Sabtu, 21 Juli 2018 | 07:18 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Dalam Negeri / Ekonomi

BI minta perbankan tahan kenaikkan bunga kredit

Jumat, 13 Juli 2018 - 17:26 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber foto: https://bit.ly/2zzj434
Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber foto: https://bit.ly/2zzj434

Elshinta.com - Bank Indonesia kembali menegaskan perbankan tidak memiliki alasan untuk menaikkan suku bunga kredit dan simpanan dalam waktu dekat, karena likuiditas masih longgar meskipun suku bunga acuan Bank Sentral sudah naik secara total 100 basis poin tahun ini.

"Jika suku bunga acuan BI sudah naik 50 basis poin (akhir Juni 2018), tidak perlu diikuti dengan kenaikan suku bunga kredit dan deposito di dalam negeri, maka itu likuiditas sudah kita longgarkan dengan beberapa relaksasi," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (13/7).

Suku bunga acuan "7-Day Reverse Repo Rate" naik 50 basis poin di Mei 2018 sebesar 50 bps, di akhir Juni 2018 juga naik 50 bps.

Perry mengatakan sudah terdapat tiga relaksasi kebijakan bagi perbankan. Pertama, mulai 16 Juli 2018 nanti, perhitungan rata-rata Giro Wajib Minimum Primer (GWM-P Averaging) sudah naik menjadi dua persen dari total komponen rasio GWM-P sebesar 6,5 persen dan akan membuat perbankan mengelola likuiditas. Sebelum 16 Juli 2017, rasio GWM-P Averaging sebesar 1,5 persen.

"Manajemen likuiditas bisa longgar. Bank juga tidak perlu hanya fokus dan terbatas pada Dana Pihak Ketiga, karena mereka bisa terbitkan obligasi, atau surat utang jangka menengah (MTN)," ujarnya.

Kemudian, relaksasi kedua yakni perhitungan pembiayaan bank yang kini melibatkan pembelian obligasi korporasi sebagai kredit. Dengan begitu, bank memiliki alternatif untuk menyalurkan pembiayaan dengan membeli obligasi korporasi, selain kredit jika risiko kredit masih membebani.

"Ini akan mendorong kegiatan ekonomi dari pembiayaan dari kredit perbankan dan dari pasar modal," ujar dia.

Relaksasi ketiga adalah pembebasan aturan maksimum nilai kredit (Loan to Value/LTV) untuk kredit rumah pertama semua tipe yang berlaku pada 1 Agustus 2018. Dengan peraturan baru LTV, perbankan memiliki keleluasaan untuk memberikan syarat uang muka pembelian rumah pertama semua tipe, dikutip dari laman Antara.

"Coba, banyak sekali pengendoran yang sudah kita lakukan. Sehingga itu bisa menjadi `jamu manis` meskipun kita berikan `jamu pahit` kenaikan suku bunga acuan," ujar Perry.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Juli 2018 - 07:12 WIB

Daker Makkah siap sambut jamaah Indonesia

Aktual Olahraga | 21 Juli 2018 - 06:49 WIB

Peter Sagan juara etape ke-13 Tour de France

Aktual Dalam Negeri | 21 Juli 2018 - 06:38 WIB

Ketua DPR: Cegah rencana penjualan aset Pertamina

Musibah | 21 Juli 2018 - 06:26 WIB

Damkar Jakarta Utara evakuasi korban keracunan gas

Aktual Sepakbola | 21 Juli 2018 - 06:15 WIB

Mane ganti nomor punggung 10 di Liverpool

Pileg 2019 | 20 Juli 2018 - 21:30 WIB

PKB: Menteri jadi caleg tidak ganggu kinerja kementerian

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com