Senin, 19 November 2018 | 11:01 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pembangunan

Presiden tinjau LRT Sumsel pastikan siap beroperasi

Jumat, 13 Juli 2018 - 16:24 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
LRT Palembang, Sumatera Selatan. Sumber foto: https://bit.ly/2uklhdD
LRT Palembang, Sumatera Selatan. Sumber foto: https://bit.ly/2uklhdD

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo, Jumat (13/7), meninjau pembangunan kereta api ringan (light rail transit/LRT) di Sumatera Selatan, untuk memastikan moda transportasi tersebut siap dioperasikan dalam waktu dekat.

Kepala Humas Ditjen Perkeretaapian Eben Torsa dalam keterangan tertulis yang dilansir Antara di Jakarta, Jumat (13/7), mengatakan pembangunan LRT Sumsel untuk mendukung perhelatan Asian Games 2018 di Palembang.

"Pembangunan LRT Sumsel telah dimulai sejak tahun 2015 lalu. Pembangunan LRT Sumsel ini merupakan implementasi dari program pembangunan perkeretaapian yang tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) Tahun 2030 yang disusun oleh Kementerian Perhubungan," katanya.

Dengan alokasi pembiayaan yang berasal dari APBN sebesar Rp10,9 Triliun, jalur LRT Sumsel akan menghubungkan Bandara Internasional Mahmud Badaruddin II menuju kawasan Jakabaring Sport City serta stasiun tujuan akhir, Stasiun Ditjen Perkeretaapian (DJKA) sepanjang 22,3 kilometer.

Pada saat dioperasikan, terdapat 13 stasiun pemberhentian yakni Bandara Sultan Mahmud Badaruddin, Asrama Haji, Punti Kayu, RSUD, Garuda Dempo, Demang, Bumi Sriwijaya, Dishub, Cinde, Ampera, Polresta, Jakabaring, dan DJKA.

Lama waktu berhenti di setiap stasiun kurang lebih 40 detik, khusus di Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II yang merupakan stasiun awal serta Stasiun DJKA yang merupakan stasiun tujuan akhir lama waktu berhenti adalah lima menit.

Adapun waktu tempuh perjalanan LRT Sumsel dari Stasiun Bandara hingga Stasiun DJKA adalah 49 menit, dengan pengaturan jarak waktu datang (headway) antarkereta kurang lebih 17 menit. "Sehingga dalam satu hari akan ada 108 perjalanan LRT Sumsel dengan menggunakan enam rangkaian kereta LRT," katanya.

Waktu pengoperasian LRT Sumsel ini dimulai pukul 04.00 WIB dan berakhir pukul 22.20 WIB, sehingga lama waktu operasi LRT Sumsel adalah 18 jam 20 menit. Dibangun dengan konsep konstruksi jalur layang, LRT Sumsel menjadi LRT yang pertama kali dibangun serta dioperasikan di Indonesia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:58 WIB

Presiden Jokowi resmikan pembangunan tower Universitas Muhammadiyah Lamongan

Musibah | 19 November 2018 - 10:45 WIB

Perbaikan longsor di Jalan Kramat Tiu rampung diperbaiki

Kriminalitas | 19 November 2018 - 10:35 WIB

Polisi tangkap dalang bentrok di diskotek Bandara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:24 WIB

PMI DIY siagakan relawan jelang libur panjang

Ekonomi | 19 November 2018 - 10:15 WIB

Senin pagi, kurs rupiah melemah ke posisi Rp14.600

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:02 WIB

Dishub Bogor hentikan sementara operasi angkot modern

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo, Jumat (13/7), meninjau pembangunan kereta api ringan (light rail transit/LRT) di Sumatera Selatan, untuk memastikan moda transportasi tersebut siap dioperasikan dalam waktu dekat.

Kepala Humas Ditjen Perkeretaapian Eben Torsa dalam keterangan tertulis yang dilansir Antara di Jakarta, Jumat (13/7), mengatakan pembangunan LRT Sumsel untuk mendukung perhelatan Asian Games 2018 di Palembang.

"Pembangunan LRT Sumsel telah dimulai sejak tahun 2015 lalu. Pembangunan LRT Sumsel ini merupakan implementasi dari program pembangunan perkeretaapian yang tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) Tahun 2030 yang disusun oleh Kementerian Perhubungan," katanya.

Dengan alokasi pembiayaan yang berasal dari APBN sebesar Rp10,9 Triliun, jalur LRT Sumsel akan menghubungkan Bandara Internasional Mahmud Badaruddin II menuju kawasan Jakabaring Sport City serta stasiun tujuan akhir, Stasiun Ditjen Perkeretaapian (DJKA) sepanjang 22,3 kilometer.

Pada saat dioperasikan, terdapat 13 stasiun pemberhentian yakni Bandara Sultan Mahmud Badaruddin, Asrama Haji, Punti Kayu, RSUD, Garuda Dempo, Demang, Bumi Sriwijaya, Dishub, Cinde, Ampera, Polresta, Jakabaring, dan DJKA.

Lama waktu berhenti di setiap stasiun kurang lebih 40 detik, khusus di Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II yang merupakan stasiun awal serta Stasiun DJKA yang merupakan stasiun tujuan akhir lama waktu berhenti adalah lima menit.

Adapun waktu tempuh perjalanan LRT Sumsel dari Stasiun Bandara hingga Stasiun DJKA adalah 49 menit, dengan pengaturan jarak waktu datang (headway) antarkereta kurang lebih 17 menit. "Sehingga dalam satu hari akan ada 108 perjalanan LRT Sumsel dengan menggunakan enam rangkaian kereta LRT," katanya.

Waktu pengoperasian LRT Sumsel ini dimulai pukul 04.00 WIB dan berakhir pukul 22.20 WIB, sehingga lama waktu operasi LRT Sumsel adalah 18 jam 20 menit. Dibangun dengan konsep konstruksi jalur layang, LRT Sumsel menjadi LRT yang pertama kali dibangun serta dioperasikan di Indonesia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com