Selasa, 11 Desember 2018 | 17:16 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Aktual Pemilu

Sah-sah saja parpol tunggu Jokowi umumkan pasangan

Sabtu, 14 Juli 2018 - 10:46 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Presiden Joko Widodo. Sumber foto: https://bit.ly/2mjFBr7
Presiden Joko Widodo. Sumber foto: https://bit.ly/2mjFBr7

Elshinta.com - Sikap partai politik yang baru akan mengumumkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) menjelang penutupan pendaftaran capres-cawapres di KPU, karena menunggu capres Joko Widodo mengumumkan pasangannya, dinilai sah-sah saja.

"Partai politik melakukan manuver menjelang pengumuman pasangan capres-cawapres sebelum KPU menutup pendaftaran pasangan capres-cawapres pada 10 Agustus mendatang," kata Peneliti dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Aji Al Farabi, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, di Jakarta, Sabtu (14/7).

Aji Al Farabi mengatakan hal itu ketika ditanya soal sikap Partai Demokrat yang baru akan mengumumkan pasangan capres-cawapres, setelah capres Joko Widodo mengumumkan pasangannya, karena menunggu kemungkinan adanya partai koalisi yang mengalihkan dukungan.

Menurut Aji, saat ini ada enam partai politik yang mendukung capres Joko Widodo yakni PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Kalau semua partai politik pendukungnya solid menerima cawapres yang dipilih Jokowi maka Jokowi akan aman, tapi bisa saja partai pendukungnya tidak solid," katanya.

Secara matematis, menurut Aji, setelah Joko Widodo memilih dan mengumumkan cawapresnya, jika dinilai figur yang dipilih tidak memuaskan semua parpol mitra koalisi, maka kemungkinan ada parpol yang mengalihkan dukungan. "Kalau nanti ada parpol yang keluar dari koalisi Jokowi ini akan membuka peluang munculnya pasangan baru. Ini yang ditunggu oleh Partai Demokrat," katanya, dikutip dari laman Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pembangunan | 11 Desember 2018 - 17:14 WIB

Dinas PUPR Depok: 85 persen anggaran 2018 terserap

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 17:08 WIB

Oknum Rutan Cipinang bantu pelarian napi diminta dihukum berat

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 16:54 WIB

Pemerintah apresiasi pemda siapkan data untuk kebijakan satu peta

Hukum | 11 Desember 2018 - 16:45 WIB

KPK panggil tiga saksi kasus DPRD Kalteng

Pembangunan | 11 Desember 2018 - 16:36 WIB

Presiden sebut proyek infrastruktur antre untuk diresmikan

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 16:25 WIB

Polisi telusuri pemegang KTP-el terakhir

Elshinta.com - Sikap partai politik yang baru akan mengumumkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) menjelang penutupan pendaftaran capres-cawapres di KPU, karena menunggu capres Joko Widodo mengumumkan pasangannya, dinilai sah-sah saja.

"Partai politik melakukan manuver menjelang pengumuman pasangan capres-cawapres sebelum KPU menutup pendaftaran pasangan capres-cawapres pada 10 Agustus mendatang," kata Peneliti dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Aji Al Farabi, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, di Jakarta, Sabtu (14/7).

Aji Al Farabi mengatakan hal itu ketika ditanya soal sikap Partai Demokrat yang baru akan mengumumkan pasangan capres-cawapres, setelah capres Joko Widodo mengumumkan pasangannya, karena menunggu kemungkinan adanya partai koalisi yang mengalihkan dukungan.

Menurut Aji, saat ini ada enam partai politik yang mendukung capres Joko Widodo yakni PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Kalau semua partai politik pendukungnya solid menerima cawapres yang dipilih Jokowi maka Jokowi akan aman, tapi bisa saja partai pendukungnya tidak solid," katanya.

Secara matematis, menurut Aji, setelah Joko Widodo memilih dan mengumumkan cawapresnya, jika dinilai figur yang dipilih tidak memuaskan semua parpol mitra koalisi, maka kemungkinan ada parpol yang mengalihkan dukungan. "Kalau nanti ada parpol yang keluar dari koalisi Jokowi ini akan membuka peluang munculnya pasangan baru. Ini yang ditunggu oleh Partai Demokrat," katanya, dikutip dari laman Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 13:37 WIB

Pengamat: Politik identitas hanya kepentingan Pemilu

Senin, 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Senin, 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Senin, 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com