Selasa, 25 September 2018 | 19:03 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

Peristiwa / Kriminalitas

BNN: Peredaran narkotika di Depok meningkat

Kamis, 12 Juli 2018 - 20:52 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Hendrik Raseukiy/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Hendrik Raseukiy/Radio Elshinta

Elshinta.com - Peredaran narkotika tinggi di Kota Depok, Jawa Barat. Sabu adalah narkotika yang digemari kalangan remaja dan pemuda.

Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok Rusli Lubis mengatakan, peredaran narkotika jenis sabu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pengguna adalah kalangan remaja dan pemuda yang berawal dari coba-coba terpengaruh teman yang sudah lebih dulu konsumsi.

Sebut Rusli Lubis, sebab utama pemakaian sabu adalah mengalami depresi tekan kehidupan. Kemudian mengeluh kepada teman dan ditawari untuk mencoba narkotika guna menghilangkan beban depresi. Sebelumnya, temannya pun terlebih dulu mengatasi masalah hidup dengan konsumsi sabu. 

Remaja yang rentan dengan depresi oleh pendidikan yang tinggi, harapan kehidupan lebih baik, harapan ekonomi, jika tidak menemukan orang yang tepat untuk berkeluh-kesah, rentan berteman dengan pemakai narkoba. Terlebih bila orangtua tidak dapat berperan sebagai orang yang arif untuk mengerti anak-anak mareka. 

Sabu adalah jenis narkotika yang dianggap bergengsi dan mudah ditemukan jika dibandingkan dengan ganja atau yang lainnya. "Banyak pemakai sabu. Alasannya mudah ditemui dan bergengsi. Mayoritas dari kalangan remaja dan pemuda. Lebih banyak laki dibanding perempuan," ujar Rusli Lubis di Kantor BNN Kota Depok di Jalan Merdeka di sela acara Hari Antinarkotika Internasional (Hani), Kamis (12/7), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hendrik Raseukiy.

Lanjut Rusli Lubis, pengguna narkotika umumnya rentang usia 16 sampai 28 tahun. Dari pengamatan Kepala BNN Kota Depok ini, peredaran sabu masuk dari wilayah Bogor Kabupaten. 

Ditambahkan Rusli Lubis, pihaknya sekarang sedang merehablitasi 50 orang ketergantungan narkoba. Lainnya, juga memidanakan tiga orang pengguna dan pedagang sabu yang sudah tidak dapat diperbaiki lagi dan sudah melakukan polahnya berulang kali.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Perempuan | 25 September 2018 - 18:58 WIB

Cerita mantan TKW yang sukses membuka usaha tenun ikat

Aktual Dalam Negeri | 25 September 2018 - 18:45 WIB

Warga Gandus harapkan fasilitas air bersih dan perbaikan jalan

Aktual Dalam Negeri | 25 September 2018 - 18:30 WIB

Simulasi pengawalan Asian Para Games

Kriminalitas | 25 September 2018 - 18:18 WIB

Temu kangen dengan 1000 lebih warga Indonesia

Aktual Dalam Negeri | 25 September 2018 - 18:10 WIB

Sandiaga kunjungi sentra industri getuk goreng Haji Tohirin

Kriminalitas | 25 September 2018 - 17:58 WIB

Rumah untuk memproduksi ekstasi digerebek polisi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 25 September 2018 - 18:18 WIB

Temu kangen dengan 1000 lebih warga Indonesia

Selasa, 25 September 2018 - 17:58 WIB

Rumah untuk memproduksi ekstasi digerebek polisi

Selasa, 25 September 2018 - 15:55 WIB

Polsek Bojonggede ungkap curanmor, tiga pelaku pelajar

Selasa, 25 September 2018 - 14:04 WIB

Polda Sultra musnahkan barang bukti 1.581,1 gram sabu

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com