Senin, 19 November 2018 | 04:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Kemenkumham bangun rutan narkotika di KEK Belitung

Jumat, 13 Juli 2018 - 11:56 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi Lapas Narkotika, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2NNHjOc
Ilustrasi Lapas Narkotika, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2NNHjOc

Elshinta.com - Kanwil Kemenkumham Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan membangun rumah tahanan khusus narkotika di Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Kelayang Kabupaten Belitung, guna mengurangi kelebihan kapasitas warga binaan narkoba lapas daerah itu.

"Dalam minggu ini kita bersama pihak Imigrasi meninjau lokasi pembangunan rutan di KEK Pariwisata Belitung," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Kepulauan Babel Sulistiarso di Pangkalpinang, Jumat (13/7).

Ia mengatakan pembangunan rutan narkotika di KEK Pariwisata ini bekerja sama dengan Kantor Imigrasi, sebagai rumah tahanan wisatawan yang terlibat penyalahgunaan narkotika. "Saya ingin dalam tahun ini rutan KEK terealisasi dan ini sebagai kenang-kenangan saya bertugas di Provinsi Kepulauan Babel," katanya.

Menurut dia untuk mempercepat pembangunan rutan khusus penanganan kasus penyalahgunaan narkoba di dalam kawasan pariwisata akan menggunakan anggaran belanja modal jajaran Lapas Belitung. "Dengan adanya pembangunan rutan ini, maka wisatawan asing yang terlibat narkoba tidak lagi ditahan di lapas umum," katanya.

Ia menambahkan saat ini narapidana di lapas narkotika sudah melampaui batas kapasitas yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pihaknya akan memperbanyak rutan khusus narkotika ini. Misalnya jumlah narapidana dan tahanan di Lapas Narkotika Kelas II Pangkalpinang mencapai 859 orang, sedang kapasitas hanya 450 orang. "Saat ini kita masih memiliki satu lapas narkotika, sehingga perlu diperbanyak lapas untuk membina narapidana dan tahanan kasus narkoba ini untuk mengurangi kelebihan kapasitas," katanya, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Kanwil Kemenkumham Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan membangun rumah tahanan khusus narkotika di Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Kelayang Kabupaten Belitung, guna mengurangi kelebihan kapasitas warga binaan narkoba lapas daerah itu.

"Dalam minggu ini kita bersama pihak Imigrasi meninjau lokasi pembangunan rutan di KEK Pariwisata Belitung," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Kepulauan Babel Sulistiarso di Pangkalpinang, Jumat (13/7).

Ia mengatakan pembangunan rutan narkotika di KEK Pariwisata ini bekerja sama dengan Kantor Imigrasi, sebagai rumah tahanan wisatawan yang terlibat penyalahgunaan narkotika. "Saya ingin dalam tahun ini rutan KEK terealisasi dan ini sebagai kenang-kenangan saya bertugas di Provinsi Kepulauan Babel," katanya.

Menurut dia untuk mempercepat pembangunan rutan khusus penanganan kasus penyalahgunaan narkoba di dalam kawasan pariwisata akan menggunakan anggaran belanja modal jajaran Lapas Belitung. "Dengan adanya pembangunan rutan ini, maka wisatawan asing yang terlibat narkoba tidak lagi ditahan di lapas umum," katanya.

Ia menambahkan saat ini narapidana di lapas narkotika sudah melampaui batas kapasitas yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pihaknya akan memperbanyak rutan khusus narkotika ini. Misalnya jumlah narapidana dan tahanan di Lapas Narkotika Kelas II Pangkalpinang mencapai 859 orang, sedang kapasitas hanya 450 orang. "Saat ini kita masih memiliki satu lapas narkotika, sehingga perlu diperbanyak lapas untuk membina narapidana dan tahanan kasus narkoba ini untuk mengurangi kelebihan kapasitas," katanya, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com