Selasa, 11 Desember 2018 | 17:16 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Lingkungan

Pemkot Depok bentuk tim buser tangkap pembuang sampah sembarangan

Kamis, 12 Juli 2018 - 21:44 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Etty Suryahati. Istimewa. Foto: Hendrik Raseukiy/Radio Elshinta
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Etty Suryahati. Istimewa. Foto: Hendrik Raseukiy/Radio Elshinta

Elshinta.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Etty Suryahati mengatakan, Pemkot Depok serius menangani kebersihan kota. Keseriusan ini direalisasi dengan membentuk tim buru sergap dan tangkap pembuang sampah sembarangan.

Disisi lain, sebut Suryahati, DLHK juga bersinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (DPUPR) dan Dinas Kesehatan. Hal ini dilakukan Dinas DLHK untuk menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

Sekarang, DLHK memiliki 32 Unit Pengolah Sampah (UPS) yang dapat dioptimalkan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos maupun cair serta mengolah sampah plastik menjadi barang bernilal ekonomis. "UPS ini selain untuk mencegah adanya pembuang sampah liar juga intens melakukan monitoring dengan menurunkan Tim Buru Sergap (Buser) Kebersihan di beberapa lokasi. DLHK juga telah memiliki tim Jaga Gonda yang bertugas melakukan monitoring kebersihan, khusus di Jalan Margonda," sebut Etty Suryahati kepada Kontributor Elshinta, Hendrik Raseukiy, Kamis (12/7).

Tegasnya, Tim Buser dan Tim Jaga Gonda rutin melakukan monitoring di lokasi yang rawan akan pembuang sampah liar. "Kami juga telah memberikan sanksi tegas terhadap mereka yang tertangkap basah membuang sampah dengan melakukan Tindak Pidana Ringan," ucapnya,

Untuk jangka panjang, kata Etty, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Provinsi Jawa Barat agar pengoperasian TPA Nambo segera direalisasikan. Diharapkat dengan beroperasinya TPA Nambo, dapat mengurangi volume sampah sebesar 1200 ton yang setiap harinya masuk ke TPA Cipayung.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pembangunan | 11 Desember 2018 - 17:14 WIB

Dinas PUPR Depok: 85 persen anggaran 2018 terserap

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 17:08 WIB

Oknum Rutan Cipinang bantu pelarian napi diminta dihukum berat

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 16:54 WIB

Pemerintah apresiasi pemda siapkan data untuk kebijakan satu peta

Hukum | 11 Desember 2018 - 16:45 WIB

KPK panggil tiga saksi kasus DPRD Kalteng

Pembangunan | 11 Desember 2018 - 16:36 WIB

Presiden sebut proyek infrastruktur antre untuk diresmikan

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 16:25 WIB

Polisi telusuri pemegang KTP-el terakhir

Elshinta.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Etty Suryahati mengatakan, Pemkot Depok serius menangani kebersihan kota. Keseriusan ini direalisasi dengan membentuk tim buru sergap dan tangkap pembuang sampah sembarangan.

Disisi lain, sebut Suryahati, DLHK juga bersinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (DPUPR) dan Dinas Kesehatan. Hal ini dilakukan Dinas DLHK untuk menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

Sekarang, DLHK memiliki 32 Unit Pengolah Sampah (UPS) yang dapat dioptimalkan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos maupun cair serta mengolah sampah plastik menjadi barang bernilal ekonomis. "UPS ini selain untuk mencegah adanya pembuang sampah liar juga intens melakukan monitoring dengan menurunkan Tim Buru Sergap (Buser) Kebersihan di beberapa lokasi. DLHK juga telah memiliki tim Jaga Gonda yang bertugas melakukan monitoring kebersihan, khusus di Jalan Margonda," sebut Etty Suryahati kepada Kontributor Elshinta, Hendrik Raseukiy, Kamis (12/7).

Tegasnya, Tim Buser dan Tim Jaga Gonda rutin melakukan monitoring di lokasi yang rawan akan pembuang sampah liar. "Kami juga telah memberikan sanksi tegas terhadap mereka yang tertangkap basah membuang sampah dengan melakukan Tindak Pidana Ringan," ucapnya,

Untuk jangka panjang, kata Etty, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Provinsi Jawa Barat agar pengoperasian TPA Nambo segera direalisasikan. Diharapkat dengan beroperasinya TPA Nambo, dapat mengurangi volume sampah sebesar 1200 ton yang setiap harinya masuk ke TPA Cipayung.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com