Minggu, 22 Juli 2018 | 21:30 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Luar Negeri / Afrika

Sudan perpanjang masa gencatan senjata dengan pemberontak

Jumat, 13 Juli 2018 - 07:56 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi Tentara Sudan Selatan. Sumber foto: https://bit.ly/2uhAGvv
Ilustrasi Tentara Sudan Selatan. Sumber foto: https://bit.ly/2uhAGvv

Elshinta.com - Sudan memperpanjang gencatan senjata sepihak dengan pemberontak, yang bertempur di tiga negara bagian untuk menggulingkan pemerintahan, kata istana kepresidenan melalui pernyataan pada Kamis.

Pemerintah memerangi pemberontak di negara bagian Darfur di Sudan timur sejak 2003 namun tingkat kekerasan di sana menurun selama tiga tahun.

Di Kordofan Selatan dan Nil Biru, anggota kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Rakyat Sudan (SPLA) tetap berperang untuk menentang pemerintahan.

SPLA masih berada di negara itu setelah Sudah Selatan mendapatkan kemerdekaan dari Sudan pada 2011.

"Presiden Omar Hassan al-Bashir mengeluarkan keputusan presiden untuk memperpanjang masa gencatan senjata di semua tempat operasi hingga 31 Desember 2018," kata pernyataan istana kepresidenan, seperti dilansir Antara dari Reuters.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 22 Juli 2018 - 21:27 WIB

Polsek Metro Tanah Abang ungkap kasus penculikan anak

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 21:14 WIB

Pemerintah serius perluas penggunaan Biodiesel 20

Aktual Luar Negeri | 22 Juli 2018 - 20:37 WIB

Tips bagi jamaah Haji yang tersesat dan pingsan

Pemilihan Presiden 2019 | 22 Juli 2018 - 20:28 WIB

KPU Langkat skors rapat pleno DPSHP Pemilu 2019 selama sembilan jam

Kesehatan | 22 Juli 2018 - 20:15 WIB

Sudah divaksin influenza masih bisa kena pilek

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com