Sah-sah saja parpol tunggu Jokowi umumkan pasangan
Sabtu, 14 Juli 2018 - 10:46 WIB | Penulis : Devi Novitasari | Editor : Administrator
Presiden Joko Widodo. Sumber foto: https://bit.ly/2mjFBr7

Elshinta.com - Sikap partai politik yang baru akan mengumumkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) menjelang penutupan pendaftaran capres-cawapres di KPU, karena menunggu capres Joko Widodo mengumumkan pasangannya, dinilai sah-sah saja.

"Partai politik melakukan manuver menjelang pengumuman pasangan capres-cawapres sebelum KPU menutup pendaftaran pasangan capres-cawapres pada 10 Agustus mendatang," kata Peneliti dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Aji Al Farabi, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, di Jakarta, Sabtu (14/7).

Aji Al Farabi mengatakan hal itu ketika ditanya soal sikap Partai Demokrat yang baru akan mengumumkan pasangan capres-cawapres, setelah capres Joko Widodo mengumumkan pasangannya, karena menunggu kemungkinan adanya partai koalisi yang mengalihkan dukungan.

Menurut Aji, saat ini ada enam partai politik yang mendukung capres Joko Widodo yakni PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Kalau semua partai politik pendukungnya solid menerima cawapres yang dipilih Jokowi maka Jokowi akan aman, tapi bisa saja partai pendukungnya tidak solid," katanya.

Secara matematis, menurut Aji, setelah Joko Widodo memilih dan mengumumkan cawapresnya, jika dinilai figur yang dipilih tidak memuaskan semua parpol mitra koalisi, maka kemungkinan ada parpol yang mengalihkan dukungan. "Kalau nanti ada parpol yang keluar dari koalisi Jokowi ini akan membuka peluang munculnya pasangan baru. Ini yang ditunggu oleh Partai Demokrat," katanya, dikutip dari laman Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 23 April 2019 - 12:03 WIB
Elshinta.com - Munculnya dugaan kecurangan pasca pencoblosan di Pemilu 2019, tidak hanya m...
Selasa, 23 April 2019 - 11:53 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden, Jusuf Kalla pada Senin (22/4) malam, menemui sejumlah tokoh...
Selasa, 23 April 2019 - 11:15 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut jika Panwaslu dan Panitia Pemilihan Lu...
Selasa, 23 April 2019 - 10:43 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku menyatakan keprihatinan dengan Ketua Kel...
Selasa, 23 April 2019 - 10:37 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku menegaskan tidak ada pemungutan suara ulang d...
Selasa, 23 April 2019 - 10:28 WIB
Elshinta.com - Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, merekomendasikan un...
Selasa, 23 April 2019 - 09:49 WIB
Elshinta.com - Ketua Komisi A DPRD Kalimantan Tengah Freddy Ering menyarankan kepada pemer...
Selasa, 23 April 2019 - 09:38 WIB
Elshinta.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo masih menunggu usulan penyel...
Selasa, 23 April 2019 - 09:20 WIB
Elshinta.com - Pengelola Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, s...
Selasa, 23 April 2019 - 08:42 WIB
Elshinta.com - Dukungan masyarakat agar KPU dan Bawaslu tetap bekerja secara profesional s...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)