Turki siapkan UU Antiteror baru setelah status darurat
Selasa, 17 Juli 2018 - 12:46 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2uBZqxP

Elshinta.com - Partai berkuasa di Turki mengajukan sebuah rancangan undang-undang antiteror baru kepada parlemen yang akan menyokong kekuasaan otoritas dalam menahan tersangka dan menetapkan ketertiban umum, meskipun diajukan setelah status darurat saat ini yang berlaku dua tahun berakhir.

Status darurat tersebut, ditetapkan menyusul kudeta gagal pada Juli 2016 guna menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang sudah diperpanjang tujuh kali dan menyebabkan puluhan ribu orang ditangkap.

Dengan pemerintah mengindikasikan tidak akan ada perpanjangan lebih lanjut diajukan setelah Erdogan memenangkan mandat baru dalam pemilu presiden 24 Juni, status darurat itu akan berakhir pada Rabu malam sampai Kamis.

Namun, kantor berita Anadolu mengatakan bahwa Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) telah mengajukan amendemen terhadap UU yang sudah ada ke parlemen guna menangani perlawanan terhadap teror setelah status darurat.

Turki menganggap mereka sendiri secara bersamaan memerangi sejumlah kelompok yang dianggap teroris oleh Ankara, termasuk ISIS, Partai Pekerja Kurdistan (Partiya Karkeren Kurdistan/PKK) dan kelompok simpatisan ulama Fethullah Gulen yang dituduh mendalangi upaya pemberontakan 2016. Saat ini dia tinggal di Amerika Serikat.

Di bawah RUU tersebut, otoritas akan memiliki kemampuan melarang individu keluar dan masuk sebuah area tertentu selama 15 hari atas dasar keamanan, lapor Anadolu.

Mereka menyebutkan tersangka dapat ditahan tanpa tuntutan selama 48 jam atau hingga empat hari jika ada berbagai pelanggaran. Namun, periode itu bisa diperpanjang dua kali jika ada kesulitan mengumpulkan bukti atau jika kasus tersebut dianggap sangat besar. Demikian dilansir Antara dari AFP.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Minggu, 11 November 2018 - 19:26 WIB
Elshinta.com - Ratu Elizabeth dari Inggris dan para anggota senior keluarga kerajaan mengh...
Senin, 05 November 2018 - 07:34 WIB
Elshinta.com - Hujan lebat dan angin kencang merusak beberapa wilayah di Italia hingga men...
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:31 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 70.000 orang masih tak memperoleh pasokan listrik di Portugal Teng...
Minggu, 16 September 2018 - 13:33 WIB
Elshinta.com - Paus Fransiskus mengusir seorang pendeta Chile, yang diselidiki dalam perka...
Minggu, 16 September 2018 - 12:50 WIB
Elshinta.com - Seorang anggota band punk Pussy Riot yang dirawat di rumah sakit dengan dug...
Minggu, 26 Agustus 2018 - 13:39 WIB
Elshinta.com - Sedikitnya 15 orang meninggal dan 27 orang lagi cedera dalam kecelakaan bus...
Sabtu, 25 Agustus 2018 - 10:41 WIB
Elshinta.com - Ratusan orang diungsikan dari rumah mereka, sementara sekira 600 petugas pe...
Selasa, 21 Agustus 2018 - 18:56 WIB
Elshinta.com - Tiga orang ditembak dan cedera pada Senin malam (20/8) di luar stasiun bawa...
Kamis, 26 Juli 2018 - 09:52 WIB
Elshinta.com - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan duka cita yang mendalam...
Kamis, 19 Juli 2018 - 11:51 WIB
Elshinta.com - Prajurit pasukan khusus untuk memerangi terorisme telah membebaskan seorang...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)