Selasa, 17 Juli 2018 | 12:59 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Penjelasan Kapolres soal kantor polisi bersama di Ketapang

Jumat, 13 Juli 2018 - 12:38 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Kapolres Ketapang, AKBP Sunario. Sumber foto: https://bit.ly/2L9aaOy
Kapolres Ketapang, AKBP Sunario. Sumber foto: https://bit.ly/2L9aaOy

Elshinta.com - Kapolres Ketapang, AKBP Sunario membantah adanya kantor polisi bersama antara Polres Ketapang dengan perwakilan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Provinsi Jiangsu Resor Suzho.

Kapolres Ketapang dalam keterangan tertulisnya di Pontianak, Jumat (13/7), membantah bahwa kantor polisi bersama tersebut sudah diresmikan, dan plakat tersebut juga sudah di pasang di kantor bersama tersebut. "Plakat yang viral di media sosial, hanya sebuah tanda perkenalan pertemuan antara polisi RRT dengan Polres Ketapang, dan tulisan kantor bersama adalah bahasa kantor itu menjadi tempat pertemuan bersama, dan tidak benar akan ada kantor polisi RRT di Ketapang," katanya.

Ia menjelaskan, saat ini plakat tersebut sudah diamankan di Polres Ketapang, karena dikhawatirkan bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Sunario menambahkan, memang benar Kamis (12/7), ada kunjungan dari kepolisian Suzho ke PT BSM yang ada di Ketapang, dan mereka juga mengajak Polres Ketapang untuk bersama-sama ke perusahaan tersebut. "Mereka meminta ada kerja sama dengan Polres Ketapang, dengan menunjukkan contoh plakat untuk kerja sama tersebut. Tetapi kami tolak karena kami tidak bisa mengeluarkan kesepakatan, melainkan itu sudah wewenang Mabes Polri," katanya, dikutip Antara.

Menurut dia, malah plakat tersebut sudah diamankan, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. "Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak khawatir, karena hingga saat ini, tidak ada kantor polisi bersama antara Polres Ketapang dengan polisi RRT atau kepolisian Suzho tersebut," ungkapnya.

Sunario juga berharap, agar apa yang sudah beredar di Medsos tersebut, tidak perlu lagi disebarluaskan, karena tidak benar ada kantor polisi bersama seperti yang viral di medsos tersebut.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 17 Juli 2018 - 12:58 WIB

PWNU Jambi dukung Said Aqil jadi cawapres Jokowi

Politik | 17 Juli 2018 - 12:36 WIB

Gerindra-PKS-PAN susun rancangan kabinet sejak dini

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 12:12 WIB

Menhub: Kendaraan bermuatan lebih akibatkan ekonomi biaya tinggi

Pemilihan Presiden 2019 | 17 Juli 2018 - 12:01 WIB

Gerindra: Prabowo peroleh `tiket` capres

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com