Selasa, 11 Desember 2018 | 17:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Kemenkes: Petugas haji terkendala cuaca Arab Saudi

Sabtu, 14 Juli 2018 - 19:10 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2zNwSHF
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2zNwSHF

Elshinta.com - Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusup Singka mengatakan petugas haji mengalami kendala untuk pelayanan haji karena menghadapi cuaca yang panas di Arab Saudi maka petugas perlu menjaga kebugarannya sehingga bisa memberi layanan prima.

Dilansir dari Antara, Eka di Jakarta, Sabtu (14/7), mengatakan suhu di Arab Saudi pada musim haji 2018 mencapai 50 derajat Celcius karena sedang ada di musim panas. Suhu itu tergolong tinggi jika dibandingkan suhu di Indonesia yang saat ini ada di kisaran 30 derajat Celcius.

Dengan temperatur itu petugas haji, termasuk jemaah haji, dapat terkena gangguan kesehatan "heatstroke" atau sengatan panas. "Heatstroke" merupakan kondisi darurat seseorang yang naik sangat drastis akibat terpapar suhu tinggi dan cahaya matahari dalam waktu yang lama.

Gejala umum yang menandai serangan sengatan panas seperti mual, kejang, kebingungan, disorientasi dan kadang-kadang kehilangan kesadaran atau koma. Dalam beberapa kasus sengatan panas memicu komplikasi mematikan atau menyebabkan kerusakan pada otak dan organ internal lainnya.

Untuk itu, Eka mengimbau jemaah haji dan petugas untuk banyak mengonsumsi air putih agar terhindar dari "heatstroke". Alasannya, kondisi kekurangan cairan dapat membuat seseorang mudah terkena sengatan panas.

Selain itu, dia meminta jemaah dan petugas menghindari paparan matahari langsung saat beraktivitas di Arab Saudi. Kecuali saat menggunakan ihram, jemaah dan petugas dapat menggunakan penutup kepala atau sejenisnya untuk menghindarkan kontak langsung dengan cahaya Matahari.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 17:08 WIB

Oknum Rutan Cipinang bantu pelarian napi diminta dihukum berat

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 16:54 WIB

Pemerintah apresiasi pemda siapkan data untuk kebijakan satu peta

Hukum | 11 Desember 2018 - 16:45 WIB

KPK panggil tiga saksi kasus DPRD Kalteng

Pembangunan | 11 Desember 2018 - 16:36 WIB

Presiden sebut proyek infrastruktur antre untuk diresmikan

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 16:25 WIB

Polisi telusuri pemegang KTP-el terakhir

Startup | 11 Desember 2018 - 16:06 WIB

Manfaat kompetisi bagi perkembangan startup

Elshinta.com - Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusup Singka mengatakan petugas haji mengalami kendala untuk pelayanan haji karena menghadapi cuaca yang panas di Arab Saudi maka petugas perlu menjaga kebugarannya sehingga bisa memberi layanan prima.

Dilansir dari Antara, Eka di Jakarta, Sabtu (14/7), mengatakan suhu di Arab Saudi pada musim haji 2018 mencapai 50 derajat Celcius karena sedang ada di musim panas. Suhu itu tergolong tinggi jika dibandingkan suhu di Indonesia yang saat ini ada di kisaran 30 derajat Celcius.

Dengan temperatur itu petugas haji, termasuk jemaah haji, dapat terkena gangguan kesehatan "heatstroke" atau sengatan panas. "Heatstroke" merupakan kondisi darurat seseorang yang naik sangat drastis akibat terpapar suhu tinggi dan cahaya matahari dalam waktu yang lama.

Gejala umum yang menandai serangan sengatan panas seperti mual, kejang, kebingungan, disorientasi dan kadang-kadang kehilangan kesadaran atau koma. Dalam beberapa kasus sengatan panas memicu komplikasi mematikan atau menyebabkan kerusakan pada otak dan organ internal lainnya.

Untuk itu, Eka mengimbau jemaah haji dan petugas untuk banyak mengonsumsi air putih agar terhindar dari "heatstroke". Alasannya, kondisi kekurangan cairan dapat membuat seseorang mudah terkena sengatan panas.

Selain itu, dia meminta jemaah dan petugas menghindari paparan matahari langsung saat beraktivitas di Arab Saudi. Kecuali saat menggunakan ihram, jemaah dan petugas dapat menggunakan penutup kepala atau sejenisnya untuk menghindarkan kontak langsung dengan cahaya Matahari.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 16:45 WIB

KPK panggil tiga saksi kasus DPRD Kalteng

Selasa, 11 Desember 2018 - 16:25 WIB

Polisi telusuri pemegang KTP-el terakhir

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com