Senin, 10 Desember 2018 | 19:02 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

IPW: AKBP Y penganiaya perempuan harus diadili

Sabtu, 14 Juli 2018 - 07:38 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2L7RJd3
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2L7RJd3

Elshinta.com - Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan, perwira menengah Polda Bangka Belitung, AKBP Y yang menganiaya dua wanita dan seorang anak yang dituduh mencuri, harus dipecat dan dibawa ke pengadilan.

"Tindakan yang dilakukan polisi di Babel itu adalah tindakan biadab yang tidak berperikemanusiaan yang bertolak belakang dari misi Kepolisian Indonesia sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat. Orang biadab seperti ini tidak pantas menjadi polisi," kata Neta S Pane, Ketua Presidium IPW, di Jakarta.

Ia menambahkan, setiap orang yang melakukan penganiayaan harus ditahan karena ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara dan kemudian diproses di pengadilan. Apalagi, kata dia, pelakunya adalah anggota polisi yang seharusnya mengayomi masyarakat, tentunya hukumannya harus lebih berat. "Jangan hanya karena persoalan sepele, polisi bisa bertindak biadab dan bersikap arogan. Cara-cara seperti ini tidak boleh ditolerir dan jika dibiarkan oknum tersebut menjadi monster bagi masyarakat," katanya.

Ia menyatakan, pendidikan di polisi sebenarnya sudah cukup baik, namun mentalitasnya masih cukup parah. "Masih sangat arogan sehingga mereka lupa sebagai pangayom masyarakat dan lupa sebagai aparatur penegak hukum," katanya, dikutip dari Antara. 

Akibatnya cenderung main hakim sendiri, semua ini terjadi akibat lemahnya sistem kontrol di polri dan atasan kerap tidak peduli dengan bawahan sehingga bawahan cenderung seenaknya sendiri.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Kepolisian Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi M Iqbal, di Jakarta mengatakan, Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian, memerintahkan pimpinan Polda Bangka Belitung mencopot AKBP Y dari jabatannya sebagai kepala Subdirektorat Kilas Direktorat Pengamanan Benda Vital Polda Bangka Belitung. AKBP Yusuf dimutasi ke Pelayanan Markas Polda Bangka Belitung, sedangkan jabatan lamanya diisi AKBP Steyvanus Saparsono berdasarkan Surat Telegram Kapolda Babel Nomor ST/1786/VII/2018 tertanggal 13 Juli 2018.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:45 WIB

Jonan minta Pertamina temukan teknologi `fast charging` mobil listrik

Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:38 WIB

Menteri ESDM resmikan stasiun pengisian listrik umum pertama

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 18:25 WIB

Puluhan aktivis Kudus unjuk rasa peringati Hari Anti Korupsi

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 18:13 WIB

Wapres sebut Bawaslu harus lebih pintar dari yang diawasi

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 17:55 WIB

Anies sesuaikan jadwal untuk konvoi Persija

Elshinta.com - Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan, perwira menengah Polda Bangka Belitung, AKBP Y yang menganiaya dua wanita dan seorang anak yang dituduh mencuri, harus dipecat dan dibawa ke pengadilan.

"Tindakan yang dilakukan polisi di Babel itu adalah tindakan biadab yang tidak berperikemanusiaan yang bertolak belakang dari misi Kepolisian Indonesia sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat. Orang biadab seperti ini tidak pantas menjadi polisi," kata Neta S Pane, Ketua Presidium IPW, di Jakarta.

Ia menambahkan, setiap orang yang melakukan penganiayaan harus ditahan karena ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara dan kemudian diproses di pengadilan. Apalagi, kata dia, pelakunya adalah anggota polisi yang seharusnya mengayomi masyarakat, tentunya hukumannya harus lebih berat. "Jangan hanya karena persoalan sepele, polisi bisa bertindak biadab dan bersikap arogan. Cara-cara seperti ini tidak boleh ditolerir dan jika dibiarkan oknum tersebut menjadi monster bagi masyarakat," katanya.

Ia menyatakan, pendidikan di polisi sebenarnya sudah cukup baik, namun mentalitasnya masih cukup parah. "Masih sangat arogan sehingga mereka lupa sebagai pangayom masyarakat dan lupa sebagai aparatur penegak hukum," katanya, dikutip dari Antara. 

Akibatnya cenderung main hakim sendiri, semua ini terjadi akibat lemahnya sistem kontrol di polri dan atasan kerap tidak peduli dengan bawahan sehingga bawahan cenderung seenaknya sendiri.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Kepolisian Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi M Iqbal, di Jakarta mengatakan, Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian, memerintahkan pimpinan Polda Bangka Belitung mencopot AKBP Y dari jabatannya sebagai kepala Subdirektorat Kilas Direktorat Pengamanan Benda Vital Polda Bangka Belitung. AKBP Yusuf dimutasi ke Pelayanan Markas Polda Bangka Belitung, sedangkan jabatan lamanya diisi AKBP Steyvanus Saparsono berdasarkan Surat Telegram Kapolda Babel Nomor ST/1786/VII/2018 tertanggal 13 Juli 2018.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com