Senin, 10 Desember 2018 | 19:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Pengamat: TGB berpeluang kecil dampingi Jokowi

Jumat, 13 Juli 2018 - 10:17 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2mf3dxj
Sumber foto: https://bit.ly/2mf3dxj

Elshinta.com - Pengamat politik, Hadi Syaroni, menilai Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi berpeluang kecil untuk menjadi cawapresnya Joko Widodo pada Pilpres 2019.

"Memang TGB dekat para ulama, namun belum tentu meningkatkan elektabilitas Jokowi. Menurut saya masih kecil kemungkinan Jokowi menggaet TGB," kata Hadi di Jakarta, Jumat (13/7).

Meski TGB dekat dengan para ulama dan mampu menggaet pemilih dari kalangan muslim, namun tidak cukup membantu meningkatkan elektoral. "Belajar dari pemilu tahun-tahun lalu, cawapres dari kalangan ulama juga kurang membantu elektoral," katanya.

Menurut dia, menjelang Pilpres politik identitas akhir-akhir ini memang menguat, apalagi pasca isu Ahok dan aksi bela Islam 212.

"Bukan rahasia umum jika Jokowi selalu disudutkan dengan isu agama. Pilihan pragmatis ya memang memilih cawapres dari kalangan agama untuk menutupi celah yang berpotensi akan dimanfaatkan oleh para lawan," kata Hadi yang juga sebagai advokat di LBH Inpartit.

 Hadi malah berpendapat sosok Mahfud MD lebih cocok mendampingi Jokowi karena memiliki basis massa politik dan menjadi alternatif isu agama.

"Mahfud bisa menjembatani basis masa agama, serta memiliki latar belakang politik yang cukup kuat," ujarnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Indonesian Demokratic Center for Strategic Studies (Indenis), Girindra Sandino, berpendapat bila Joko Widodo disandingkan dengan Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi pada Pilpres 2019 akan menghilangkan sentimen Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan, dikutip dari laman Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:45 WIB

Jonan minta Pertamina temukan teknologi `fast charging` mobil listrik

Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:38 WIB

Menteri ESDM resmikan stasiun pengisian listrik umum pertama

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 18:25 WIB

Puluhan aktivis Kudus unjuk rasa peringati Hari Anti Korupsi

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 18:13 WIB

Wapres sebut Bawaslu harus lebih pintar dari yang diawasi

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 17:55 WIB

Anies sesuaikan jadwal untuk konvoi Persija

Elshinta.com - Pengamat politik, Hadi Syaroni, menilai Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi berpeluang kecil untuk menjadi cawapresnya Joko Widodo pada Pilpres 2019.

"Memang TGB dekat para ulama, namun belum tentu meningkatkan elektabilitas Jokowi. Menurut saya masih kecil kemungkinan Jokowi menggaet TGB," kata Hadi di Jakarta, Jumat (13/7).

Meski TGB dekat dengan para ulama dan mampu menggaet pemilih dari kalangan muslim, namun tidak cukup membantu meningkatkan elektoral. "Belajar dari pemilu tahun-tahun lalu, cawapres dari kalangan ulama juga kurang membantu elektoral," katanya.

Menurut dia, menjelang Pilpres politik identitas akhir-akhir ini memang menguat, apalagi pasca isu Ahok dan aksi bela Islam 212.

"Bukan rahasia umum jika Jokowi selalu disudutkan dengan isu agama. Pilihan pragmatis ya memang memilih cawapres dari kalangan agama untuk menutupi celah yang berpotensi akan dimanfaatkan oleh para lawan," kata Hadi yang juga sebagai advokat di LBH Inpartit.

 Hadi malah berpendapat sosok Mahfud MD lebih cocok mendampingi Jokowi karena memiliki basis massa politik dan menjadi alternatif isu agama.

"Mahfud bisa menjembatani basis masa agama, serta memiliki latar belakang politik yang cukup kuat," ujarnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Indonesian Demokratic Center for Strategic Studies (Indenis), Girindra Sandino, berpendapat bila Joko Widodo disandingkan dengan Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi pada Pilpres 2019 akan menghilangkan sentimen Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan, dikutip dari laman Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 16:25 WIB

KPU Tangerang temukan daftar pemilih tak sesuai syarat

Senin, 10 Desember 2018 - 14:24 WIB

Ketua DPR usulkan Pemilu gunakan e-Voting

Senin, 10 Desember 2018 - 12:02 WIB

Bawaslu gelar Rakornas perkuat pengawasan Pemilu 2019

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com