Senin, 10 Desember 2018 | 19:03 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

Sipir terlibat narkoba dipastikan dipecat

Sabtu, 14 Juli 2018 - 08:28 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2lXLDgu
Sumber foto: https://bit.ly/2lXLDgu

Elshinta.com - Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Kalimantan Tengah, Yoseph memastikan, pemecatan merupakan tindakan tegas yang diberikan kepada oknum sipir terlibat narkoba.

"Saya pastikan dia dipecat. Kami sudah berkomitmen memberantas narkoba, tapi masih ada saja yang melanggar. Kami tidak akan menolerir tindakan itu," kata Yoseph di Sampit.

Yoseph melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sampit. Kunjungan ini diduga terkait peristiwa yang menghebohkan, yakni ditangkapnya seorang oknum sipir yang merupakan komandan jaga di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sampit karena kasus narkoba. Rabu (4/7) lalu, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah, menangkap enam orang pelaku terkait peredaran narkoba di Sampit. Satu orang di antaranya merupakan oknum sipir berinisial HA yang ditangkap bersama barang bukti berupa sabu-sabu saat penggeledahan.

Kejadian ini menjadi perhatian serius Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Kalimantan Tengah. Dikutip Antara, Yoseph pun sampai turun langsung ke Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sampit. Saat di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sampit, Yoseph diterima Kepala Lembaga Pemasyarakatan, Muhammad Khaeron. Dia menggelar rapat dengan jajaran lembaga pemasyarakatan setempat.

Saat bersamaan, di lembaga permasyarakatan itu sedang digelar pengambilan sampel urine untuk diperiksa. Kegiatan berlangsung sejak Kamis (12/7) dan dilanjutkan hari ini karena banyaknya peserta. Ada 609 warga binaan dan 84 sipir yang diambil sampel urinenya untuk diperiksa terkait kemungkinan adanya pengguna narkoba.

Yoseph mengaku sangat kecewa mengetahui masih ada oknum pegawai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Kalimantan Tengah yang terlibat narkoba, bahkan menjadi tersangka pengedar barang haram itu.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:45 WIB

Jonan minta Pertamina temukan teknologi `fast charging` mobil listrik

Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:38 WIB

Menteri ESDM resmikan stasiun pengisian listrik umum pertama

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 18:25 WIB

Puluhan aktivis Kudus unjuk rasa peringati Hari Anti Korupsi

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 18:13 WIB

Wapres sebut Bawaslu harus lebih pintar dari yang diawasi

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 17:55 WIB

Anies sesuaikan jadwal untuk konvoi Persija

Elshinta.com - Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Kalimantan Tengah, Yoseph memastikan, pemecatan merupakan tindakan tegas yang diberikan kepada oknum sipir terlibat narkoba.

"Saya pastikan dia dipecat. Kami sudah berkomitmen memberantas narkoba, tapi masih ada saja yang melanggar. Kami tidak akan menolerir tindakan itu," kata Yoseph di Sampit.

Yoseph melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sampit. Kunjungan ini diduga terkait peristiwa yang menghebohkan, yakni ditangkapnya seorang oknum sipir yang merupakan komandan jaga di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sampit karena kasus narkoba. Rabu (4/7) lalu, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah, menangkap enam orang pelaku terkait peredaran narkoba di Sampit. Satu orang di antaranya merupakan oknum sipir berinisial HA yang ditangkap bersama barang bukti berupa sabu-sabu saat penggeledahan.

Kejadian ini menjadi perhatian serius Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Kalimantan Tengah. Dikutip Antara, Yoseph pun sampai turun langsung ke Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sampit. Saat di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sampit, Yoseph diterima Kepala Lembaga Pemasyarakatan, Muhammad Khaeron. Dia menggelar rapat dengan jajaran lembaga pemasyarakatan setempat.

Saat bersamaan, di lembaga permasyarakatan itu sedang digelar pengambilan sampel urine untuk diperiksa. Kegiatan berlangsung sejak Kamis (12/7) dan dilanjutkan hari ini karena banyaknya peserta. Ada 609 warga binaan dan 84 sipir yang diambil sampel urinenya untuk diperiksa terkait kemungkinan adanya pengguna narkoba.

Yoseph mengaku sangat kecewa mengetahui masih ada oknum pegawai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Kalimantan Tengah yang terlibat narkoba, bahkan menjadi tersangka pengedar barang haram itu.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com