anas Urbaningrum menjalani sidang PK (Peninjauan Kembali) di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Kamis (12/7).

Seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Asep Rosidin. Terpidana kasus Korupsi Proyek Hambalang, Anas Urbaningrum menjalani sidang PK (Peninjauan Kembali) dengan agenda pembacaan kesimpulan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Seperti diketahui Anas Urbaningrum mengajukan Peninjauan Kembali atas 14 tahun penjara yang diterimanya lewat pada utusan kasasi Yang Mahkamah Agung pada tahun 2015. Selain itu, putusan itu juga mewajibkan Anas Urbaningrum membayar denda 5 Miliar Rupiah sibsidear 1 tahun 4 bulan kurungan, hakim juga mewajibkan Anas Urbaningrum membayar uang pengganti sebesar 57 Miliar Rupiah kepada Negara dan mencabut hak politiknya.

Sebelumnya Anas Urbaningrum di vonis 8 tahun penjara, tidak terima dengan putusan tersebut Anas mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, namun hasilnya hukuman Anas Urbaningrum justru bertambah setelah majelis Hakim Mahkamah Agung menolak permohonan Kasasi Anas Urbaningrum, dan dalam Peninjauan Kembali (PK) Anas mengajukan 4 bukti baru atau, bukti baru yang diajukan Anas adalah keterangan dari Yulianis dan Mari simatondang yang merupakan mantan anak buah dari Muhammad Nazaruddin.

4 bukti bari yang disodori oleh Anas Urbaningrum bersama dengan Kuasa Hukumnya, pertama mereka menyoroti hasil Audit BPK RI No.103/AP/16/19/2014 tanggapan l 4 september 2013, yang kedua adalah keterangan dari Tubagus M. Nur pada 21 Desember 2017 dimana pada saat itu Tubagus menerangkan bahwa pernah menyerahkan uang kepada Anas Urbaningrum untuk pembelian mobil Toyota Harier sekaligus untuk kepentingan Kongres Partai Demokrat.

 

Penulis: Yuno.

Editor: Sigit K.

 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 17:08 WIB

Oknum Rutan Cipinang bantu pelarian napi diminta dihukum berat

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 16:54 WIB

Pemerintah apresiasi pemda siapkan data untuk kebijakan satu peta

Hukum | 11 Desember 2018 - 16:45 WIB

KPK panggil tiga saksi kasus DPRD Kalteng

Pembangunan | 11 Desember 2018 - 16:36 WIB

Presiden sebut proyek infrastruktur antre untuk diresmikan

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 16:25 WIB

Polisi telusuri pemegang KTP-el terakhir

Startup | 11 Desember 2018 - 16:06 WIB

Manfaat kompetisi bagi perkembangan startup

Elshinta.com Terpidana 14 tahun penjara dalam kasus korupsi Proyek Hambalang, Anas Urbaningrum menjalani sidang PK (Peninjauan Kembali) di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Kamis (12/7).

Seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Asep Rosidin. Terpidana kasus Korupsi Proyek Hambalang, Anas Urbaningrum menjalani sidang PK (Peninjauan Kembali) dengan agenda pembacaan kesimpulan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Seperti diketahui Anas Urbaningrum mengajukan Peninjauan Kembali atas 14 tahun penjara yang diterimanya lewat pada utusan kasasi Yang Mahkamah Agung pada tahun 2015. Selain itu, putusan itu juga mewajibkan Anas Urbaningrum membayar denda 5 Miliar Rupiah sibsidear 1 tahun 4 bulan kurungan, hakim juga mewajibkan Anas Urbaningrum membayar uang pengganti sebesar 57 Miliar Rupiah kepada Negara dan mencabut hak politiknya.

Sebelumnya Anas Urbaningrum di vonis 8 tahun penjara, tidak terima dengan putusan tersebut Anas mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, namun hasilnya hukuman Anas Urbaningrum justru bertambah setelah majelis Hakim Mahkamah Agung menolak permohonan Kasasi Anas Urbaningrum, dan dalam Peninjauan Kembali (PK) Anas mengajukan 4 bukti baru atau, bukti baru yang diajukan Anas adalah keterangan dari Yulianis dan Mari simatondang yang merupakan mantan anak buah dari Muhammad Nazaruddin.

4 bukti bari yang disodori oleh Anas Urbaningrum bersama dengan Kuasa Hukumnya, pertama mereka menyoroti hasil Audit BPK RI No.103/AP/16/19/2014 tanggapan l 4 september 2013, yang kedua adalah keterangan dari Tubagus M. Nur pada 21 Desember 2017 dimana pada saat itu Tubagus menerangkan bahwa pernah menyerahkan uang kepada Anas Urbaningrum untuk pembelian mobil Toyota Harier sekaligus untuk kepentingan Kongres Partai Demokrat.

 

Penulis: Yuno.

Editor: Sigit K.

 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 16:45 WIB

KPK panggil tiga saksi kasus DPRD Kalteng

Selasa, 11 Desember 2018 - 16:25 WIB

Polisi telusuri pemegang KTP-el terakhir

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com