Rabu, 12 Desember 2018 | 13:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

BMKG: Gelombang laut Selatan Jateng-DIY meningkat

Sabtu, 14 Juli 2018 - 10:57 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2JlVFBU
Sumber foto: https://bit.ly/2JlVFBU

Elshinta.com - Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meterologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo menyatakan, tinggi gelombang di laut Selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali meningkat setelah sempat mengalami penurunan.

"Tinggi gelombang di laut Selatan Jateng-DIY pada beberapa hari terakhir sempat turun hingga 2,5 - 4 meter. Namun, akhir pekan ini kembali meningkat," katanya di Cilacap, Jateng, Sabtu (14/7).

Penurunan tinggi gelombang tersebut terjadi karena badai tropis Maria di Samudra Pasifik sebelah Timur Filipina telah menghilang.

Namun, berdasarkan pantauan citra satelit cuaca, tercatat tinggi gelombang di laut Selatan Jateng-DIY pada Sabtu (14/7) diprakirakan mengalami peningkatan akibat adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan antara wilayah di belahan bumi Utara dan belahan bumi Selatan.

Dalam hal ini, di belahan bumi Utara terdapat empat daerah pusat tekanan rendah, yakni di perairan sebelah Timur Filipina sebesar 1.006 milibar, Samudra Pasifik Timurr Laut Filipina sebesar 1.007 milibar, di sekitar Hanoi sebesar 999 milibar, dan Teluk Benggala sebesar 992 milibar, dikutip dari laman Antara.

Sedangkan, di belahan bumi Selatan terdapat daerah pusat tekanan tinggi yang berlokasi di Australia bagian Selatan yang sebesar 1.025 milibar.

"Dengan demikian masih ada perbedaan tekanan udara yang signifikan antara belahan bumi Utara dan belahan bumi Selatan. Oleh karena itu, kecepatan angin maksimum di atas laut selatan Jateng-DIY diprakirakan lebih dari 20 knot yang bertiup dari arah timur hingga tenggara atau biasa disebut dengan angin timuran," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 12 Desember 2018 - 13:20 WIB

Pesawat Alfra Trans tergelincir saat mendarat di Papua

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 13:08 WIB

BSSN deteksi 207,9 juta serangan trojan dan 36 juta aktivitas malware

Aktual Pemilu | 12 Desember 2018 - 13:00 WIB

Pemilih gangguan jiwa di Gorontalo capai 525 orang

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 12:51 WIB

Ibu Negara ajak anak-anak gemari makanan sehat

Aktual Luar Negeri | 12 Desember 2018 - 12:42 WIB

Pengadilan Kanada bebaskan petinggi Huawei dengan jaminan

Startup | 12 Desember 2018 - 12:33 WIB

Coworking space, ekosistem sehat bagi startup dan freelancer

Elshinta.com - Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meterologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo menyatakan, tinggi gelombang di laut Selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali meningkat setelah sempat mengalami penurunan.

"Tinggi gelombang di laut Selatan Jateng-DIY pada beberapa hari terakhir sempat turun hingga 2,5 - 4 meter. Namun, akhir pekan ini kembali meningkat," katanya di Cilacap, Jateng, Sabtu (14/7).

Penurunan tinggi gelombang tersebut terjadi karena badai tropis Maria di Samudra Pasifik sebelah Timur Filipina telah menghilang.

Namun, berdasarkan pantauan citra satelit cuaca, tercatat tinggi gelombang di laut Selatan Jateng-DIY pada Sabtu (14/7) diprakirakan mengalami peningkatan akibat adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan antara wilayah di belahan bumi Utara dan belahan bumi Selatan.

Dalam hal ini, di belahan bumi Utara terdapat empat daerah pusat tekanan rendah, yakni di perairan sebelah Timur Filipina sebesar 1.006 milibar, Samudra Pasifik Timurr Laut Filipina sebesar 1.007 milibar, di sekitar Hanoi sebesar 999 milibar, dan Teluk Benggala sebesar 992 milibar, dikutip dari laman Antara.

Sedangkan, di belahan bumi Selatan terdapat daerah pusat tekanan tinggi yang berlokasi di Australia bagian Selatan yang sebesar 1.025 milibar.

"Dengan demikian masih ada perbedaan tekanan udara yang signifikan antara belahan bumi Utara dan belahan bumi Selatan. Oleh karena itu, kecepatan angin maksimum di atas laut selatan Jateng-DIY diprakirakan lebih dari 20 knot yang bertiup dari arah timur hingga tenggara atau biasa disebut dengan angin timuran," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com