Rabu, 17 Oktober 2018 | 06:59 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

BMKG: Gelombang laut Selatan Jateng-DIY meningkat

Sabtu, 14 Juli 2018 - 10:57 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2JlVFBU
Sumber foto: https://bit.ly/2JlVFBU

Elshinta.com - Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meterologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo menyatakan, tinggi gelombang di laut Selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali meningkat setelah sempat mengalami penurunan.

"Tinggi gelombang di laut Selatan Jateng-DIY pada beberapa hari terakhir sempat turun hingga 2,5 - 4 meter. Namun, akhir pekan ini kembali meningkat," katanya di Cilacap, Jateng, Sabtu (14/7).

Penurunan tinggi gelombang tersebut terjadi karena badai tropis Maria di Samudra Pasifik sebelah Timur Filipina telah menghilang.

Namun, berdasarkan pantauan citra satelit cuaca, tercatat tinggi gelombang di laut Selatan Jateng-DIY pada Sabtu (14/7) diprakirakan mengalami peningkatan akibat adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan antara wilayah di belahan bumi Utara dan belahan bumi Selatan.

Dalam hal ini, di belahan bumi Utara terdapat empat daerah pusat tekanan rendah, yakni di perairan sebelah Timur Filipina sebesar 1.006 milibar, Samudra Pasifik Timurr Laut Filipina sebesar 1.007 milibar, di sekitar Hanoi sebesar 999 milibar, dan Teluk Benggala sebesar 992 milibar, dikutip dari laman Antara.

Sedangkan, di belahan bumi Selatan terdapat daerah pusat tekanan tinggi yang berlokasi di Australia bagian Selatan yang sebesar 1.025 milibar.

"Dengan demikian masih ada perbedaan tekanan udara yang signifikan antara belahan bumi Utara dan belahan bumi Selatan. Oleh karena itu, kecepatan angin maksimum di atas laut selatan Jateng-DIY diprakirakan lebih dari 20 knot yang bertiup dari arah timur hingga tenggara atau biasa disebut dengan angin timuran," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Sepakbola | 17 Oktober 2018 - 06:29 WIB

Timnas Indonesia vs Hong Kong imbang, ini pengakuan Bima Sakti

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 01:23 WIB

Gempa guncang Sumba Barat Daya dan Badung Bali

Bencana Alam | 16 Oktober 2018 - 21:57 WIB

BPBD: Dampak kekeringan Gunung Kidul meluas

Bencana Alam | 16 Oktober 2018 - 21:48 WIB

NTB ingin percepat pencairan bantuan korban gempa

Elshinta.com - Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meterologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo menyatakan, tinggi gelombang di laut Selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali meningkat setelah sempat mengalami penurunan.

"Tinggi gelombang di laut Selatan Jateng-DIY pada beberapa hari terakhir sempat turun hingga 2,5 - 4 meter. Namun, akhir pekan ini kembali meningkat," katanya di Cilacap, Jateng, Sabtu (14/7).

Penurunan tinggi gelombang tersebut terjadi karena badai tropis Maria di Samudra Pasifik sebelah Timur Filipina telah menghilang.

Namun, berdasarkan pantauan citra satelit cuaca, tercatat tinggi gelombang di laut Selatan Jateng-DIY pada Sabtu (14/7) diprakirakan mengalami peningkatan akibat adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan antara wilayah di belahan bumi Utara dan belahan bumi Selatan.

Dalam hal ini, di belahan bumi Utara terdapat empat daerah pusat tekanan rendah, yakni di perairan sebelah Timur Filipina sebesar 1.006 milibar, Samudra Pasifik Timurr Laut Filipina sebesar 1.007 milibar, di sekitar Hanoi sebesar 999 milibar, dan Teluk Benggala sebesar 992 milibar, dikutip dari laman Antara.

Sedangkan, di belahan bumi Selatan terdapat daerah pusat tekanan tinggi yang berlokasi di Australia bagian Selatan yang sebesar 1.025 milibar.

"Dengan demikian masih ada perbedaan tekanan udara yang signifikan antara belahan bumi Utara dan belahan bumi Selatan. Oleh karena itu, kecepatan angin maksimum di atas laut selatan Jateng-DIY diprakirakan lebih dari 20 knot yang bertiup dari arah timur hingga tenggara atau biasa disebut dengan angin timuran," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 17 Oktober 2018 - 01:23 WIB

Gempa guncang Sumba Barat Daya dan Badung Bali

Selasa, 16 Oktober 2018 - 21:28 WIB

Upah minimum provinsi naik 8,03 persen tahun 2019

Selasa, 16 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Luhut: Meikarta tak pernah keluhkan masalah izin

Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:52 WIB

Gadis obesitas asal Lamongan dirujuk RS Soegiri

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com