Jumat, 16 November 2018 | 15:31 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pendidikan

Pelajar Indonesia raih prestasi ajang Festival Budaya di Inggris

Jumat, 13 Juli 2018 - 16:55 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Pelajar RI raih prestasi di ajang festival budaya. Foto: Istimewa/Elshinta.
Pelajar RI raih prestasi di ajang festival budaya. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Sekolah Al-Izhar Pondok Labu Jakarta berhasil membawa nama harum Indonesia di mata internasional, dengan mendapat piala tertinggi Lucille Armstrong pada festival budaya antarbangsa Llangollen International Musical Eisteddfod 2018 di Wales, Inggris pada 3 - 8 Juli 2018.

Direktur Utama Perguruan Al-Izhar Pondok Labu Arniyani Arifin menyambut gembira atas prestasi yang diraih oleh murid-muridnya. Mereka menampilkan tarian Kipah (kipas) dari Aceh yang dibawakan oleh 15 penari putri Tim Misi Budaya Al-Izhar Pondok Labu.

“Kekuatan suatu bangsa ditentukan oleh bagaimana kita menghargai dan menjunjung tinggi budaya kita. Kita berusaha untuk terus belajar dan melestarikannya dan seharusnya tidak berakhir dengan sebuah kompetisi. Apresiasi budaya kita juga harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, seperti komitmen, disiplin, kerja keras dan kerja tim, dan nilai-nilai baik ini terwakili di sekolah kami melalui misi budaya ini,” kata Arniyani dalam keterangan tertulisnya yang diterima Elshinta, Jumat (13/7).

Untuk mencapai ke sesi Grand Final Lucille Armstrong, tim misi budaya Al-Izhar Pondok Labu harus memenangkan beberapa kategori yaitu Juara 1 kategori C1-Traditional Folk Dance Group dengan menampilkan Tari Kipah dari Aceh; Juara 2 kategori C4-Cultural Showcase menampilkan Tari Muda Mudi dari Papua; dan Juara 3 kategori C2-Choreographed/Stylized Folk Dance Group menampilkan Tari Nagekeo Bangkit dari  NTT.

Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara memberikan apresiasi atas keberhasilanTim Misi Budaya SMA Al-Izhar Pondok Labu yang membawa harum nama Indonesia di ajang festival budaya antarbangsa bergengsi tersebut. “Keberhasilan ini juga sebagai promosi untuk Wonderful Indonesia,” kata Ukus Kuswara.

Kemenpar juga turut memberi dukungan kepada tim misi budaya Sekolah Al-Izhar Pondok Labu Jakarta mewakili Indonesia tampil di ajang festival budaya antar bangsa Llangollen International Musical Eisteddfod 2018. Acara ini rencananya diikuti lebih dari 5.000 penyanyi, penari dan pemusik dari sekitar 50 negara ini tentunya menjadi wadah memperkenalkan budaya Indonesia di kancah internasional.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 16 November 2018 - 15:24 WIB

Bulog salurkan beras ke wilayah banjir Riau

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 15:15 WIB

Komnas HAM beri masukan ke Presiden soal KSAD baru

Lingkungan | 16 November 2018 - 15:06 WIB

Banyak program restorasi gambut gagal, ini penyebabnya

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 14:55 WIB

Presiden yakin tujuh mimpi anak bangsa di Kapsul Waktu bisa terwujud, jika...

Aktual Olahraga | 16 November 2018 - 14:47 WIB

Kasdam I/BB berangkatkan 32 atlet Yong Moo Do ke Bali

Musibah | 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

Elshinta.com - Sekolah Al-Izhar Pondok Labu Jakarta berhasil membawa nama harum Indonesia di mata internasional, dengan mendapat piala tertinggi Lucille Armstrong pada festival budaya antarbangsa Llangollen International Musical Eisteddfod 2018 di Wales, Inggris pada 3 - 8 Juli 2018.

Direktur Utama Perguruan Al-Izhar Pondok Labu Arniyani Arifin menyambut gembira atas prestasi yang diraih oleh murid-muridnya. Mereka menampilkan tarian Kipah (kipas) dari Aceh yang dibawakan oleh 15 penari putri Tim Misi Budaya Al-Izhar Pondok Labu.

“Kekuatan suatu bangsa ditentukan oleh bagaimana kita menghargai dan menjunjung tinggi budaya kita. Kita berusaha untuk terus belajar dan melestarikannya dan seharusnya tidak berakhir dengan sebuah kompetisi. Apresiasi budaya kita juga harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, seperti komitmen, disiplin, kerja keras dan kerja tim, dan nilai-nilai baik ini terwakili di sekolah kami melalui misi budaya ini,” kata Arniyani dalam keterangan tertulisnya yang diterima Elshinta, Jumat (13/7).

Untuk mencapai ke sesi Grand Final Lucille Armstrong, tim misi budaya Al-Izhar Pondok Labu harus memenangkan beberapa kategori yaitu Juara 1 kategori C1-Traditional Folk Dance Group dengan menampilkan Tari Kipah dari Aceh; Juara 2 kategori C4-Cultural Showcase menampilkan Tari Muda Mudi dari Papua; dan Juara 3 kategori C2-Choreographed/Stylized Folk Dance Group menampilkan Tari Nagekeo Bangkit dari  NTT.

Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara memberikan apresiasi atas keberhasilanTim Misi Budaya SMA Al-Izhar Pondok Labu yang membawa harum nama Indonesia di ajang festival budaya antarbangsa bergengsi tersebut. “Keberhasilan ini juga sebagai promosi untuk Wonderful Indonesia,” kata Ukus Kuswara.

Kemenpar juga turut memberi dukungan kepada tim misi budaya Sekolah Al-Izhar Pondok Labu Jakarta mewakili Indonesia tampil di ajang festival budaya antar bangsa Llangollen International Musical Eisteddfod 2018. Acara ini rencananya diikuti lebih dari 5.000 penyanyi, penari dan pemusik dari sekitar 50 negara ini tentunya menjadi wadah memperkenalkan budaya Indonesia di kancah internasional.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com