Jumat, 20 Juli 2018 | 22:59 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Luar Negeri / Asia Pasific

WNI lolos hukuman mati di Malaysia

Kamis, 12 Juli 2018 - 18:17 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber Foto:  https://bit.ly/2N8T14Q
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2N8T14Q

Elshinta.com - Warga Negara Indonesia (WNI) asal Semarang, Patimah Binti Mojdarel (39) lolos dari hukuman mati dalam sidang di Mahkamah Tinggi Pulau Pinang, Malaysia, Kamis (12/7).

Hakim tunggal Mahkamah Tinggi Pulau Pinang, Datok Ahmad Shahrir Bin Mohd Salleh, menvonis tujuh tahun penjara terhitung tanggal penangkapan Patimah pada 4 April 2015.

Mengutip dari Antara, Jaksa Penuntut Umum Selvaranjin AP Selvaraja awalnya mendakwa dengan pasal 302 KUHP atau kanun keseksaan dengan hukuman mati.

Pengacara terdakwa mengajukan permohonan minta mengubah dakwaan dari pasal 302 ke Pasal 304 B sebanyak tiga kali. Terdakwa kemudian mendapat dakwaan alternatif pasal 304 B KUHP dengan hukuman penjara hingga 10 tahun atau dikenakan denda atau kedua-duanya.

Sebelum ini mahkamah telah bersidang dengan 13 saksi untuk memberikan keterangan. Pada 4 Januari 2015 pada pukul 07.30 pagi terdakwa di depan Kondominium Lot 848 Mukim 5 Jalan Berjaya Indah Bukit Mertajam telah menghentikan sepeda motor korban Raju dan rekannya Mahabur Rahman yang menuju tempat kerja.

Terdakwa telah menghadang sepeda motor tersebut kemudian menyiram bensin kepada korban dan rekannya serta sepeda motor yang mereka naiki. Setelah itu api kemudian membakar korban dan sepeda motornya. Raju mengalami cedera parah pada badannya.

Setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Bukit Mertajam dia kemudian meninggal dunia pada 8 Februari 2015. Kasus tersebut kemudian ditangani oleh ASP Azman dari Kepolisian Seberang Perai Tengah Pulau Pinang.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 20 Juli 2018 - 21:30 WIB

PKB: Menteri jadi caleg tidak ganggu kinerja kementerian

Sosbud | 20 Juli 2018 - 21:19 WIB

KPPPA: Anak cermin keberhasilan-kegagalan orang tua

Aktual Dalam Negeri | 20 Juli 2018 - 21:07 WIB

Kemenhub targetkan aturan angkutan online berlaku September

Pembangunan | 20 Juli 2018 - 20:44 WIB

Angkasa Pura tegaskan Terminal 4 Soetta bukan untuk LCC

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com