Senin, 10 Desember 2018 | 19:03 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

DPR ingin penyelidikan mendalam kecelakaan kapal

Jumat, 13 Juli 2018 - 06:57 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2NbBSHL
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2NbBSHL

Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi V DPR Ibnu Munzir menginginkan adanya penyelidikan yang mendalam dan sanksi yang tegas kepada berbagai pihak yang berandil tidak terulang lagi peristiwa nahas seperti itu pada masa mendatang.

"(Penyeldikan yang mendalam) agar ke depan kecelakaan kapal yang memakan korban jiwa tidak kembali terulang," kata Ibnu Munzir dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Sebagaimana diketahui, peristiwa karamnya KMP Lestari Maju di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7) dilaporkan telah mengakibatkan 35 korban jiwa dan 155 orang berhasil diselamatkan. Menurut Ibnu Munzir, apapun kejadiannya, menggunakan kapal jenis "landing craft tank" (LCT) sebagai kapal angkutan penumpang saja sudah merupakan suatu hal yang salah. "Kenapa tetap diizinkan untuk melaut, ini yang harus benar-benar diselidiki," kata politisi Partai Golkar tersebut, seperti dilansir dari Antara.

Ibnu Munzir memaparkan, konstruksi kapal jenis LCT jelas dilarang untuk digunakan untuk menjadi kapal angkutan orang, dan larangannya ini telah ada sejak lama dari Kementerian Perhubungan. Konstruksi kapal LCT dinilai berbahaya untuk angkutan orang, lanjutnya, antara lain karena bagian bawah kapalnya terbuka sehingga jika ada ombak besar air pasti berpotensi masuk ke kapal. Menurut dia, Dengan adanya air yang masuk menggenangi lambung kapal, membuat kapal menjadi tidak stabil itulah yang menyebabkan kapal tenggelam. Ia juga mengutarakan harapannya agar pemerintah melalui ASDP dapat mengadakan kapal tambahan agar tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi di Pulau Selayar.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono meminta Kementerian Perhubungan untuk segera menurunkan personel Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk segera menyelidiki kasus kecelakaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Lestari Maju. Pasalnya, menurut Bambang, pelibatan Polisi di dalam penahanan tersangka dinilai terlalu cepat dan dapat meresahkan dunia transportasi khususnya pelayaran.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:45 WIB

Jonan minta Pertamina temukan teknologi `fast charging` mobil listrik

Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:38 WIB

Menteri ESDM resmikan stasiun pengisian listrik umum pertama

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 18:25 WIB

Puluhan aktivis Kudus unjuk rasa peringati Hari Anti Korupsi

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 18:13 WIB

Wapres sebut Bawaslu harus lebih pintar dari yang diawasi

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 17:55 WIB

Anies sesuaikan jadwal untuk konvoi Persija

Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi V DPR Ibnu Munzir menginginkan adanya penyelidikan yang mendalam dan sanksi yang tegas kepada berbagai pihak yang berandil tidak terulang lagi peristiwa nahas seperti itu pada masa mendatang.

"(Penyeldikan yang mendalam) agar ke depan kecelakaan kapal yang memakan korban jiwa tidak kembali terulang," kata Ibnu Munzir dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Sebagaimana diketahui, peristiwa karamnya KMP Lestari Maju di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7) dilaporkan telah mengakibatkan 35 korban jiwa dan 155 orang berhasil diselamatkan. Menurut Ibnu Munzir, apapun kejadiannya, menggunakan kapal jenis "landing craft tank" (LCT) sebagai kapal angkutan penumpang saja sudah merupakan suatu hal yang salah. "Kenapa tetap diizinkan untuk melaut, ini yang harus benar-benar diselidiki," kata politisi Partai Golkar tersebut, seperti dilansir dari Antara.

Ibnu Munzir memaparkan, konstruksi kapal jenis LCT jelas dilarang untuk digunakan untuk menjadi kapal angkutan orang, dan larangannya ini telah ada sejak lama dari Kementerian Perhubungan. Konstruksi kapal LCT dinilai berbahaya untuk angkutan orang, lanjutnya, antara lain karena bagian bawah kapalnya terbuka sehingga jika ada ombak besar air pasti berpotensi masuk ke kapal. Menurut dia, Dengan adanya air yang masuk menggenangi lambung kapal, membuat kapal menjadi tidak stabil itulah yang menyebabkan kapal tenggelam. Ia juga mengutarakan harapannya agar pemerintah melalui ASDP dapat mengadakan kapal tambahan agar tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi di Pulau Selayar.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono meminta Kementerian Perhubungan untuk segera menurunkan personel Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk segera menyelidiki kasus kecelakaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Lestari Maju. Pasalnya, menurut Bambang, pelibatan Polisi di dalam penahanan tersangka dinilai terlalu cepat dan dapat meresahkan dunia transportasi khususnya pelayaran.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com